Mempelai 24 Juli 2016: Taqin dan Yasmin

Taqin terlahir dengan nama Zultinur Muttaqin, 2 Juli 1987 di Bogor. Dia anak kedua dari empat bersaudara. Ibunya adalah kakak kandungku, Mbak Watik (Kiswati). Di buku catatan Bapak kutemukan bahwa Taqin merupakan cucu keenam dan di bagian bawah Bapak menuliskan “pergi ke RS sendiri”. Ini berarti saat Mbak Watik melahirkan Taqin. dia ke rumah sakit sendiri.

Dalam catatan Bapak, Mbak Watik wisuda pada 27 Juli 1984 di GOR IPB dilanjutkan ke Fakultas Kehutanan IPB. Saat itu Bapak dengan bangga dan bahagia berangkat bersama ibu untuk menghadiri wisudanya. Dari Jakarta, Bapak diantarkan Om Djon (adik bapak) ke Bogor. Kembali dari Bogor mampir ke Keong Emas bersama calon menantu (Nurheni Wijayanto). Dalam catatan Bapak disebutkan bahwa mereka akhirnya menikah pada 28 Oktober 1984 di Solo. Bapak berpulang 29 Januari lalu (semoga beliau tenang di sana).

Seingatku, saat melahirkan Taqin, Mbak Watik masih bekerja di PT Kayu Lapis Indonesia atau KLI di Jakarta. Dari Bogor dia pergi-pulang bekerja dengan menggunakan kereta api. Aku pernah bersamanya saat ke Jakarta dan ikut dalam perjalanan pulangnya. Dia juga dengan beberapa temannya di Bogor pernah menggunakan jasa antarjemput Bogor-Jakarta-Bogor.

Saat Taqin kecil beberapa kali aku berjumpa dengannya di rumah Penumping Solo. Keluarga Mbak Watik tidak selalu pulang ke Solo saat lebaran sehingga saat dia bersama keluarga datang ke Solo saat lebaran menjadi hal yang sangat spesial bagi kami. Taqin satu angkatan dengan anak sulungku, Raras, yang lahir di tahun yang sama (23 januari 1987), tapi dia lebih sering bermain bersama Arya, bungsuku yang lahir 17 April 1988. Pada saat lebaran, anak-anak terbiasa menerima angpao. Biasanya setelah acara sungkem dan menerima angpao mereka akan saling menghitung isinya. Jika ada yang kurang dari yang lain, mereka akan mencoba menelusur mengapa dan bagaimana caranya supaya sama. Setelah itu mereka akan membeli mainan atau makanan dengan uang tersebut, tidak meminta kepada orang tua. Saat kecil, banyak permainan yang dilakukan anak-anak di Solo, mulai dari perang-perangan, berkejaran di halaman dengan pistol air, bergaya seperti pahlawan satria baja hitam, menonton film bersama, dll. Taqin kuingat mula-mula diam dan tidak mau bermain, tapi lama-kelamaan dia ikut bermain juga. Kuingat juga pada saat aku bertandang ke Bogor, semua anak Mbak Wati (4 orang) tidak ada di rumah, tapi sedang di restoran all you can eat (aku lupa nama restorannya) bersama beberapa temannya, anak-anak di situ seharian, bermain, dan makan sepuasnya (kubayangkan pasti pemilik dan pelayan restoran geleng-geleng kepala karena memang tidak ada batasan waktu… cerdik juga anak-anak).

Taqin tumbuh dalam baluran kasih sayang keluarga intinya dan keluarga besarnya. Wajahnya cakap dan posturnya tinggi. Alhamdulillah dia telah menyelesaikan S-1 nya di Kedokteran Hewan IPB dan melanjutkan S-2 di IPB. Taqin hadir saat lamaran dan pernikahan anakku. Yasmin S-1 di Universitas Syiah Kuala Aceh dan mengambil S-2 di IPB. Allah Subhanahuwataala mempertemukan mereka dan menautkan hati mereka dengan manis di Bogor.

Aku mengenal Yasmin saat dia berkunjung ke Surabaya bersama Taqin. Yasmin sungguh cantik, tutur katanya lembut, dan sangat sayang pada Ara. Tas mungil Ara dari Yasmin digunakan Ara untuk menyimpan buku mengajinya. Kami pun cepat akrab dan kami berempat ke Banyuwangi mengunjungi Akrom dan Veby naik kereta (Akrom merupakan kakak kandung Taqin). Perjalanan kami mengesankan, apalagi Akrom mengajak kami berjalan-jalan dan singgah di Pantai Merah Banyuwangi.
Alhamdulillah, Taqin dan Yasmin akhirnya menikah, mengikat perjanjian suci yang agung pada Sabtu, 14 Mei di Masid Agung Al Makmur, Lamprieri, Banda Aceh. Saat itu aku sempat hadir menyaksikan pernikahannya yang hikmat dan lancar. Setelah acara pernikahan kami semua ke kantor ayahanda Yasmin, kantor travel umrah dan haji Iskandaria di Jalan Teungku Imum Luengbata guna beramah tamah sambil makan dan beberapa acara adat. Kantornya megah, tiga lantai. Ayah Yasmin adalah pengusaha sukses dalam perjalanan haji dan umrah di Aceh. Saat itu aku berjumpa dengan beberapa saudara Yasmin, termasuk perempuan yang sudah berumur tapi tampak masih cantik dan bersemangat (jadi ingat Cut Nyak Dien). Malamnya kami diajak makan malam dengan sajian hidangan laut sambil berbincang-bincang. Saat itu baru aku tahu bahwa Ais (anak ketiga Mbak Watik) juga tidak makan hidangan laut seperti aku, kami memesan dadar. Adik bungsu Yasmin yang manis juga ikut. Celotehnya membuatku nyaman dan bahagia (semoga suatu saat dia dapat bersua dengan Ara dan bermain bersama).

Saat ini, kubaca lagi undangan resepsi pernikahan, kubaca dengan buncah suka dan bangga. pernikahan Cut Yasmin, S.Si,; M.Si (putri pertama bp Tgk. H. YahyaM. Ali Arsyad dan Ibu Hj Cut Sabarilla) dengan Drh. Zultinur Muttaqin, M.si (putra Prof. Dr. H. Nurheni Wijayanto, M.S. dan Ir. Hj. Kiswati) pada Minggu 24 Juli pukul 10—selesai di Jalan Medan, Banda Aceh Teupin Raya, Gp Kayee Jatoe; Lr Pendidikan Glumpang Tiga, Pidie, Aceh. Aku dan beberapa keluarga dari Mbak Watik tidak dapat hadir (termasuk ibuku), tapi kuyakin kami semua bangga dan bahagia dalam doa tulus untuk pernikahan mereka.

Foto pernikahan mereka yang dikirimkan oleh Mbak Watik dapat menjadi penghibur kami karena tidak dapat hadir. Baju kebesaran pengantin Aceh berwarna biru toska (mahkota Taqin dan baju bawah pengantin) yang dikombinasikan dengan warna hitam untk jas Taqin dan warna blewah untuk celana dan atasan Yasmin sungguh cantik. Mahkota Taqin berhias melati bersusun, mahkota Yasmin anggun mengembang seperti merak yang melebarkan sayap, bersemat mawar dan berhiaskan manik-manik yang bersinar. Wajah cakap dan cantik mereka berpadu dengan senyum dan tawa bahagia dalam baluran cinta-kasih Selamat untuk Taqin dan Yasmin. Kami hanya dapat mengirimkan doa tulus “Ya Allah anugerahkanlah berkah kepada Taqin dan Yasmin dan berkah untuk pernikahan mereka. Satukanlah mereka dalam kebaikan dan semoga mereka dapat menapak dalan jalan dan rida-Mu membentuk keluarga samara, amin.”

Sidoarjo. 24 Juli 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: