Menyapa Nottingham

Di Nottingham, suara azan dari masjid tidak pernah terdengar (Ada masjid Umar yang lumayan dekat dengan rumah, sekitar 10 menit berjalan kaki). Oleh sebab itu, aplikasi suara azan di telepon selular mangat membantu. Suara azan dari telepon selular kupasang saat Subuh pukul 5:06. Saat matahari terbit pukul 7:02 kupasang suara bel penanda. Adapun saat Zuhur pukul 12:55 dan Asar pukul 16:03 suara kusetel hening. Kumandang azan Magrib pukul 18:49 dan Isya pukul 20:38 yang terdengar lagi dari telepon selular kurasa terdengar begitu indah.

Entah mengapa, salat di Nottingham saat ini terasa begitu khusyuk. Padahal saat lima hari di London, salat masih terasa kurang khusyuk. Nottingham kota kecil yang tenang dan nyaman. London kota besar yang penuh dengan hiruk pikuk manusia, kendaraan, dan berbagai acara. Alhamdulillah, di Nottingham aku menjadi lebih dapat merasakan nikmatnya beribadah.

Suasana Nottingham September ini lebih hangat dibandingkan saat aku datang September tahun lalu. Saat siang hangat matahari masih menyapa, biarpun malamnya udara dingin mulai menyergap. Pasar Rabu di Hyson Green juga masih ramai. Charger yang ketinggalan di rumah dapat ditemukan dengan mudah di situ dengan harga yang terjangkau. Toko Madina yang menjual daging halal masih dengan pedagang yang sama. Alhamdulillah, kusapa Nottingham dengan menyebut kebesaran-Mu, wahai zat yang Mahaagung. Semoga rida-Mu selalu menyertai langkah kami, semoga rahmat-Mu selalu menaungi, amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: