LAPUAN

LAPUAN DALAM BAHASA INDONESIA

 

Kisyani-Laksono

Universitas Negeri Surabaya

 

ABSTRACT

Lapuan is an acronym for laki-laki (men) and perempuan (women). In Bahasa, some lapuan is explicitly defined, although there are also some in implicit definition. This paper seeks to identify entries in the KBBI which specifically mentioned lapuan in the definition, formulation, and its interpretation, then identify lapuan contained implicitly by native speakers.. The data analysis was done by marking entries that mentioned the definition of lapuan explicitly and implicitly, calculated lapuan implicitly by native speaker, the tabulation, percentage calculation, tracking variation and correspondence to set a formula and its interpretation. Based on the identification process, apparently, there are lapuan which refer to profession and greetings (kinship). Lapuan referring to profession can be found in 35 pairs entries. The formulation resulted in variation and correspondence which consist of 11 set of expressions for profession and 8 for greetings. In comparison with the overall number of entries in the dictionary, the numbers of entries which explicitly convey the meaning of lapuan are not that many. One of the reasons is that, in terms of profession, Bahasa  positioned male and female in equal. As for greetings, Bahasa has more specific information regarding female than the male ones in greetings. On the other hand, implicitly Indonesian vocabulary is dominated by male.

Key words: lapuan, men, women, profession, greeting, variation, correspondence.

 

Lapuan merupakan  singkatan dari laki-laki dan perempuan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),  beberapa lapuan dapat ditemukan secara eksplisit dalam definisi, meskipun beberapa yang lain  ada secara implisit. Makalah ini berupaya untuk mengidentifikasi lema yang secara eksplisit menyebutkan lapuan dalam definisi, menyusun formulanya, dan menginterpretasikannya, kemudian mengidentifikasi lapuan yang terkandung secara implisit menurut penutur. Analisis data dilakukan dengan menandai lema yang berisi definisi eksplisit lapuan, menghitung penanda lapuan menurut penutur, menabulasi, menghitung persentase, serta melacak variasi dan korespondensi untuk menyusun formula dan menginterpretasikannya. Berdasarkan hasil identifikasi ternyata ada lapuan yang mengacu pada profesi dan ada juga merujuk ke sapaan (kekerabatan). Ada 35 pasang lema memperlihatkan lapuan yang mengacu pada profesi. Adapun formulanya dalam variasi dan korespondensi terdiri atas 11 formula untuk profesi dan 8 formula untuk sapaan. Dibandingkan dengan jumlah keseluruhan lema, lema yang secara eksplisit mengungkapkan lapuan dalam bahasa Indonesia sangat sedikit. Di samping itu, dari  sisi profesi, bahasa Indonesia ternyata menempatkan posisi yang seimbang antara pria dan wanita. Untuk sapaan, bahasa Indonesia menempatkan posisi perempuan lebih rinci daripada laki-laki. Pada sisi lain, secara implisit kosakata bahasa Indonesia masih didominasi oleh nuansa makna laki-laki.

Kata kunci: lapuan, laki-laki, perempuan, profesi, sapaan, variasi, korespondensi

 

 

PENDAHULUAN

Lapuan merupakan akronim dari LAki-laki dan peremPUAN yang merujuk pada oposisi biner gender. Persoalan yang muncul di seputar laki-laki dan perempuan dalam bahasa banyak terkait dengan kesenjangan gender. Masalah kesenjangan gender merupakan masalah yang sudah berurat berakar di dunia ini dan mungkin sudah berusia ribuan tahun. Kesenjangan gender ini (yang sudah dianggap wajar dan alamiah) selalu menempatkan wanita pada posisi yang lemah, inferior, dan subordinat (Leksono-Supelli, 1998). Adanya pemikiran bahwa wanita lebih lemah daripada pria membawa akibat pada kepercayaan masyarakat bahwa wanita  sebaiknya hidup di lingkungan rumah tangga, sedangkan pria bertugas ke luar rumah untuk mencari nafkah (cf. Kisyani-Laksono, 2002; Djajanegara, 2000: 6, http://www.yahoo: Gender Studies, 2011).

Dalam bidang kosakata sebenarnya bahasa Indonesia merupakan bahasa yang tidak mengenal pembedaan lapuan. Akan tetapi, dari beberapa kosakata bahasa lain yang diserap, misalnya bahasa Sansekerta dari  dewa~dewi, muncullah oposisi-biner gender: pemuda~pemudi, siswa~siswi,  karyawan~karyawati (ada korespondensi –a ≈ -i). Dengan beranalogi pada korespondensi ini muncul juga kata-kata yang sebenarnya tidak merujuk pada pembedaan lapuan, contoh bendahari~bendahara ‘pemegang keuangan’, bayangkari~bayangkara ‘pasukan pengawal’. Akan tetapi, tidak pernah muncul kata *ketui sebagai pasangan kata ketua atau *duti sebagai pasangan kata duta. Di samping itu, dalam bahasa Indonesia kata putra, dewa, pemuda, siswa, wartawan,  karyawan, dll.  dapat juga merujuk pada bentuk netral (laki-laki atau perempuan).

 

Contoh:   Wisuda mahasiswa Unesa tahun 2012.

Wartawan Jawa Pos tidak mau menerima uang suap.

Karyawan pabrik itu sejak kemarin berunjuk rasa.

 

Lapuan yang dengan sengaja diciptakan dengan prinsip analogi ternyata memunculkan masalah baru dalam bahasa Indonesia. Berdasarkan hal inilah masalah lapuan dalam bahasa Indonesia menarik untuk dicermati dan diteliti. Secara lebih rinci,  tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut.

  1. mendeskripsikan lapuan yang terkeksplisitkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan mengidentifikasi formulanya.
  2. mengidentifikasi dan menginterpretasi formula lapuan yang merujuk pada sapaan (hubungan kekerabatan)
  3. mengidentifikasi lapuan yang terkandung secara secara implisit dalam kosakata bahasa Indonesia

 

 

METODE

Dalam penelitian ini digunakan  metode deskriptif untuk mendeskripsikan dan mengidentifikasi formula lapuan menurut kamus dan menurut penutur.  Sumber data penelitian ini adalah 90.049 lema yang ada dalam bahasa Indonesia di KBBI edisi ke-4  terbitan Pusat Bahasa (2008) dan pendapat para penutur terhadap kandungan makna lapuan dalam beberapa kosakata.

Untuk menjawab tujuan pertama dan kedua digunakan tabulasi data dan identifikasi perbedaan leksikon atau fonologis pada pasangan kata. Identifikasi perbedaan leksikon terjadi jika pasangan kata tersebut berasal dari proto yang berbeda. Adapun identifikasi perbedaan fonologis  dilihat dari kemiripan bentuk yang memungkinkan bentuk proto yang sama (Nothofer, 1990). Formula untuk perbedaan fonologis dapat berupa variasi–apabila hanya terjadi pada satu pasang data–atau korespondensi apabila terjadi pada lebih dari satu pasang data (Mahsun, 1995; Kisyani-Laksono, 2004).

Tujuan ketiga  memerlukan pendapat para penutur terhadap kosakata bahasa Indonesia yang mengandung makna lapuan secara implisit (bernuansa makna lapuan). Penutur  yang dimaksudkan berasal dari  10 responden  yang terdiri atas 2 siswa SMP (laki-laki dan perempuan), 2 siswa SMA(laki-laki dan perempuan) , 2 pegawai (laki-laki dan perempuan),  serta 4 mahasiswa  (2 laki-laki dan 2 perempuan). Adapun kata yang disiapkan sebagai instrument adalah kata yang diambil dari kamus  yang merujuk pada profesi dan/atau kedudukan sebanyak 241 kata,  kata kerja 35, kata benda 24, dan kata sifat 34.

 

 

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

  1. 1.      Lapuan  Berdasarkan Profesi dan/atau Kedudukan

Berdasarkan profesi dan/atau kedudukan, kelompok lapuan dibedakan menjadi kelompok laki-laki (male) dan perempuan (female). Kelompok laki-laki (kolom laki-laki) berisi kosakata yang secara eksplisit berlaku umum/netral (N) atau merujuk  laki-laki. Kelompok perempuan (kolom perempuan) berisi kosakata yang secara eksplisit menyebut perempuan atau wanita. Tabel berikut menyajikan susunan kata-kata tersebut.

 

Lapuan yang Tereksplisitkan di KBBI

No

Laki-laki (Hlm)

Perempuan

(hlm.)

Definisi

Formula

1 ak·sa·ra·wan

(291, N)

ak·sa·ra·wa·ti

(29)

orang yg mampu membaca dan menulis

 

L: -wan

P:-wati

2 ak·tor

(31)

ak·tris

(31)

orang yang berperan sebagai pelaku dalam pementasan cerita, drama, dsb di panggung, radio, televisi, atau film L: -tor

P: -tris

3 ang·ka·sa·wan  (68, N) Ang·ka·sa·wa·ti (68) orang yg bertugas sebagai penyiar radio; astronaut L: -wan

P:-wati

4 an·ta·rik·sa·wan (74,N) an·ta·rik·sa·wa·ti  (74) awak pesawat antariksa; astronaut; kosmonaut L: -wan

P:-wati

5 ba·ha·ri·wan

(115, N)

ba·ru·na·wa·ti

(143)

orang yang bekerja di laut atau pelayaran; pelaut L: -wan

P:-wati

6 ba·ya·ta

(152)

ba·ya·ti

(152)

pelonco L: -a

P:-i

7 bi·a·ra·wan

(186)

bi·a·ra·wa·ti

(186)

orang yang hidup di dalam biara L: -wan

P:-wati

8 bi·du·an

(189)

bi·du·a·ni·ta

(189)

penyanyi L: -ø

P:-ita

9 bik·su

(191)

bik·su·ni

(191)

pendeta atau petapa (Buddha) L:- ø

P:-ni

10 brah·ma·na

(209)

brah·ma·ni

(209)

pendeta agama Hindu; kasta tertinggi dalam agama Hindu; orang yg masuk golongan pendeta dalam agama Hindu L: -a

P:-i

11 ca·ra·ka

(245, N)

ca·ra·ka·wa·ti

(245)

utusan, duta

 

L: -ø

P:-wati

12 da·eng

(283)

Dang

(292)

gelar bangsawan Bugis L: -e-

P: – ø-

13 Dewa

(322)

Dewi

(323)

orang atau sesuatu yang sangat dipuja

 

L: -a

P: -i

14 di·rek·tur

(332)

di·rek·tris

(332)

pengurus atau (dewan) pimpinan perusahaan, bank, yayasan, dsb L: -tur

P:-tris

15 dok·to·ran·dus  (338) dok·to·ran·da

(338)

gelar akademis untuk orang yang telah lulus ujian sarjana di perguruan tinggi L: -dus

P:-da

16 ge·ril·ya·wan

(446)

ge·ril·ya·wa·ti

(446)

orang (pasukan) yang bergerilya L: -wan

P:-wati

17 Haji

(474)

Hajah

(474)

orang yang telah menjalankan rukun Islam ke-5 L: -i

P: -ah

18 kar·ya·wan

(629)

kar·ya·wa·ti

(629)

orang yang bekerja pada suatu lembaga (kantor, perusahaan, dsb) dengan mendapat gaji (upah); pegawai; pekerja L: -wan

P:-wati

19 Mahadewa

(855)

Mahadewi

(855)

dewa/dewi  yang tertinggi L: -a

P:-i

20 ma·ha·sis·wa

(856)

ma·ha·sis·wi

(856)

orang yang belajar di perguruan tinggi L: -a

P:-i

21 mu·ba·lig

(932, N)

mu·ba·li·gah

(932)

orang yang menyiarkan (menyampaikan) ajaran agama Islam L: ø

P:-ah

22 mu·ja·hid mu·ja·hidah orang yang berjuang demi membela agama (Islam) L: ø

P:-ah

23 Muslimin

(944)

Muslimat

(944)

penganut agama Islam L; -in

P: -at

24 Pemuda

(1042)

Pemudi

(1042)

orang muda laki-laki; orang muda perempuan L: -a

P: -i

25 pe·ra·ga·wan

(1050)

pe·ra·ga·wa·ti

(1050)

orang yang memperagakan busana dari berbagai mode L: -wan

P:-wati

26 qa·ri

(1126)

qa·ri·ah

(1126)

orang yang mahir dalam seni baca Alquran L: ø

P:-ah

27 ra·ja

(1133)

ra·tu  (1147)

ra·ni  (1142)

penguasa tertinggi pada suatu kerajaan (biasanya diperoleh sebagai warisan); orang yang mengepalai dan memerintah suatu bangsa atau negara L: -ja

P:-tu/-ni

28 ruh·ban

(1187)

ruh·ba·nat

(1187)

petapa; rahib L: ø

P:-at

29 se·ni·wan

(1273)

se·ni·wa·ti

(1274)

ahli mencipta seni L: -wan

P:-wati

30 sis·wa

(1322, N)

sis·wi

(1322)

murid (terutama pd tingkat sekolah dasar dan menengah); pelajar L: -a

P:-i

31 Ustaz

(1539)

Ustazah

(1539)

guru agama L: ø

P: -ah

32 war·ta·wan

(1557, N)

war·ta·wa·ti

(1557)

orang yang pekerjaannya mencari dan menyusun berita untuk dimuat dalam surat kabar, majalah, radio, dan televisi; juru warta; jurnalis L: -wan

P:-wati

33 wi·su·da·wan

(1563)

wi·su·da·wa·ti

(1563)

sarjana (lulusan perguruan tinggi yang mengikuti upacara wisuda) L: -wan

P:-wati

34 Babu (109) Jongos (588) pembantu rumah tangga  
35 gem·blak

(435)

Ronggeng

(1182)

penari (ronggeng)  

(cf. Maruti,Endang Sri;  Novita Rahayu; Idham;  Ahmad Khoiron Hamzah, 2012)

 

Data tersebut pada dasarnya terdiri atas 35 pasang lema. Berdasarkan pasangan lema profesi dan/atau kedudukan, formula yang terbentuk ternyata berupa variasi (~) dan korespondensi (≈) dalam sebelas nomor sebagai berikut.

No

Laki-laki

Perempuan

Jumlah Data

1 -wan -wati 11 pasang
2 – ø -wati 1 pasang
3 -a -i 7 pasang
4 – ø, -i -ah 5 pasang
5 -tor, -tur -tris 2 pasang
6 – ø -ita 1 pasang
7 – ø -ni 1 pasang
8 -ja -tu/-ni 1 pasang
9 -dus -da 1 pasang
10 -o, -in -at 2 pasang
11 -e- – ø- 1 pasang
  JUMLAH TOTAL 33 pasang

 

Bagan tersebut menunjukkan  adanya tiga korespondensi (), yakni  –wan -wati; a ≈ i , – ø ≈- ah. Selain korespondensi tersebut, formula lainnya berupa variasi. Secara sekilas, dalam lingkup profesi dan/atau kedudukan, -wan dominan bermakna ‘laki-laki’ atau ‘netral’. Biarpun demikian, ternyata ada juga –wan yang merujuk pada “cantik” (perempuan), yakni rupawan (bukan dalam lingkup pekerjaan dan/atau kedudukan). Selain lapuan yang berpasangan, ada juga lapuan berdasarkan profesi yang tidak berpasangan, misalnya: bidan, sinden, mantri, modin, dst. Dari sisi profesi dan/atau kedudukan, bahasa Indonesia menempatkan kedudukan yang berimbang antara laki-laki dan perempuan.

 

2. Lapuan Berdasarkan Sapaan (Hubungan Kekerabatan)

Lapuan secara eksplisit juga tampak dalam sapaan (hubungan kekerabatan). Hanya saja, seperti dalam lingkup profesi dan/atau kedudukan, dalam sapaan ada juga lapuan yang berpasangan dan tanpa pasangan. Lapuan yang tanpa pasangan (merujuk pada sebutan) menempatkan posisi perempuan lebih rinci daripada laki-laki, misalnya:  nenek moyang, ibu negara, dll.  Selanjutnya, berikut ini adalah daftar lapuan  berpasangan berdasarkan sapaan (hubungan kekerabatan).

 

No

Laki-laki

Perempuan

Definisi

Formula

1.

abang adang kakak; saudara yg lebih tua L: -b-

P: -d-

2 ikh·wan akh·wat saudara; teman L: i-, -n

P: a-, -t

3 pak·de bu·de panggilan untuk kakak dari ibu atau ayah L: -p

P:-b

4 en·cek en·cik kata sapaan (sebutan) untuk orang yang sedang kedudukannya atau yang tidak dikenal L: -e-

P: -i-

5 en·tong eneng panggilan kepada anak (Jakarta) L: -t-, -o-

P: – ø -, -e-

6 ka·kek ne·nek orang tua  dari ayah atau dari ibu; sebutan kepada orang yang sudah tua L: k-

P: n-

7 ki ni sebutan untuk orang tua-tua atau guru (yang menjadi anutan) L: k-

P: n-

8 pa·pa ma·ma orang tua L: p-

P: m-

9 pa·pi ma·mi orang tua L: p-

P: m-

10 da/uda ni/uni kata sapaan untuk orang  yang belum kawin L: -du

P: -ni

11 Opa oma kakek/nenek L: p-

P: m-

 

Lapuan berdasarkan sapaan ternyata cukup banyak. Akan tetapi, yang dapat dipasangkan dalam bentuk perbedaan fonologis  ternyata tidak banyak karena hanya ditemukan delapan formula korespondensi atau variasi untuk lapuan ini. Berikut ini adalah formula yang dimaksudkan.

 

No

Laki-laki

Perempuan

Jumlah Data

1 -b- -d- 1 pasang
2 – i -a 1 pasang

 

  -n -t
3 -p -b 1 pasang
4 -e- -i- 1 pasang
5 – t – ø 1 pasang
  – o- -e-
6 -k -n 2 pasang
7 -p -m 3 pasang
8 -du -ni 1 pasang
  JUMLAH TOTAL 11 pasang

 

 

C. Lapuan Secara Implisit

Secara keseluruhan, lema dalam KBBI berjumlah  90.049.  Dari jumlah tersebut, selain kosakata umum dan kosakata yang mengeksplisitkan lapuan, ada juga kosakata tertentu yang netral (tidak secara eksplisit merujuk pada laki-laki atau perempuan dalam definisinya),  tetapi  secara implisit penutur menganggap bahwa kata tersebut merujuk pada lapuan. Oleh sebab itu, disiapkan instrumen yang digunakan sebagai bahan wawancara dengan masyarakat/penutur. Penutur yang dimaksudkan terdiri atas  10 responden  yang meliputi 2 siswa SMP (laki-laki dan perempuan), 2 siswa SMA(laki-laki dan perempuan), 2 pegawai (laki-laki dan perempuan), serta 4 mahasiswa  (2 laki-laki dan 2 perempuan). Adapun kata yang disiapkan sebagai instrumen adalah kata yang diambil dari KBBI yang merujuk pada profesi dan/atau kedudukan 241,  kata kerja 35, kata benda 24, dan kata sifat 34.  Contoh  kata yang merujuk pada profesi dan/atau kedudukan: apoteker, bandit, polisi, penjahit; contoh kata kerja: mengelus, bekerja, memasak; contoh kata benda: gelang, golok, jaket; contoh kata sifat: arif, cemburu, cengeng. Daftar kata tersebut diberikan kepada responden untuk diisi dengan tanda cek pada  kolom laki-laki, perempuan, laki-laki dan perempuan (netral), serta “tidak tahu”. Berikut ini hasil penghitungannya. Huruf dalam kolom menunjukkan banyaknya penutur sebagai responden yang berpendapat bahwa kata-kata tersebut cocok untuk laki-laki, perempuan, laki-laki dan perempuan, atau “tidak tahu”.

 

Jumlah no.

Perempuan

Laki-laki

Perempuan dan Laki-laki

Tidak tahu

Jumlah

Profesi dan/atau kedudukan (241 nomor) 189 1.305 821 95 2.410
Kata kerja (35 nomor) 118 171 57 4 350
Kata benda (24 nomor) 110 85 42 3 240
Kata sifat 88 98 152 2 340
JUMLAH 505 1.659 1.072 104 3340
% 15,13% 49,67% 32,09% 3,11% 100%

 

Berdasarkan bagan tersebut tampak bahwa  kosakata bahasa Indonesia yang bernuansa makna laki-laki  masih dominan (49,67%), walalupun pada sisi lain keseimbangan dalam oposisi biner gender juga sudah tampak (32,09%). Hanya sedikit kosakata yang bernuansa makna perempuan (15,13%), dan tampak pula jawaban yang memilih “tidak tahu” (3,11%) untuk mengisi kolom ini.  Dalam kenyataannya, untuk menunjukkan bahwa yang dimaksudkan adalah “perempuan” pada kata yang terkait dengan profesi sering diberi tambahan kata “wanita” sebelum kata tersebut, misalnya: wanita  polisi, wanita penjahit, dst.

 

 

SIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan pembahasan tersebut dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut.

  1. Dibandingkan dengan jumlah lema bahasa Indonesia secara keseluruhan, lema yang secara eksplisit mengungkap lapuan dalam bahasa Indonesia dapat digolongkan  sedikit.
  2. Berdasarkan profesi dan/atau kedudukan, terdapat sebelas formula yang menunjukkan adanya korespondensi dan variasi. Dalam hal profesi dan/atau kedudukan yang tereksplisitkan dalam definisi, bahasa Indonesia menempatkan kedudukan yang berimbang antara laki-laki dan perempuan.
  3. Berdasarkan sapaan (hubungan kekerabatan), terdapat delapan formula yang menunjukkan adanya korespondensi dan variasi untuk lapuan yang berpasangan. Dari sisi sapaan (merujuk pada sebutan) yang tanpa pasangan, bahasa Indonesia ternyata menempatkan posisi perempuan lebih rinci daripada laki-laki.
  4. Lapuan juga tampak dalam nuansa makna kata tertentu (secara implisit). Dominasi nuansa makna laki-laki (secara implisit) masih tampak dominan dalam kata-kata yang berhubungan dengan profesi dan/atau kedudukan, kata kerja, kata benda, dan kata sifat.

 

Simpulan ini menunjukkan bahwa biarpun secara eksplisit bahasa Indonesia menempatkan kedudukan yang berimbang antara laki-laki dan perempuan, ternyata secara implisit  nuansa makna masih didominasi oleh laki-laki. Selain itu, tidak semua afiks  –wan atau bunyi akhir -a merujuk pada laki-laki, masih banyak yang tidak mempunyai opisisi biner gender (tidak dikenal kata *hartawati, *bangsawati, *duti, *kepali yang berpasangan dengan kata hartawan, bangsawan, duta, kepala). Pada beberapa kata, akhiran –wan dapat bermakna netral. Untuk kata-kata profesi yang bermakna netral, penambahan kata “wanita” sebelum  kata tersebut  (misalnya:  wanita polisi, wanita penjahit, dst) sebenarnya tidak diperlukan karena akan semakin memperjelas adanya pembedaan antara laki-laki dan prempuan.

Apa yang dibahas di sini masih merupakan tinjauan sekilas yang mungkin belum banyak mengungkap data secara lebih mendetail dan teliti. Oleh sebab itu, diharapkan adanya penelitian yang lebih mendalam untuk menghasilkan  sesuatu yang lebih bermakna. Semoga tulisan ini berguna dan dapat digunakan sebagai masukan untuk penyusunan kamus lapuan, baik dalam bentuk cetak ataupun online.

 

 

DAFTAR RUJUKAN

 

Djajanegara, Soenarjati. 2000. Kritik Sastra Feminis: Sebuah Pengantar. Jakarta: Gramedia.

http://www.yahoo: Gender Studies (2011)

Kisyani-Laksono. 2002. “Diskriminasi Seks dalam Bahasa Indonesia”. Laporan penelitian Kajian Wanita. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.

Kisyani-Laksono. 2004. Bahasa Jawa di Jawa Timur Bagian Utara dan Blambangan. Jakarta: Pusat Bahasa.

Leksono-Supelli, Karlina. 1998. “Bahasa untuk Perempuan: Dunia Tersempitkan”. Dalam Ibrahim dan  Suranto. 1998.  Wanita dan Media: Konstruksi Ideologi Jender dalam Ruang Publik Orde Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mahsun. 1995. Dialektologi Diakronis. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Maruti, Endang Sri;  Novita Rahayu; Idham;  Ahmad Khoiron Hamzah 2012. “Pembentukan Morfem Jantina Dalam Bahasa Indonesia”. Surabaya: Unesa.

Nothofer, Bernd. 1990. “Tinjauan Sinkronis dan Diakronis Dialek-dialek Bahasa Jawa di Jawa Barat dan di Jawa Tengah (Bagian Barat)”. Yogyakarta: Fakultas Sastra, UGM.

Pusat Bahasa. 2008 Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi ke-4.Jakarta: Balai Pustaka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: