RABU KELABU MENUJU PULAU JEJU

RABU KELABU
16 April 2014

Awal Rabu itu terasa riang dan menyenangkan
Banyak siswa melenggang dan berdendang
melaju ke Pulau Jeju, pulau para dewa berpadu
dengan kapal Sewol menembus kabut laut biru
di pagi yang beku

Dalam hitungan menit, semuanya biasa saja
Canda dan cengkerama bertabur tawa
lantai kapal disinggahi penumpang dengan ceria.
Tapi entah mengapa,
tiba-tiba terdengar dentuman dan kapal mulai bergetar
pelan-pelan merebah tanpa arah
semakin lama semakin parah.

Peringatan bahaya mulai membahana
tapi petunjuk tetap di tempat terus bergema
Para siswa terbiasa dengan disiplin nyata
dan patuh pada aturan yang ada
Banyak yang duduk terpaku di kursi mereka
Biarpun untuk itu nyawa taruhannya
Titik evakuasi pun sepi
karena kurang ada yang berbagi

Gelisah dan resah pun mulai meraja
Gadget menjadi penghubung utama tuk keluarga
mengabarkan kondisi dan situasi yang ada
Pesan-pesan pun mengharu biru
“Mama, selamat tinggal, I love you”
Panik, bingung, takut, dan pasrah di Rabu kelabu
Terbayang seperti musibah titanic yang menyatu

Dalam hitungan jam, Sewol pelan-pelan tenggelam
Membawa penumpang yang masih punya mimpi panjang
Beberapa memang terselamatkan
Dengan penuh perjuangan
Penyelamatan memang telah melibatkan semua lini
biarpun belum membuahkan hasil pasti

Negara pun berduka
Acara hiburan TV ditunda
Berita khusus penyelamatan jadi yang utama
Doa bersama pun membahana
Muram dan duka di Korea semakin terasa

Pada beberapa titik penantian
Simpati dan duka lebur bersama kemarahan yang meraja
Para orang tua yang tidak terima dan keluarga yang merana
Hari demi hari berlalu tanpa kemajuan harapan
Keluarga mulai pasrah menerima
Bahkan yang terburuk dari kabar berita
Tes DNA juga telah disiapkan
Antisipasi deteksi jika korban ditemukan

Memang… penyebab kapal tenggelam belum pasti:
Nakhoda pengganti?
Rute menyimpang dari yang asli?
Menabrak sesuatu di luar lini?
Kargo yang rentan dalam posisi?

Di dunia ini hanya satu yang pasti: takdir Illahi
Walaupun begitu, musibah tetap harus direfleksi
Untuk kebaikan di kemudian hari.

Doa kami
Semoga yang berpulang jalannya lapang
Semoga yang dirawat dianugerahi kesembuhan
Semoga keluarga yang ditinggalkan dianugerahi keteguhan dan ketegaran
Semoga Korea yang berduka segera pulih walaupun perih
dan semoga belah kesedihan dalam musibah membuahkan hikmah…amin.

Sidoarjo, 20 April 2014
Kisyani-Laksono

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: