Tiap Sudut Tentangmu

Rumah di Rewwin, Surabaya, Solo, tiap sudutnya menyimpan kenangan tentangmu. Membuat kami (Raras dan Arya) tersenyum simpul ketika mengingatnya dan memberi semangat untuk melangkah di hari esok. Ingatan kami sangat lekat tentangmu:


1. menyukai keteraturan

Ketika banyak barang di atas meja sound system, aku ingat kau selalu marah akan hal itu. Kau tidak suka eman-eman dalam membuang barang yang tidak perlu, “menuh-menuhin rumah” ucapmu, beda dengan aku (Raras) dan ibu yang mempunyai segudang alasan untuk memanfaatkannya suatu hari nanti

2. mengikuti jadwal bioskop

Kita sama-sama penggemar film yang tak mau ketinggalan premiere.

3. wisata kuliner

Kita suka mencicipi tempat makan baru. Mulai dari bakso, pangsit mi, dan ikan bakar.

4. es krim di dalam roti

Makanan favoritmu ini kami suguhkan sebagai hadiah ulang tahunmu yang ke-47 (12 Februari 2006). Saat itu kita berempat memakai baju kembar dan tertawa bersama tanpa sadar sebulan lagi adalah waktu perpisahan[1]. Saat ulang tahun bagi kami sekeluarga merupakan saat di mana kami berempat berkumpul di rumah, berdoa bersama, menyanyikan lagu, meniup lilin, dan membuka kado hadiah.

5. penggemar komik:

Kau akan gusar bila kami membuat berantakan susunannya, apalagi bila ada seri yang hilang atau kami pinjamkan ke teman tanpa sepengetahuanmu. Mulai dari Dragon Ball, Detektif Conan, Sinchan serta komik-komik Indonesia karya RA Kokasih (Ramayana, Mahabarata), dan Hans Jaladara (Panji Tengkorak, Walet Merah).

6. mengikuti perkembangan teknologi

Semua perkembangan teknologi kau pelajari secara otodidak. Pengetahuan ilmumu lebih bagus dibandingkan kami yang memang mengambil kuliah IT.

7. sastra

Kau sering menanyakan apa makna dari karya sastra yang aku baca. Herannya, persepsiku selalu salah. Lalu kau dengan sabar menceritakan makna sebenarnya. Aku sering susah untuk memahami dan sering mendebatmu mengapa makna itu sama sekali tidak terlintas dalam benakku.

8. natal

Tiap moment ini kau selalu membuat prakarya di rumah. Pohon natal, hiasan rumah-rumahan, papan ayam jago, dengan lampu warna-warninya menebarkan kehangatan di rumah.

9. penikmat musik

Tembang Jawa lawas selalu ada di mobil. Keyboard warisanmu adalah yang selalu ingin aku jaga dan aku mainkan.

10. telaten

Semua foto dan klise yang ada di rumah, di Badran (Solo), dan di Penumping (Solo) kau scan, kau urutkan dalam folder-folder yang rapi di komputer, kau buat dalam bentuk tampilan video yang menarik. Semua kaset video yang ada kau perbaiki, kau coba mengalihformatkan kaset video ke dalam bentuk CD. Semua itu ada dalam komputer, dalam memori kami, dan hangat mengembang sebagai bentuk cinta kasihmu yang setiap saat dapat kami nikmati saat ini.

Bapak, kami mencintaimu dan kami percaya bahwa kami adalah bagian terbesar dari harimu (Raras dan Arya).


[1] Foto bersama dengan baju kembar sebulan sebelum kepulangan Bapak ada di bagian akhir buku ini.

1 Comment

  1. January 23, 2009 at 9:10 pm

    Bu, saya hanya bisa mengucapkan banyak terima kasih atas bimbingan dan kesabaran yang telah diberikan pada saya……….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: