Berpulang–1000 Hari: dari Kami

Mohon dimaafkan semua kesalahannya
semasa hidup di dunia.

RABU KELABU
Rabu Kliwon, 29  Maret  2006

Pilu
kelu
beku
Walau ada senyummu

7 HARI
Senin Kliwon, 3 April 2006

Kematian merupakan akhir kehidupan dunia,
kematian  merupakan gerbang menuju kehidupan abadi,
dan kematian adalah peristiwa indah bagi yang mengalaminya serta ujian iman bagi yang ditinggalkannya.

Selamat melewati gerbang kehidupan abadi, Mas Tri/Bapak
Semoga Tuhan menerima amal ibadahmu, mengampuni semua dosa,
melapangkan jalanmu, dan menjelmakannya
dengan  menempatkanmu dalam tempat yang teduh penuh kedamaian.
Amin.

40 HARI
Sabtu Pon, 6 Mei  2006

40 hari berlalu sejak kepulanganmu, Mas Tri/Bapak
damai dan bahagia semoga menyertaimu.
Biarpun terpuruk pilu dalam balutan duka beku, tapi kami ikhlas
dan kami akan tegar meretas kehidupan berbekal asa dan citamu.

40 hari berlalu sejak kepulanganmu . . .
Beban terbebat berat, tapi kami tetap tegak menatap langit
berdoa dalam khidmat pikir dan rasa, merunduk, bersimpuh rapuh.
Doa tulus yang tak kan putus: ”Selamat menapaki jalan keabadian,
semoga  Tuhan melapangkan jalanmu, mengampuni semua dosa,
menerima amal ibadahmu, dan membukakan pintu surga untukmu. Amin.”

100 HARI
Rabu Pon, 5 Juli 2006
Diperingati: Jumat, 30 Juni 2006

Saat kepulanganmu, Mas Tri/Bapak
Badai Tsunami merobek  ubun-ubun sampai ke kaki
Saat mengantar ke tempat terakhirmu
Semua tampak kelabu, tapi cahaya Tuhan menopang duka beku

3 hari terlewati, dunia terasa sepi tak berarti
7 hari tanpa canda, hidup terasa hampa tanpa makna
40 hari terlampaui, beban terbebat berat, tapi senyum Tuhan membangkitkan semangat
100 hari mendulang makna,
Cinta Tuhan menyamarkan lara, menyadarkan asa, dan menyuburkan doa
Doa tulus yang tak kan putus: ”Selamat menempati rumah abadi,
semoga  Tuhan mengampuni semua dosa, menerima amal ibadahmu,
dan membentangkan ruang surga untukmu. Amin.”

PENDHAK I
Jumat Pahing, 16 Maret 2007
Diperangati: Sabtu, 17 Maret 2007

Setahun tak bersua wujudmu, jujur saja, hati kami masih didera lara
Tapi kami merasa di mana pun berada, kau selalu mendampingi tanpa suara.

Bagi kami, kepulanganmu …  sempurna dan dimengerti
Hanya saja … ketika  kehidupan mencambukkan duka,
ketika air mata mengalirkan derita
ketika rindu kami menorehkan luka,
dan ketika doa kami tak putus-putusnya
Tuhan selalu tahu dan seolah mengutusmu tuk mengobatinya
Kau hadir dalam mimpi dan selalu tanpa kata … hanya senyum penuh makna
Seolah kau ingin bercerita …  bahwa ada binar bahagia di alam sana
dan kami harus tegar menghadapi semua.

Saat terjaga … pesona aura senyummu sungguh luar biasa
mengukuhmantapkan hati kami tuk tegak menatap dunia.
Selamat memasuki rumah indahmu, Mas Tri/Bapak
Semoga doa kami dan cinta kasih Tuhan dapat melunturkan dosa,
menyebarkan wangi amal ibadah,
dan semakin mengembangkan senyum bahagiamu di surga. Amin.

PENDHAK II
Selasa legi, 4 Maret 2008
Diperingati: Jumat Wage, 7 Maret 2008

Dua tahun sejak kepulanganmu
ada saat-saat kami tak berdaya
bukan karena terjerat duka dan lara
tetapi karena kerinduan semata.

Dua tahun sejak kepulanganmu
bisik cintamu bersayap abadi
senyum lembutmu selalu merekah dalam mimpi
meretaskan jalan menuju keikhlasan hati.
Saat itulah … doa membuat hidup semakin berarti
doa membuat  hati semakin percaya diri, dan doa tulus kami pun tanpa putus:
Selamat menempati rumah indahmu, Mas Tri/Bapak
semoga doa kami diterima-Nya, semoga cinta kami mampu menepiskan dosa,
dan semoga ikhlas hati kami semakin mengembangkan senyum indahmu di surga. Amin.

1000 HARI
21 Desember 2008
Diperingati: Jumat, 19 Desember 2008

Sampai saat ini
Tanpa sadar, namamu sering terucap
Sampai saat ini
Tanpa angin, wangimu sering menyeruak
Waktu seribu hari
Tak mampu menyamarkan semua itu
Waktu seribu hari
Tak mampu menghapus aroma berbagi.

Tapi satu yang kami tahu pasti
Tuhan sungguh menyayangi
Lewat waktu yang kami susuri
Dia ubah duka menjadi penguat raga
Dia ubah lara menjadi doa pengikhlas jiwa:
Selamat menikmati masa indah perjumpaanmu, Mas Tri/Bapak
semoga doa tulus kami diterima-Nya,
semoga ikhlas jiwa kami mampu menepis dosa,
dan semoga rentang tangan-Nya terbuka lebar merengkuhmu
dalam perjumpaan-Nya denganmu di surga. Amin.

Terima kasih atas doa, dukungan,
dan bantuan yang telah diberikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: