Meine seele spannte
und mir grauet
Ich habe Angst vor mir selber

Nun stehst Ich bleich
Ich habe meine Fehler erkannt
Nun will ich mich bessern

Es ist mir leid und bin betrübt
vergib … vergib …

2 Comments

  1. Farisi said,

    January 10, 2009 at 7:30 am

    nah…si Ibu mulai ikut-ikutan narsis, seperti Raras (maaf mbak, ini kata Ibu, saya hanya ngutip aja loh).
    Gunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar
    atau setidaknya, bahasa yang banyak dipahami mayoritas
    itu namanya “demokrasi berbahasa”, haa………….III

    • kisyani said,

      January 10, 2009 at 3:50 pm

      Yang ini namanya perkembangan bahasa. Jika masyarakat menerima, kosakata itu akan hidup. Tetapi, terima kasih untuk semuanya. Semoga tetap tegar, kuat, dan bersemangat. Semoga sehat selalu.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: