<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kisyani's Weblog</title>
	<atom:link href="http://kisyani.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kisyani.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 03:57:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kisyani.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Kisyani's Weblog</title>
		<link>http://kisyani.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kisyani.wordpress.com/osd.xml" title="Kisyani&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kisyani.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Meretas Jalan Menuju Pendidikan Masa Depan</title>
		<link>http://kisyani.wordpress.com/2012/01/27/meretas-jalan-menuju-pendidikan-masa-depan/</link>
		<comments>http://kisyani.wordpress.com/2012/01/27/meretas-jalan-menuju-pendidikan-masa-depan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 03:57:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kisyani</dc:creator>
				<category><![CDATA[BUAH PIKIR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisyani.wordpress.com/?p=339</guid>
		<description><![CDATA[  Meretas Jalan Menuju Pendidikan Masa Depan Kisyani-Laksono   Sejak zaman dahulu, setelah lahir di dunia ini, manusia ditempa melalui suatu proses agar dapat bertahan hidup (survive).  Proses itulah yang kemudian berkembang dan kita kenal dengan nama “pendidikan” dalam arti luas. Dalam “pendidikan”, manusia dididik untuk mengetahui sesuatu hingga melakukan sesuatu.  Dalam hal ini,  “pendidikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kisyani.wordpress.com&amp;blog=2894543&amp;post=339&amp;subd=kisyani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong>Meretas Jalan Menuju Pendidikan Masa Depan</strong></p>
<p align="center">
<p align="center"><em>Kisyani-Laksono</em><em></em></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Sejak zaman dahulu, setelah lahir di dunia ini, manusia ditempa melalui suatu proses agar dapat bertahan hidup (<em>survive</em>).  Proses itulah yang kemudian berkembang dan kita kenal dengan nama “pendidikan” dalam arti luas. Dalam “pendidikan”, manusia dididik untuk mengetahui sesuatu hingga melakukan sesuatu.  Dalam hal ini,  “pendidikan untuk hidup” menjadi hal yang utama.</p>
<p>Seiring dengan berkembanganya peradaban, pendidikan pun mengarah pada upaya  mempersiapkan manusia untuk menjadi seseorang  yang dapat  memenuhi fungsi hidupnya. Hal itu dilakukan bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk masyarakat, bangsa, dan dunia. Untuk itu, manusia juga dipersiapkan agar mampu memikul tanggung jawab atas semua perbuatannya (cf. Soegarda Perbakawatja). “Pendidikan untuk hidup” pun bergeser menjadi “pendidikan untuk kehidupan”.</p>
<p>Gagasan tersebut sejalan dengan empat pilar pendidikan yang dicanangkan oleh <em>Unesco</em>, yaitu: (1) <em>learning to know</em> ‘belajar untuk mengetahui’, (2) <em>learning to do</em> ‘belajar untuk melakukan sesuatu’, dalam hal ini kita dituntut untuk trampil dalam melakukan sesuatu, (3) <em>learning to be</em>  ‘belajar untuk menjadi seseorang’, dan (4) <em>learning to live together</em> ‘belajar untuk menjalani kehidupan bersama’.</p>
<p>Berkaca dari hal itu, pendidikan pasti akan berdampak pada berbagai aspek kehidupan. Di Indonesia, wajib belajar 9 tahun masih terus dilaksanakan (pertanda masih ada masyarakat yang enggan menyekolahkan anaknya atau anak yang enggan bersekolah); pemerataan tenaga terdidik belum terlaksana dengan baik, bahkan pengangguran terdidik ada di mana-mana, khsususnya di kota-kota besar sementara daerah terpencil dan tertinggal masih kekurangan tenaga. Padahal  pembelajaran seharusnya memiliki asas ketersediaan, keterjangkauan, kesetaraan/keadilan, kualitas, kepastian, dan kontinuitas. Dengan asas ini, seharusnya semua orang punya kesempatan yang sama untuk memaksimalkan setiap potensi yang ada dalam diri mereka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain itu, pendidikan tampaknya juga belum membumi sehingga lulusan berbagai jenjang pendidikan belum seperti yang diharapkan. Kaum terdidik kadang-kadang masih menunjukkan nilai-nilai yang kurang baik, seperti tawuran antarpeserta didik, plagiarisme, demo anarkis. Bahkan ditengarai juga lunturnya rasa kebanggaan berbangsa, berbahasa, dan bernegara yang mulai merebak di berbagai wilayah.  Pemerintah pun mulai menggagas beberapa pemikiran terkait solusi untuk berbagai masalah itu, dan Indonesia patut berbesar hati dan menggantungkan harapan pada “Pendidikan Karakter” yang mulai diimplementasikan belakangan ini. Pendidikan karakter yang membumi, yang berorientasi pada kehidupan (kecakapan hidup/ <em>life skill</em>) dan bermuara pada pembangunan karakter bangsa (membelajarkan dan mempraktikkan nilai-nilai unik-baik) diharapkan dapat menjadi solusi.</p>
<p>Di sisi lain, derasnya arus teknologi informasi juga memunculkan transformasi besar yang  terjadi di dunia pendidikan. Ini tentu akan mengubah model pembelajaran yang selama ini dikenal luas di berbagai negara, termasuk Indonesia. Saat ini dan masa mendatang, guru bukan lagi menjadi sumber pengetahuan, tetapi lebih tepat sebagai  fasilitator yang menyampaikan pembelajaran: mengarahkan peserta didik sesuai kebutuhan mereka, mengidentifikasi bahan yang relevan, memberikan kesempatan belajar secara kolaboratif, serta memberikan wawasan dan dukungan kepada para peserta didik.</p>
<p>Model pembelajaran masa depan akan sangat ideal jika dapat memadukan pembangunan karakter serta  teknologi informasi yang  berujung pada  pemayaan kelas-kelas konvensional yang selama ini ada (ada redefinisi ulang ruang belajar). Berikut ini beberapa gambaran yang tampaknya akan berlibat dan terlibat  dalam pendidikan masa depan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>A. Pembangunan Karakter</strong></p>
<p>Upaya membentuk karakter lewat pendidikan di Indonesia telah dimulai pada masa Ki Hajar Dewantara. Saat itu dia menyatakan bahwa pendidikan merupakan daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran,  serta  jasmani peserta didik agar memajukan kesempurnaan hidup, yakni hidup dan  menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya. Tujuan pendidikan menurutnya adalah “penguasaan diri”.</p>
<p>Saat ini, pendidikan  seolah menjadi menu pokok kehidupan. Anak perlu bersekolah dan orang tua  ingin anaknya memperoleh layanan pendidikan yang baik (sekolah yang baik). Beberapa orang tua bahkan menyatakan lebih baik membekali anak-anak mereka dengan ilmu daripada dengan harta. Pada umumnya, para orang tua menyekolahkan anak dengan harapan “supaya anak pintar, dan jika pintar dia akan memperoleh pekerjaan yang baik sehingga masa depannya terjamin”. Jarang yang berpendapat  “supaya anak saya lebih tahu <em>tata krama</em>, lebih sopan, lebih peduli, atau lebih jujur”. Tampaknya, nilai kecerdasan intelektual menempati posisi utama dalam pendidikan. Perihal  <em>tata krama</em> dan nilai-nilai unik-baik kurang mendapat perhatian.</p>
<p>Beberapa kejadian di dunia dan di Indonesia terkait menipisnya <em>tata krama</em> dan nilai-nilai unik-baik  mendudukkan pendidikan pada posisi yang diharapkan dapat memperbaiki hal itu. Tawuran antarpelajar, plagiarisme, pergolakan sosial, menjadi hal-hal yang sangat sering dijumpai akhir-akhir ini.  Dalam hal ini perlu dikembangkan karakter “jujur, cerdas, tangguh, dan peduli” (empat karakter yang dicanangkan oleh Indonesia dalam dua tahun terakhir ini).</p>
<p>Selain itu, di Indonesia, lunturnya rasa kebanggaan berbangsa, berbahasa, dan ber-Pancasila mulai merebak di berbagai wilayah. Saat ini, ada beberapa pihak yang mengalami krisis kepercayaan diri. Hal ini berpengaruh terhadap menurunnya upaya untuk menghargai budaya sendiri.  Produk-produk buatan luar negeri dianggap lebih baik daripada produk dalam negeri. Beberapa pihak tampaknya minder (rendah diri) terhadap hal tersebut sehingga pemerintah  pun perlu menyosialisasikan motto   “Aku cinta buatan Indonesia”.  Selain itu, saat kita masuk ke Plaza Indonesia dan <em>The Plaza</em> di Jakarta, mari kita hitung, berapa banyak kata bahasa Indonesia yang kita jumpai sebagai petunjuk arah, menu makanan, atau nama toko? Dalam denah petunjuk yang ada di Plaza itu hanya kata “Indonesia” dalam “Plaza Indonesia” yang berbahasa Indonesia, selebihnya adalah bahasa Inggris, mulai dari tulisan  “<em>You are here, north lobby, west lobby, thamrin lobby, south lobby. The plaza office, car calls; Alphabetical Shops list Plaza Indonesia extension, luxury brands: home &amp; lifestyle; food and beverage; gitfs, vhocolates, and florist</em>”, dst. Masuk ke tempat itu terasa kita tidak seperti berada di Indonesia.</p>
<p>Jadi, tampaknya, perlu gerakan mencintai dan menghormati bahasa Indonesia di negeri sendiri. Penggunaan bahasa lain dapat saja dilakukan, akan tetapi alangkah baiknya jika itu ditulis dengan bahasa Indonesia terlebih dahulu, baru diikuti bahasa asingnya. Saat ini sudah ada Undang-undang Bahasa sebagai upaya penghormatan dan penghargaan kita terhadap bahasa Indonesia. Tetapi, tampaknya pelanggaran terhadap undang-undang bahasa itu tidak berakibat apa-apa.  Karakter  “cinta tanah air, cinta bahasa, cinta budaya, dan cinta produk Indonesia” perlu terus diteladankan dan ditumbuhkembangkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berangkat dari hal-hal itulah pendidikan masa depan selayaknya menempatkan pendidikan karakter sebagai pumpunan (fokus) utama. Pendidikan karakter inilah yang seharusnya mengawal seorang peserta didik mencapai kompetensi yang diharapkan. Pendidikan karakter akan berdampak pada tempat kerja yang menyenangkan dan penuh kasih sayang, tempat belajar yang penuh cinta, dan pergaulan yang menyenangkan dengan orang-orang yang jujur, cerdas, tangguh, peduli, dan cinta tanah air. Dalam hal ini, materi pembelajaran sebaiknya dibuat oleh guru, karena gurulah yang paling tahu karakter peserta didiknya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>B. Pembelajaran Berbasis Web</strong><strong></strong></p>
<p>Web merupakan <em>interface</em> (antarmuka) internet yang paling populer. Selain itu, web merupakan salah satu wujud dari teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di samping pos-el (pos elektronik), telepon genggam, dan <em>video conference</em>. Saat ini, TIK telah berkembang dengan pesat karena dikembangkannya satelit komunikasi dan serat kaca (<em>fiber optics</em>).  Pada dasarnya, semua wujud TIK mempunyai masa depan yang menjanjikan sebagai sarana pembelajaran. Akan tetapi, sarana yang paling populer saat ini adalah  web yang bahkan telah dikenalkan pula dalam pembelajaran.</p>
<p>Bill Gates pernah menyatakan “<em>Knowledge at your fingertips</em>… .”  Ini menyiratkan bahwa pengetahuan bisa  kita dapatkan hanya dengan menggunakan jari-jari kita yang menyentuh tombol-tombol (contoh: tombol telepon, telepon genggam, atau <em>keyboard </em>komputer). Jika dulu guru adalah tempat bertanya, maka seiring dengan merebaknya TIK, web dengan beberapa laman-laman tertentu menjadi tempat bertanya menggantikan peran guru, misalnya: <em>google, wikipedia, yahoo</em>, dll.</p>
<p>Saat ini sudah banyak bisnis yang dilakukan lewat internet. Sesorang tak perlu keluar rumah untuk menjalankan bisnisnya. Tampaknya, model pembelajaran pun akan bergeser. TIK berbasis web semakin pasti akan menggeser model-model pembelajaran di masa depan. Pembelajaran elektronik (<em>e-learning</em>) berbasis web akan menjadi  pilihan yang paling memungkinkan di antara sederet model pembelajaran lain. Beberapa modul dapat diinisiasi dalam pembelajaran <em>e-learning</em>, bahkan lama-kelamaan modul-modul tersebut akan dapat diunduh dengan gratis. Saat ini sudah ada modul <em>MIT opencourseware</em> yang dapat diakses dan diunduh  gratis.</p>
<p>Melalui pembelajaran berbasis <em>web</em>, semua orang dapat menjadi peserta didik. Dalam hal ini, slogan “pembelajaran untuk semua” dapat terwujud. Anak-anak yang perlu waktu untuk membantu pekerjaan orang tuanya, yang tidak mampu pergi ke suatu tempat karena ongkos transportasi lebih mahal, mereka semua dapat berkarya tanpa perlu meninggalkan rumah. Mereka dapat mengikuti pembelajaran berbasis <em>web</em>. Tampaknya model pembelajaran tersebut  akan banyak diminati masyarakat. Bahkan lembaga pendidikan yang memberdayakan TIK pun perlu melakukan redefinisi ruang belajar. Saat ini juga, beberapa laman di internet sudah menyediakan ruang-ruang pembelajaran. Lama-kelamaan web pun pasti akan lebih baik daripada kondisinya sekarang.</p>
<p>TIK erat berkait dengan komputer. Dalam hal teknologi komputer, saat ini sudah banyak diketahui adanya  teknologi untuk memindahkan tulisan menjadi suara.  Bahkan teknologi yang mengandalkan menu “<em>speech</em>” (dengan logat bahasa Inggris) sudah disematkan di salah satu merk komputer. Bukan tak mungkin nanti <em>speech</em> dengan pilihan logat bahasa tertentu akan segera ada (aplikasi tulis ke suara). Bahkan  teknologi untuk menyalin suara langsung ke bentuk tulis (tanpa kita mengetiknya)  juga sudah diperkenalkan belasan tahun lalu, saat komputer masih menggunakan <em>floppy disk</em> besar (catatan:  tahun 2000-an sudah ada program “<em>Dragon</em>” yang disediakan untuk itu dengan cara seseorang harus membaca sekian puluh naskah sehingga suaranya dapat dikenali). Saat ini aplikasi suara ke tulis (<em>voice to text converter</em>) sudah semakin berkembang. Dengan aplikasi ini, pada saat seseorang berbicara, di layar langsung keluar tulisan sesuai apa yang diucapkan oleh orang tersebut.  Selanjutnya, diharapkan  hal itu dapat juga langsung tercetak dengan huruf braille.</p>
<p>Jika hal ini sudah menyebar luas, seorang guru dapat saja berbicara di kelas (jika masih menggunakan kelas) dan di layar langsung akan  muncul tulisan-tulisan mengenai apa yang disampaikan itu dan ada juga catatan dalam bentuk cetak (<em>print out</em>) dalam huruf biasa dan braille. Pada saat itulah kelas inklusif akan semakin berkembang,  pembelajar bahasa akan lebih mudah mencerna, dan peserta didik yang absen karena berbagai alasan dapat terbantu. Catatan itu dapat juga langsung masuk ke perpustakaan dunia maya. Di masa depan, perpustakaan dunia maya inilah yang akan mendominasi. Oleh sebab itu, saat ini penyediaan akses internet di perpustakaan sangat diperlukan.</p>
<p>Selain itu, pada saatnya nanti, harga komputer akan semakin terjangkau. Jaringan listrik atau yang sejenisnya juga akan semakin menjangkau daerah-daerah terpencil. Saat itu impian  satu orang/ satu peserta didik satu komputer akan terwujud, dan komputer dengan sambungan internet dapat juga berperan sebagai guru maya  yang akan memenuhi  ruang-ruang pengetahuan peserta didik dengan ilmunya. Dalam hal inilah peran guru/pendidik benar-benar diperlukan untuk menyaring dan menyampaikan  informasi yang disajikan supaya informasi tersebut benar-benar dapat dipertanggungjawabkan isinya.  Jika pendidik menjumpai informasi yang dapat menciderai karkater, dia dapat meneruskan informasi tersebut kepada pemerintah sehingga pemerintah dapat menutup atau membatalkan akses informasi yang menyesatkan.</p>
<p>Dengan bekal satu komputer satu peserta didik, pembelajaran dapat dilakukan di mana saja.  Pada saatnya, pembelajaran di kelas dengan kelompok-kelompok rombongan belajar mungkin akan ditinggalkan. Akan ada pembelajaran bergerak  lewat  kumputansi awan (<em>cloud computing</em>). Pada saat itulah, seorang  peserta didik dapat lebih terlayani secara  maksimal karena kebutuhannya terhadap sesuatu dapat langsung tersediakan sesuai pilihannya (<em>personalized learning</em>). Pembelajaran semacam ini dapat dimulai dengan penyediaan materi kuliah <em>online</em>. Oleh sebab itu, perlu dirintis upaya  memasukkan materi kuliah <em>online  </em>sebagai bagian dari kurikulum dan menjadi syarat kelulusan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>C. Perpaduan pembangunan karakter dan Pembelajaran Berbasis Web</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berdasarkan pelajaran masa lalu dan masa kini, pendidikan berbasis web tampaknya akan dominan di masa depan. Akan tetapi, pembelajaran berbasis web saja belum dapat menjawab kebutuhan manusia untuk menjadi seseorang  yang memenuhi fungsi hidupnya, bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk masyarakat, bangsa, dan dunia;  serta mampu memikul tanggung jawab atas semua perbuatannya.</p>
<p>Dalam hal ini perlu perpaduan antara pembelajaran berbasis web (mengadopsi TIK) dengan nilai-nilai karakter. Materi pembelajaran dan beberapa tagihannya seharusnya berkarakter atau menampakkan wujud-wujud keteladanan. Selain itu, pembelajaran berbasis web<em> </em>yang salah satunya diwujudkan dengan pembelajaran <em>online</em> tetap wajib didukung  praktik-praktik yang diperlukan sebagai bentuk keteladanan langsung.  Selain itu, perlu juga ada praktikum-praktikum untuk bidang ilmu yang memerlukannya.  Impian untuk mewujudkan  “Pendidikan untuk kehidupan masa depan melalui pendidikan berkarakter yang berbasis web”  itu perlu terus diwujudkan keterjangkauannya, sehingga semua orang punya kesempatan yang sama untuk memaksimalkan potensi yang ada pada diri mereka. Untuk itu diperlukan guru yang berkualitas (termasuk yang mampu menjadi teladan bagi nilai-nilai karakter), standar pendidikan yang berkualitas, sarana dan prasarana yang memadai, dan peserta didik yang benar-benar  mau belajar.  Semoga peretasan jalan pendidikan masa depan dapat terwujud seperti yang diimpikan sehingga mampu mewujudkan masa depan yang lebih baik.<strong> </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<div>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<div>
<div>
<p>&nbsp;</p>
</div>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kisyani.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kisyani.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kisyani.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kisyani.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kisyani.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kisyani.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kisyani.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kisyani.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kisyani.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kisyani.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kisyani.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kisyani.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kisyani.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kisyani.wordpress.com/339/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kisyani.wordpress.com&amp;blog=2894543&amp;post=339&amp;subd=kisyani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisyani.wordpress.com/2012/01/27/meretas-jalan-menuju-pendidikan-masa-depan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/557709c5d52155238e65a2924ac4f290?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Piet Hitam dan Aci (Raras Tyasnurita dan Asri)</title>
		<link>http://kisyani.wordpress.com/2011/12/25/piet-hitam-dan-aci-raras-tyasnurita-dan-asri/</link>
		<comments>http://kisyani.wordpress.com/2011/12/25/piet-hitam-dan-aci-raras-tyasnurita-dan-asri/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Dec 2011 03:44:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kisyani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak-anakku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisyani.wordpress.com/?p=331</guid>
		<description><![CDATA[kreativitas raras dan asri&#8230;selamat menikmati<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kisyani.wordpress.com&amp;blog=2894543&amp;post=331&amp;subd=kisyani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>kreativitas raras dan asri&#8230;selamat menikmati</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kisyani.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kisyani.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kisyani.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kisyani.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kisyani.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kisyani.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kisyani.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kisyani.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kisyani.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kisyani.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kisyani.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kisyani.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kisyani.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kisyani.wordpress.com/331/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kisyani.wordpress.com&amp;blog=2894543&amp;post=331&amp;subd=kisyani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisyani.wordpress.com/2011/12/25/piet-hitam-dan-aci-raras-tyasnurita-dan-asri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/557709c5d52155238e65a2924ac4f290?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kongres Basa Jawa V (KBJ V)</title>
		<link>http://kisyani.wordpress.com/2011/11/25/kongres-basa-jawa-v-kbj-v/</link>
		<comments>http://kisyani.wordpress.com/2011/11/25/kongres-basa-jawa-v-kbj-v/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2011 05:35:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kisyani</dc:creator>
				<category><![CDATA[BUAH PIKIR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisyani.wordpress.com/?p=325</guid>
		<description><![CDATA[PANGLELURI  BASA LAN DIALEK JAWA Kisyani-Laksono, Unesa (KBJ V, 27&#8211;30 Nov 2011) Basa Jawa  kalebu kulawarga  basa Austronesian lan Malayu Polinesian. Ing urutan akehe panganggo, basa Jawa kalebu urutan nomer 11—13 ing donya kanthi  cacah wolungpuluh lima yuta (85 yuta) (cf. Grimes, 2010; http://en. wikipedia.org/wiki/List_of_languages_by_number_of_native_speakers). Nanging sanajan sing nganggo akeh ora ateges nuduhake yen basa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kisyani.wordpress.com&amp;blog=2894543&amp;post=325&amp;subd=kisyani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>PANGLELURI  BASA LAN DIALEK JAWA</strong></p>
<p align="center">Kisyani-Laksono, Unesa (KBJ V, 27&#8211;30 Nov 2011)</p>
<p>Basa Jawa  kalebu kulawarga  basa Austronesian lan Malayu Polinesian. Ing urutan akehe panganggo, basa Jawa kalebu urutan nomer 11—13 ing donya kanthi  cacah wolungpuluh lima yuta (85 yuta) (cf. Grimes, 2010; http://en. wikipedia.org/wiki/List_of_languages_by_number_of_native_speakers). Nanging sanajan sing nganggo akeh ora ateges nuduhake yen basa Jawa bakal lestari. Lestarine basa iku luwih ditemtokake dening sikap generasi paneruse.  Salah sijining sebab cures utawa matine basa, yaiku yen basa iku disikapi <em>negatif</em> lan ditinggalke dening panganggone jalaran WEDI KLERU, kepeksa, utawa jalaran basa liya dianggep luwih maju/modern.</p>
<p>Pasurujukane para linguis Jerman taun 2000 nyebutake ana urut-urutan  sing kelakon ing basa kang cures  utawa meh ilang/meh mati (Mahsun, 2004), yaiku:</p>
<p>a.   Gawat Banget (<em>sangat kritis</em>)</p>
<p>Panganggone thithik banget, kabeh umure sandhuwure 70 taun.</p>
<p>b.   Kancam Banget (<em>sangat terancam</em>)</p>
<p>Kabeh panganggone umur sandhuwure 40 taun.</p>
<p>c.   Kancam (<em>terancam</em>)</p>
<p>Kabeh  panganggone saknduwure 20 taun.</p>
<p>d.   Saya Cures (<em>mengalami kemunduran</em>)</p>
<p>Sabageyan panganggone bocah lan wong tuwa.</p>
<p>e.   Lerem lan Mantep, nanging Kancam Cures (<em>stabil dan mantap, tetapi terancam punah</em>)</p>
<p>Penganggone bocah-bocah lan wong tuwa, nanging gunggunge sethithik.</p>
<p>f.    <em>aman</em></p>
<p>Disinaoni lan dinggo kabeh bocah lan kabeh wong ing etnis iku.</p>
<p>Peprincen kasebut pancen luwih abot ing etungan <em>kuantitatif</em>, nanging saora-orane peprincen iku bisa dadi salah siwijining pandom kanggo nlesih kahanane basa lan bisa dadi salah siwijining kaca benggala kanggo ndeleng kahanane basa sing didarbeni lan dinggo saben dina.</p>
<p>Saliyane iku, basa bisa mlebu kategori <em>aman</em> yen disinaoni lan dinggo kabeh bocah lan kabeh wong ing etnis kasebut (kalebu basa Jawa lan etnis Jawa). Mula saka iku, makalah iki arep njingglengi bab pamanthane dialek Jawa (nuduhake akehing dialek lan akehing panganggone basa Jawa kang sumebar ing nuswantara lan manca negara), pasinaon basa Jawa, lan bausastra Jawa kang ana kanggo sarana pasinaon lan pangleluri basa Jawa.</p>
<p>A. PAMANTHANE DIALEK-DIALEK  JAWA</p>
<p>Basa Jawa kalebu basa sing tanah asale ana Pulo Jawa. Panganggone kalebu akeh. Ing taun 2010, panganggo basa Jawa kira-kira 85.000.000 jiwa. Ing Pulo Jawa, basa Jawa dinggo etnis Jawa sing ana ing Provinsi Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, lan Banten. Kajaba dinggo ing Pulo Jawa, basa Jawa uga duwe sebaran ana ing wilayah Indonesia kaya dene NAD, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Jambi, Bengkulu, Lampung, Jawa, NTB, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan,Sulawesi Tenggara.  Kajaba iku, ana negara manca, basa Jawa uga dinggo ing Suriname lan Noumea (New Caledonia).</p>
<p>Miturut Pusat Bahasa (2008)—kanthi dhasar etungan dialektometri&#8211;basa Jawa ing Provinsi Nangro Aceh Darussalam kaperang dadi patang dialek, yaiku (1) dialek Sidorejo dinggo ing  Desa Sidorejo, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil; (2) dialek Bukit Pidie dinggo ing Desa Bukit Pidie, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara; (3) Alue Ie Itam dinggo ing Desa Alue Ie Itam, Kecamatan Indra Makmur, Kabupaten Aceh Timur; (4) dialek Purwodadi dinggo ing Desa Purwodadi, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya.</p>
<p>Basa Jawa ing Provinsi Sumatera Selatan kaperang dadi telung dialek, yaiku (1) dialek Makarti Jaya, (2) dialek Penyandingan dinggo ing Desa Penyandingan, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) lan Desa Sebubus, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba);  (2) dialek Gelebak Dalam Sebubus dinggo ing Desa Gelebak Dalam, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Musi Banyuasin.</p>
<p>Basa Jawa ing Provinsi Sumatra Utara kaperang dadi sangang dialek, yaiku (1) dialek Bukit Mas dinggo ing Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat; (2) dialek Sengon Sari ing Desa Sengon Sari, Kecamatan Pulo Rakyat, Kabupaten Asahan; (3) dialek Buntu Pane ing Desa Buntu Pane, Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan; (4) dialek Kampung Pajak ing Desa Kampung Pajak, Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labuhan Batu; (5) dialek Wonosari ing Desa Wonosari, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang; (6) dialek Tuntungan I ing Desa Tuntungan I, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang; (7) dialek Naga Kesiangan ing Desa Naga Kesiangan, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Deli Serdang; (8) dialek masing ing Desa Masing, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun; lan (9) dialek Muka Pasing ing Desa Muka Raya, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat.</p>
<p>Basa Jawa sing dinggo ing  Provinsi Jambi kaperang dadi patang dialek, yaiku  (1) dialek Senyerang sing dinggo ing  Desa Senyerang, Kecamatan Pangabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, (2) dialek Rantau Jaya dinggo ing  Desa Rantau Jaya, Kecamatan Rantau Rasau, Kabupaten Jabung Timur, (3) dialek Pematang Kancil dinggo ing  Desa Pematang Kancil, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Sarolangun, lan (4) dialek Semaranlan dinggo ingDesa Semaran, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sorolangun.</p>
<p>Basa Jawa ing Provinsi Bengkulu kalebu dialek kang saemper karo basa Jawa ing Solo-Yogya. Dialek Bengkulu iki sumebar ing Desa Tunggang, Kecamatan Lebong Utara, Kabupaten Rejang Lebong; Desa Senyerang, Kecamatan Pangabuan, Kabupaten Tanjab Barat; Desa Rantau Jaya, Kecamatan Rantau Rasau, Kabupaten Tanjab Timur; Desa Pematang Kancil, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Sarolangun; lan Desa Semaaran, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun.</p>
<p>Basa Jawa ing Provinsi Lampung kalebu dialek kang uga saemper karo basa Jawa ing Solo-Yogya lan kasebar ing Desa Sridadi, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus; Desa Rawi, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan; Desa Bumi Nabung, Kecamatan Bumi Nabung, Kabupaten Lampung Tengah; Desa Sambikerto, Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur; Desa Kelaten, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan; Desa Tugu Sari, Kecamatan Sumber Jaya, Kabupaten Lampung Barat; Desa Bali Sadar Tengah, Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan; Desa Rejo Basuki, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah; Desa Cimarias, Kecamatan Bangun Rejo, Kabupaten Lampung Tengah; Desa Sididadi, Kecamatan Way Tenong, Kabupaten Lampung Barat.</p>
<p>Basa Jawa sing dinggo ing Provinsi Jawa Tengah kaperang dadi limang dialek, yaiku (1) dialek Yogyakarta-Surakarta, (2) dialek Pekalongan, (3) dialek Wonosobo, (4) dialek Banyumas, lan(5) dialek Tegal.</p>
<p>Dialek Yogyakarta-Surakarta semebar ing Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta lan sumebar ing wilayah Provinsi Jawa Tengah bagian wetan sing kaperang ing eks-Karesidenan Surakarta, Karesidenan Semarang, Karesidenan Kedu, lan Karesidenan Pati.</p>
<p>Dialek Pekalongan dinggo ing wilayah kayadene Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang.</p>
<p>Dialek Wonosobo dinggo ing  Kabupaten Wonosobo, kaya dene ing  Desa Wadaslintang, Kecamatan Wadaslintang lan Desa Candi Rejo, Kecamatan Mojo Tengah.</p>
<p>Dialek Tegal dinggo ing wilayah kaya dene ing Desa Brekat, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal; Desa Tuwel, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal; Desa Kersana, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes.</p>
<p>Dialek Banyumas dinggo ing wilayah Kabupaten Cilacap, Kabupaten Banyumas, lan Kabupaten Kebumen.</p>
<p>Adhedasar etungan dialektometri, basa Jawa sing dinggo ing wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ditandhingake karo basa Jawa kang ana ing wilayah liyane ing Indonesia kalebu beda dialek lan beda subdialek. Basa Jawa ing Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta duwe sambungan beda dialek kayadene karo Basa Jawa ing Provinsi Riau (Kabupaten Indragirihulu), Provinsi Nangroe Aceh Darusalam, Provinsi Kalimantan Selatan, Lampung, Provinsi Jambi, Provinsi Bali (Kabupaten Buleleng), Provinsi Bengkulu (Kabupaten Rejang Lebong), Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat, lan Provinsi Sulawesi Utara. Beda subdialek diduweni dening Provinsi Sumatera Selatan lan Provinsi Kalimantan Timur.</p>
<p>Sabanjure, basa Jawa kang dinggo ing Provinsi Jawa Barat lan Banten kaperang dadi patang dialek, yaiku  (1) dialek Pantura, (2) dialek Cikoneng, (3) dialek Cirebon, lan (4) dialek Ciamis.</p>
<p>Dialek Pantura dinggo ing pesisir lor Jawa Barat lan Banten mulai saka wetan nganti kulon, yaiku  Indramayu, Tangerang, Cirebon, Karawang, Serang, Majalengka, lan Subang. Wilayah Pantura dhek emben dadi jalur ndarate laskar Mataram singarep  nyerang Belanda ing Batavia. Sisa-sisane laskar Mataram iku terus ana sing omah-omah ing pesisir lor Pulo Jawa lan nglairake Dialek Pantura.</p>
<p>Dialek Cikoneng dinggo  masyarakat ing  Desa Cikoneng, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.</p>
<p>Dialek Cirebon dinggo masyarakat ing Desa Trusmi Wetan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat.</p>
<p>Dialek Ciamis dinggo ing patang daerah ing Kabupaten Ciamis, yaiku  Desa Ratawangi, Kecamatan Banjarsari; Desa Karangcengek, Kecamatan Pamarican; Desa Sukanagara, Kecamatan Lakbok;Desa Mekarharja, Kecamatan Purwaharja. Kelompok sing nganggo dialek Ciamis iki beda karo kelompok sing nganggobasa Jawa ing wilayah Pantura.</p>
<p>Basa Jawa sing dinggo ana Provinsi Jawa Timur kaperang dadi patang dialek, yaiku (1) dialek Jawa Timur, (2) dialek Osing, (3) dialek Tengger, (4) dialek Solo-Yogya. Dialek Jawa Timur sumebar ing cedhake Surabaya, terus ngetan tekan Jember, ngalor nganti Malang, lan ngulon tekan Bojonegoro. Dialek Osing dinggo ing Kabupaten Banyuwangi, mligine ing kecamatan Banyuwangi, Srono, lan Kalipuro. Dialek Tengger dinggo masyarakat Tengger kayadene ing kecamatan Sukapura. Dialek Yogya-Solo diengo masyarakat ing Madiun lan sakupenge terus ngulon nganti Jawa Tengah. Iki slaras karo panlitine Kisyani-Laksono (2004a), yen basa Jawa ing Jawa Timur bagian lor lan Blambangan kaperang dadi rong dialek, yaiku  dialek Jawa Timur lan dialek Osing, dene Tengger ing panlitene Kisyani-Laksono kalebu subdialek. Kajaba iku, ana uga sing aran anane dialek Diponggo ing Kecamatan Tambak, Pulo Bawean, Kabupaten Gresik (Dialek Diponggo ora kasebut ing buku Pusat Bahasa, 2008).</p>
<p>Basa Jawa sing dinggo ing Provinsi NTB kaperang dadi  telung dialek, yaiku (1) dialek Praya-Uma Sima-So Nggajah sing dinggo ing Pulo Lombok, yaiku ing Desa Praya, Kabupaten Lombok Tengah; Desa Uma Sima, Kabupaten Sumbawa; lan Desa So Nggajah, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, (2) dialek Sakra dinggo ing Desa Sakra, Kabupaten Lombok Timur, lan (3) dialek Sepayung dinggo ing Desa Sepayung, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa.</p>
<p>Basa Jawa sing dinggo ing Provinsi Kalimantan Timur kaperang dadi patang dialek, yaiku  (1) dialek Segihan sing dinggo ing Desa Segihan, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, (2) dialek Ponoragan sing dinggo ing Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, (3) dialek Kayungo sing dinggo ing Desa Kayungo, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser,(4) dialek Karang Joang sing dinggo ing Kabupaten Balikpapan, yaiku  ing Desa Lemaru, Kecamatan Balikpapan Utara lan Desa Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Timur.</p>
<p>Basa Jawa sing dinggo  ing Provinsi Kalimantan Selatan kaperang dadi rong dialek, yaiku  (1) dialek Megasari sing dinggo ing Desa Megasari, Kecamatan Pulo Laut Utara, Kabupaten Kotabaru; (2) dialek Tanah Bumbu sing dinggo ing Desa Sari Mulya, Kecamatan Sungai Loban lan Desa Giri Mulya, Kecamatan Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu.</p>
<p>Kajaba iku, basa Jawa uga dinggo ing Provinsi Kalimantan Timur, yaiku  ing Kabupaten Kutai Kertanegara, Pasir, lan Balikpapan.</p>
<p>Sabanjure, basa Jawa sing ana ing Kalimantan Timur kaperang dadi patang dialek, yaiku  (1) dialek Segihan dinggo ing Desa Segihan, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kertanegara; (2) dialek Ponoragan dinggo ing Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kertanegara; (3) dialek Kayungo dinggo ing Desa Kayungo, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Pasir; (4) dialek Karang Joang dinggo ing Desa Lemaru, Kecamatan Balikpapan Timur lan Desa Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara, loro-lorone ana ing Kabupaten Balikpapan.</p>
<p>Ing Provinsi Sulawesi Tenggara, dialek Jawa dinggo ing daerah-daerah transmigran, yaiku  ing Kabupaten Konawe Selatan, Kabupaten Konawe, Kabupaten Kolaka, Kabupaten Muna, Kabupaten Buton, lan Kabupaten Bombana. Penduduk daerah iku asale saka  Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, lan Yogyakarta. Ing  daerah sebaran basa Jawa iku ana uga basa penduduk asli, yaiku basa Muna (ing Kabupaten Muna),  basa Tolaki (ing Kabupaten Konawe Selatan), lan basa pendatang liyane, yaiku  Sunda lan Bali (ing Kabupaten Konawe Selatan)</p>
<p>Basa Jawa sing ana ing Provinsi Nusa Tenggara Barat kaperang dadi telung  dialek, yaiku  (1) dialek Praya sing dinggo ing Desa Praya, Kabupaten Lombok Tengah; Desa Uma Sima kabupaten Sumbawa, lan Desa So Nggajah, kabupaten Dompu; (2) dialek Sakra sing dinggo ing Desa Sakra, Kabupaten Lombok Tengah; (3) dialek Sepayung sing dinggo ing Desa Sepayung, Kabupaten Sumbawa.</p>
<p>Katrangan ing ndhuwur bisa karingkes kaya tabel ing ngisor iki.</p>
<table width="565" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="36">
<p align="center"><strong>No</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="142">
<p align="center"><strong>Wilayah</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="321">
<p align="center"><strong>Dialek</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="66">
<p align="center"><strong>Cacahe </strong><strong>D</strong><strong>ialek</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">1</td>
<td valign="top" width="142">NAD</td>
<td valign="top" width="321">Sidorejo</td>
<td valign="top" width="66">4</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142"></td>
<td valign="top" width="321">Bukit Pidie</td>
<td valign="top" width="66"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142"></td>
<td valign="top" width="321">Alue Ie Itam</td>
<td valign="top" width="66"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142"></td>
<td valign="top" width="321">Purwodadi</td>
<td valign="top" width="66"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">2</td>
<td valign="top" width="142">Sumatra Selatan</td>
<td valign="top" width="321">Makarti Jaya</td>
<td valign="top" width="66">3</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142"></td>
<td valign="top" width="321">Gelebak-Dalam Sebubus</td>
<td valign="top" width="66"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142"></td>
<td valign="top" width="321">Penyandingan</td>
<td valign="top" width="66"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">3</td>
<td valign="top" width="142">Sumatra Utara</td>
<td valign="top" width="321">Bukit Mas</td>
<td valign="top" width="66">9</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142"></td>
<td valign="top" width="321">Sengon Sari</td>
<td valign="top" width="66"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142"></td>
<td valign="top" width="321">Buntu Pane</td>
<td valign="top" width="66"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142"></td>
<td valign="top" width="321">Kampung Pajak</td>
<td valign="top" width="66"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142"></td>
<td valign="top" width="321">Wonosari</td>
<td valign="top" width="66"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142"></td>
<td valign="top" width="321">Tuntungan</td>
<td valign="top" width="66"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142"></td>
<td valign="top" width="321">Naga Kesiangan</td>
<td valign="top" width="66"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142"></td>
<td valign="top" width="321">Mayang</td>
<td valign="top" width="66"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142"></td>
<td valign="top" width="321">Muka Payang</td>
<td valign="top" width="66"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142">Jambi</td>
<td valign="top" width="321">Senyerang</td>
<td valign="top" width="66">4</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142"></td>
<td valign="top" width="321">Rantau Jaya</td>
<td valign="top" width="66"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142"></td>
<td valign="top" width="321">Pematang Kancil</td>
<td valign="top" width="66"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142"></td>
<td valign="top" width="321">Semarandan</td>
<td valign="top" width="66"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142">Bengkulu</td>
<td valign="top" width="321">Bengkulu</td>
<td valign="top" width="66">1</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142">Lampung</td>
<td valign="top" width="321">Lampung</td>
<td valign="top" width="66">1</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142">Jawa:</td>
<td valign="top" width="321"></td>
<td valign="top" width="66"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142">Jawa Barat</td>
<td valign="top" width="321">Pantai Utara</td>
<td valign="top" width="66">4</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142"></td>
<td valign="top" width="321">Cikoneng</td>
<td valign="top" width="66"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142"></td>
<td valign="top" width="321">Cirebon</td>
<td valign="top" width="66"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142"></td>
<td valign="top" width="321">Ciamis</td>
<td valign="top" width="66"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142">Jawa Tengah</td>
<td valign="top" width="321">Pekalongan</td>
<td valign="top" width="66">5</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142"></td>
<td valign="top" width="321">Wonosobo</td>
<td valign="top" width="66"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142"></td>
<td valign="top" width="321">Banyumas</td>
<td valign="top" width="66"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142"></td>
<td valign="top" width="321">Tegal</td>
<td valign="top" width="66"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142"></td>
<td valign="top" width="321">Solo-Yogya</td>
<td valign="top" width="66"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142">Jawa Timur</td>
<td valign="top" width="321">Solo-Yogya (= Jawa Tengah)</td>
<td valign="top" width="66">4</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142"></td>
<td valign="top" width="321">Osing</td>
<td valign="top" width="66"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142"></td>
<td valign="top" width="321">Tengger</td>
<td valign="top" width="66"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142"></td>
<td valign="top" width="321">Jawa Timur</td>
<td valign="top" width="66"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142"></td>
<td valign="top" width="321"><span style="text-decoration:underline;">Diponggo</span></td>
<td valign="top" width="66"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142">NTB</td>
<td valign="top" width="321">Praya</td>
<td valign="top" width="66">3</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142"></td>
<td valign="top" width="321">Sakra</td>
<td valign="top" width="66"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142"></td>
<td valign="top" width="321">Sepayung</td>
<td valign="top" width="66"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142">Kaltim</td>
<td valign="top" width="321">Segihan</td>
<td valign="top" width="66">4</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142"></td>
<td valign="top" width="321">Ponoragan</td>
<td valign="top" width="66"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142"></td>
<td valign="top" width="321">Kayungo</td>
<td valign="top" width="66"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142"></td>
<td valign="top" width="321">Karang Joang</td>
<td valign="top" width="66"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142">Kalsel</td>
<td valign="top" width="321">Megasari</td>
<td valign="top" width="66">2</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142"></td>
<td valign="top" width="321">Tanah Bumbu</td>
<td valign="top" width="66"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142">Sultra</td>
<td valign="top" width="321">Sultra</td>
<td valign="top" width="66">1</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="142"></td>
<td valign="top" width="321"></td>
<td valign="top" width="66">45</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Adhedasar tabel iku, dialek  Jawa kanthi dhasar etungan dialektometri ana 45 (cf. Pusat Bahasa. 2008). Kajaba iku, yen basa Jawa ing Noumea, New Guinea lan Suriname bisa diarani dialek, dadi ana 47 dialek  Jawa. Iki tegese, dialek Jawa sumebar ora mung ing Indonesia, nanging uga tekan negara manca.</p>
<p>Kajaba perangan basa Jawa dadi 47 dialek iku, miturut Wikipedia, basa Jawa  kaperang dadi  nem belas dialek, yaiku: dialek Banten, Banyumasan, Blora, Brebes, Bumiayu, Cirebon, Kedu, Madiun, Pantura  Wetan, Pekalongan, Semarang, Serang, Surabaya, Surakarta, Suriname, lan Tegal. Kajaba  iku, Osing lan Tengger dianggep dadi basa dhewe (dudu dialek, cf.  <a href="http://id.wikipedia.org/wiki">http://id.wikipedia.org/wiki</a>). Etungan miturut Wikipedia iku ora dinggo dhasar tulisan iki amarga dhasar nemtokake dialeke ora pati cetha.</p>
<p>B. PASINAON DIALEK-DIALEK JAWA ING SEKOLAHAN</p>
<p>Pasinaon basa Jawa  ing sekolahan lumaku kanthi sarana buku ajar. Ing Jawa Tengah, kanggo tingkat SD, digunakake buku-buku “Remen Basa Jawi” (Erlangga), “Aku Bisa Basa Jawa” (Yudhistira);  tingkat SMP: “Marsudi Basa lan Sastra Jawa Anyar” (Erlangga),“Padha Bisa Basa Jawa” (Yudhistira); tingkat SMA “Kabeh Seneng Basa Jawa” (Yudhistira (SMA/SMK).Kanggo  Jawa Timur, kanggo tingkat SD dinggo buku “Pinter Basa Jawa” (Yudhistira), “Sinau Basa Jawa” (Intan Pariwara), “Tuturan Basa Jawa” (Yudhistira); tingkat SMP “Pinter Basa Jawa” (Yudhistira), “Sinau Basa Jawa” (CV Aneka Ilmu), “Widya Basa Jawa” (Erlangga). Buku kang kanggo  Jawa Tengah nganggo ketrangan “Piwulang basa Jawa Muatan lokal Wajib Jawa Tengah” lan sing kanggo  Jawa Timur nganggo keterangan  “Kacundhukaken kaliyan kurikulum basa Jawa Jawa Timur, saged kangge dhasar angrakit KTSP”. Buku ajar basa Jawa sing kanggo dialek saliyane Jawa Timur lan Jawa Tengah durung tinemu.</p>
<p>Kanthi luwih mligi, pasinaon sing adhedasar dialek durung akeh dileksanakake. Pasinaon basa Jawa ing sekolahan luwih becik  nganggo pathokan basa baku. Dialek pancen bisa kanggo pasinaon tambahan,  nganggo tuladha omong-omongan kekancan lan sapanunggale. Dialek sing ditulis wutuh bisa  ditulis kanthi keterangan tambahan.  Kajaba dialek geografis, sejatine luwih apik maneh yen uga ditulis babagan sing ana gandheng-cenenge karo dialek sosial kang bisa kanggo tuladha tumrap para mudha.</p>
<p>Sabenere babagan  basa akeh gegayutane karo pakulinan lan sikap. Pakulinan iki sesambungane karo nggunakake basa ing lingkungan tartamtu. Mula, pasinaon basa Jawa uga perlu dikuwati kanthi mulangake basa kang digunakake ing masyarakat. Buku ajar basa Jawa katone durung cukup kanggo mbendung kabeh informasi sing mlebu. Perlu ana langkah-langkah <em>inovatif</em> kanthi cara nggawe <em>software</em>  basa Jawa, <em>media</em> pasinaon kang nganggo  basa Jawa, lan  forum-forum diskusi sing nggunakake basa Jawa.</p>
<p>Satemene, pigune media sing ndungkap utawa nganggo basa Jawa uga diarep-arep. Pawarta ing radio utawa  TV sing nggunakake basa Jawa wis ana (Kisyani, 2004b), nanging durung ana TV sing siarane adhedasar basa Jawa. Koran sing nyediyakake rubrik kanggo basa Jawa uga isih langka. <strong>Koran ngendi sing wani nyediyakake separo utawa sakaca saben dina kanggo ngleluri basa Jawa?</strong> Luwih becik maneh yen basa Jawa sing ditulis  ing koran iku basa Jawa kanggo para mudha lan bocah (dialek sosial) merga golongan kasebut mengko kang dadi paneruse basa. Majalah basa Jawa sing saiki ana, pemaose akeh-akehe wis bisa diarani sepuh. Ora akeh para mudha sing isih gati marang majalah basa Jawa.</p>
<p>Kajaba iku, dialek Jawa ing sanjabane Pulo Jawa samesthine tetep disinaoni dening penganggone. Dadi perlu ana pasinaon basa Jawa ing sekolahan-sekolahan sing bocah-bocahe padha duwe ugeman basa ibu basa Jawa. Mula saka iku, perlu ana guru-guru basa Jawa sing bisa mulang ing daerah-daerah luwar Jawa. Kanthi cara iku, basa Jawa bisa disengkuyung lan dileluri supaya ngrembaka.</p>
<p>C. BAUSASTRA JAWA (KAMUS)</p>
<p>Bausastra (kamus) dadi salah sawijine cara kanggo angleluri basa. Kanthi anane bausastra, sawijining basa bisa disinaoni dening liyan. Kamus-kamus basa Jawa sing wis cumepak, ing antarane.</p>
<p>1. S. Prawiroatmojo. 1981. <em>Bausastra Jawa-Indonesia</em>. Jakarta: Gunung Agung.</p>
<p>2. Haryana Harjawiyana lan Th. Supriya. 2001. <em>Kamus Unggah-Ungguh Basa Jawa</em>. Yogyakarta: Kanisius.</p>
<p>3.  Th Pigeaud. 1938. <em>Javaans-Nederlands: Handwoordenboek</em>. Batavia: Groningen Batavia, Wolters.</p>
<p>4.  Sugiarto dkk. 1995. <em>Kamus Indonesia-Daerah: Jawa, Bali, Sunda, Madura</em>. Jakarta: Gramedia.</p>
<p>5. S.A. Mangunsuwito. 2002. <em>Kamus Lengkap Basa Jawa</em>. CV Krama Widya.</p>
<p>6.  Balai Bahasa Yogyakarta. 2001. <em>Kamus Basa Jawa (Bausastra Jawa)</em>. Yogyakarta: Kanisius.</p>
<p>7.  Majendra Maheswara. Tanpa taun. <em>Kamus Jawa-Indonesia, Indonesia-Jawa</em>. Pustaka Mahardhika.</p>
<p>8. M. W. Kawuryan. 2011. <em>Kamus </em><em>L</em><em>engkap Jawa-Indonesia, Indonesia-Jawa</em>. Panji Pustaka.</p>
<p>9.  Partaatmadja, S. 1992. <em>Kamus Praktis Jawa-Indonesia </em>(Suripan Sadi Hutomo, Ed.)<em>.</em> Surabaya: Yayasan Djojo Bojo</p>
<p>11. Poerwadarminta, W.J.S.,  1939. <em>Baoesastra Djawa</em>. Batavia: J.B. Wolters Uitgevers Maatschappij N.V.</p>
<p>12. Poerwadarminta, W.J.S.,  1948. <em>Baoesastra Djawi-Indonesia</em>. Djakarta: Bale Poestaka</p>
<p>13. Sasrasoeganda, R. 1914. <em>Baoesastra Melajoe-Djawa</em>. Batavia: Bale Poestaka</p>
<p>14. Sudaryanto, Ed. 1991. <em>Kamus Indonesia-Jawa.</em> Yogyakarta: Duta wacana University Press.</p>
<p>15. Sudaryanto lan Pranowo, Ed. 2001. <em>Kamus Pepak Basa Jawa.</em> Yogyakarta: Badan Pekerja Kongres Bahasa Jawa</p>
<p>16. Moelyadi. Tanpa Taun. <em>Kamus Kecil Jawa-Indonesia</em>. Klaten: Sahabat.</p>
<p>Kajaba iku ana uga kamus basa Jawa kang bisa diundhuh saka internet, kaya dene: <a href="http://www.wakjaman.com/">www.wakjaman.com</a>; <a href="http://www.gubugreyot.com/">www.gubugreyot.com</a>; <a href="http://www.goldvision.com/">www.goldvision.com</a> (durung bisa); insicoico.blogspot.com; familiazam.com; http://jv.wiktionary.org.</p>
<p>Kajaba bausastra ana uga Direktori Kejawaen sing dianggit dening Sudaryanto dan Pranoto taun  2001 ing Yogyakarta lumantar Badan Pekerja Kongres Bahasa Jawa.</p>
<p>Kajaba kamus basa Jawa lan direktori, uga ana kamus dialek Jawa, kaya dene:</p>
<ol>
<li>Munadi Patmadiwira. 1977. <em>Kamus Dialek Jawa Banten – Indonesia.</em> Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Basa.</li>
<li>M. Djupri. <em>Kamus Suroboyoan Indonesia</em>. Henk Publica</li>
<li>Kamus Dialek Tegal.</li>
<li>Dini Lestari. 2008. <em>Kamus Dialek Semarang</em>. Semarang</li>
<li>M Koderi dan Fadjar P. 1996. <em>Ka</em><strong><em>mus Dialek Banyumas-Indonesia</em></strong>. Purwokerto: Badan Kesenian Banyumas.</li>
</ol>
<p>Kanggo ngrembakakake basa Jawa, kajaba bausastra, tembung-tembung ing basa Jawa pangajab uga bisa disilih lan dinggo basa liyane. Yen tembung-tembung basa Jawa disilih basa liya, ana pangarep basa Jawa bisa luwih ketrima masyarakat akeh apa maneh yen bisa ketrima masyarakat donya (Kisyani-Laksono, 2007, 2009)</p>
<p>Kanthi cacahe panganggo basa Jawa kang akeh lan anane bausastra elektronik basa Jawa ing <em>laman</em> internet, durung ateges basa Jawa bisa kalebu basa sing digatekake masyarakat ing donya. Salah sijining bukti bab iku yaiku basa Jawa nganti saiki isih durung mlebu ing mesin panjarwan (<em>penerjemah/translater</em>) basa <em>googletranslate</em>. Ing <em>googletranslate</em> saiki (Oktober 2011) ana 64 basa kang disuguhake, yaiku (diurut miturut abjad): <em>Afrikaans,</em> <em>Albanian, Arabic, Armanian, Azerbaijani,Basque, Belarusian, Bengali, Bulgarian, Catalan, Chinese (simplified), Chinese (traditional), Croatian, Czech, Danish, Dutch, English, Estonian, Filipino, Finnish, Frenc, Galician,Georgian, German, Greek, Gujarati,Haitian Creole, Hebrew, Hindi, Hungarian,Icelandic,  Indonesia, Irish, Italian, Japanese, Kannada, Korean, Latin,  Latvinian, Lithuanian, Macedonian, Malay, Maltese, Norwegian, Persian, Polish, Portugal, Rumanian, Russian, Serbian, Slovak, Slovenia, Spanish,Swahili,  Swedish, Tamil, Telugu, Thai, Turkish, Ukrainian, Urdu, Vitenamese, Welsh, Yiddish.</em> “<em>Albanian, Arabic, Bulgarian, Catalan, Chinese (simplified), Chinese (traditional), Croatian, Czech, Danish, Dutch, English, Estonian, Filipino, Finnish, Frenc, Galician, German, Greek, Hebrew, Hindi, Hungarian, Indonesia, Italian, Japanese, Korean, Latvinian, Lithuanian, Norwegian, Polish, Portugal, Rumanian, Russian, Serbian, Slovak, Slovenia, Spanish, Swedish, Thai, Turkish, Ukrainian, Vitenamese</em>.”</p>
<p>Kamangka Asia kalebu  penganggo internet kang akeh dhewe (44%), banjur Eropa (22,7%), Afrika Utara (13%), lan sateruse.</p>
<p>Kajaba iku, Indonesia kalebu dadi penganggo internet nomer papat ing urutan donya (China 477 yuta, India 100 yuta, Jepang 99,2 yuta, Indonesia 39,6 yuta). Nanging penganggo ing Indonesia ora ateges nuduhake akehing penganggo basa Indonesia utawa Jawa. Urutan akehing basa kang digunakake ing internet bisa kawaca ing tabel iki (Top Ten Languages Internet Stats, 31 Mei 2011).</p>
<div align="center">
<table width="642" border="0" cellspacing="1" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="7" width="639">
<div align="center">
<table width="100%" border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="98%">Top Ten Languages Used in the Web<br />
( Number of Internet Users by Language )</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p align="center">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="131">TOP TEN LANGUAGES<br />
IN THE INTERNET</td>
<td width="121">Internet Users<br />
by Language</td>
<td width="95">Internet<br />
Penetration<br />
by Language</td>
<td width="92">Growth<br />
in Internet<br />
(2000 &#8211; 2011)</td>
<td width="104">Internet Users<br />
% of Total</td>
<td width="88">World Population<br />
for this Language<br />
(2011 Estimate)</td>
<td width="0"></td>
</tr>
<tr>
<td width="131"><a href="http://www.internetworldstats.com/languages.htm" target="_blank">English</a></td>
<td width="121">565,004,126</td>
<td width="95">43.4 %</td>
<td width="92">301.4 %</td>
<td width="104">26.8 %</td>
<td width="88">1,302,275,670</td>
<td width="0"></td>
</tr>
<tr>
<td width="131"><a href="http://www.internetworldstats.com/stats17.htm" target="_blank">Chinese</a></td>
<td width="121">509,965,013</td>
<td width="95">37.2 %</td>
<td width="92">1,478.7 %</td>
<td width="104">24.2 %</td>
<td width="88">1,372,226,042</td>
<td width="0"></td>
</tr>
<tr>
<td width="131"><a href="http://www.internetworldstats.com/stats13.htm" target="_blank">Spanish</a></td>
<td width="121">164,968,742</td>
<td width="95">39.0 %</td>
<td width="92">807.4 %</td>
<td width="104">7.8 %</td>
<td width="88">423,085,806</td>
<td width="0"></td>
</tr>
<tr>
<td width="131"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Japanese_language" target="_blank">Japanese</a></td>
<td width="121">99,182,000</td>
<td width="95">78.4 %</td>
<td width="92">110.7 %</td>
<td width="104">4.7 %</td>
<td width="88">126,475,664</td>
<td width="0"></td>
</tr>
<tr>
<td width="131"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Portugese_language" target="_blank">Portuguese </a></td>
<td width="121">82,586,600</td>
<td width="95">32.5 %</td>
<td width="92">990.1 %</td>
<td width="104">3.9 %</td>
<td width="88">253,947,594</td>
<td width="0"></td>
</tr>
<tr>
<td width="131"><a href="http://www.internetworldstats.com/stats18.htm" target="_blank">German</a></td>
<td width="121">75,422,674</td>
<td width="95">79.5 %</td>
<td width="92">174.1 %</td>
<td width="104">3.6 %</td>
<td width="88">94,842,656</td>
<td width="0"></td>
</tr>
<tr>
<td width="131"><a href="http://www.internetworldstats.com/stats19.htm" target="_blank">Arabic</a></td>
<td width="121">65,365,400</td>
<td width="95">18.8 %</td>
<td width="92">2,501.2 %</td>
<td width="104">3.3 %</td>
<td width="88">347,002,991</td>
<td width="0"></td>
</tr>
<tr>
<td width="131"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/French_language" target="_blank">French</a></td>
<td width="121">59,779,525</td>
<td width="95">17.2 %</td>
<td width="92">398.2 %</td>
<td width="104">3.0 %</td>
<td width="88">347,932,305</td>
<td width="0"></td>
</tr>
<tr>
<td width="131"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Russian_language" target="_blank">Russian</a></td>
<td width="121">59,700,000</td>
<td width="95">42.8 %</td>
<td width="92">1,825.8 %</td>
<td width="104">3.0 %</td>
<td width="88">139,390,205</td>
<td width="0"></td>
</tr>
<tr>
<td width="131"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Corean_language" target="_blank">Korean</a></td>
<td width="121">39,440,000</td>
<td width="95">55.2 %</td>
<td width="92">107.1 %</td>
<td width="104">2.0 %</td>
<td width="88">71,393,343</td>
<td width="0"></td>
</tr>
<tr>
<td width="131">TOP 10 LANGUAGES</td>
<td width="121">1,615,957,333</td>
<td width="95">36.4 %</td>
<td width="92">421.2 %</td>
<td width="104">82.2 %</td>
<td width="88">4,442,056,069</td>
<td width="0"></td>
</tr>
<tr>
<td width="131">Rest of the Languages</td>
<td width="121">350,557,483</td>
<td width="95">14.6 %</td>
<td width="92">588.5 %</td>
<td width="104">17.8 %</td>
<td width="88">2,403,553,891</td>
<td width="0"></td>
</tr>
<tr>
<td width="131"><a href="http://www.internetworldstats.com/stats.htm" target="_blank">WORLD TOTAL</a></td>
<td width="121">2,099,926,965</td>
<td width="95">30.3 %</td>
<td width="92">481.7 %</td>
<td width="104">100.0 %</td>
<td width="88">6,930,055,154</td>
<td width="0"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7" valign="top" width="639">NOTES: (1) Top Ten Languages Internet Stats were updated for May 31 2011. (2) Internet Penetration is the ratio between the sum of Internet users speaking a language and the total population estimate that speaks that specific language. (3) The most recent Internet usage information comes from data published by <a href="http://www.nielsen-online.com/" target="_blank">Nielsen Online</a>, <a href="http://www.itu.int/" target="_blank">International Telecommunications Union</a>, <a href="http://www.gfk.com/" target="_blank">GfK</a>, and other reliable sources. (4) World population information comes from the <a href="http://www.census.gov/" target="_blank">U.S. Census Bureau</a> . (5) For definitions and navigation help in several languages, see the <a href="http://www.internetworldstats.com/surfing.htm" target="_blank">Site Surfing Guide</a>. (6) Stats may be cited, stating the source and establishing an active link back to <a href="http://www.internetworldstats.com/">Internet World Stats</a>. Copyright © 2011, Miniwatts Marketing Group. All rights reserved worldwide.</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7" width="639"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p>Ing tabel iku,  basa Indonesia, basa Jawa, lan basa liya-liyane  kalebu ing itungan 14. 6%.</p>
<p>D. DUDUTAN</p>
<p>Akehe panganggo basa Jawa lan akehe dialek Jawa bisa kanggo cagak nyengkuyung lan angleluri basa Jawa. Nanging, perlu dieling-eling uga  babagan iku bener-bener migunani yen basa Jawa lan dialeke isih dinggo kanggo pakulinan saben dina. Panganggo basa Jawa bisa wae ninggalake basa Jawa utawa dialeke yen dheweke rumangsa basa Jawa ora bisa murakabi kanggo ndungkap karepe ati lan pikirane; utawa rumangsa  basa liya isih luwih bisa kanggo ndungkap karepe ati lan pikirane. Yen panganggo basa Jawa luwih percaya basa liya luwih apik, luwih duwe perbawa, lan luwih bisa kanggo ndungkap ati lan pikiran, iku tandha-tandha basa Jawa bakal lara lan cures. Mula saka iku, dialek Jawa ing Pulo Jawa lan ing sanjabane Pulo Jawa semesthine bisa terus dileluri supaya ngrembaka.</p>
<p>Salah sijining  cara sing manjur kanggo babagan iku, yaiku basa Jawa dinggo ing bebrayan saben dina (lesan lan tulisan) lan disinaoni ing sekolahan. Sokur-sokur yen tembung-tembunge disilih utawa dinggo basa liya. Yen basa Jawa dibutuhake kanggo sarana komunikasi saben dina ing masyarakat lan disinaoni ing sekolahan, Insya Allah basa Jawa bakal terus lestari lan ngrembaka…amin.</p>
<p align="center"><strong>DAFTAR PUSTAKA</strong></p>
<p>Grimes, Barbara dalam <em>Summer Institute of Linguistics</em> (SIL). “Geographical Linguistics”. <a href="http://www.yahoo.com/">http://www.yahoo.com</a>. Diunduh 25 Oktober 2010.</p>
<h1><a href="http://www.infoplease.com/ipa/A0775272.html">http://www.infoplease.com/ipa/A0775272.html</a>. “Most Widely Spoken Languages in the World”.Diunduh 1 Oktober 2011.</h1>
<p><a href="http://www.internetworldstats.com/stats7.htm">http://www.internetworldstats.com/stats7.htm</a>, diunduh 4 Oktober 2011.</p>
<h1>http://www.wikipwdia.com.  “List of Languages by Number of Native Speakers”.Diunduh 1 Oktober 2011.</h1>
<p>http://www.googletranslate.</p>
<p>Kisyani-laksono.  2004b. “Pojok Kampung:  Siaran Berita Berbahasa Jawa yang Naik Daun”.  Surabaya. Dalam <em>Simposium Internasional III Bahasa, Sastra, dan Budaya Austronesia</em>, 19–21 Agustus 2004. Denpasar.</p>
<p>___________. 2004a. Bahasa Jawa di Jawa Timur Bagian Utara dan Blambangan. Jakarta: Pusat Bahasa.</p>
<p>__________.2009. “Bahasa Daerah di Indonesia: Meretas Jalan untuk Berrtahan Hidup dan/atau Berkembang”. Pidato Pengukuhan Guru Besar. Surabaya: Unesa Press.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;-. 2007. ”Sumbangan Kosakata Bahasa Daerah”. Dalam <em>Seminar Bahasa-bahasa Daerah di Wilayah Indonesia Timur.</em> Ambon.</p>
<p>Lasmirin, Mudoyo, lan Rudjimin. 2010. Marsudi Basa Jawa kangge Siswa   SD/MI. Surakarta: Tiga Serangkai.</p>
<p>Latif, Yudi dan Idi Subandy Ibrahim (Ed.).  1996. <em>Bahasa dan Kekuasaan</em>. Bandung: Mizan.</p>
<p>Mahsun. 2005. ”Indigenisasi Bahasa Sumbawa di Lombok: Proses Adaptasi Menuju Pergeseran atau Pemertahaan Bahasa?”.  Dalam <em>Persidangan Linguistik Asian Ketiga</em>, 29—30 November 2005. Jakarta: Pusat Bahasa.</p>
<p>Priyantono lan Sawukir. 2010. Marsudi Basa lan Sastra Jawa Anyar Kango SMP. Jakarta: Erlangga.</p>
<p>Tim Pena Guru. 2010. Remen Basa Jawi SD/MI. Jakarta: Erlangga.</p>
<p>Yatmana, Sudi dkk. 2009. Kabeh Seneng Basa Jawa: Sesuai Kurikulum Muatan Lokal Jawa Tengah, SMA/SMK. Semarang: Yudhistira.</p>
<p>Yatmana, Sudi lan Bambang Eko Istiyono. 2006. Padha Seneng Basa Jawa SMP. Semarang: Yudhistira.</p>
<p>Yatmana, Sudi. 2010. Aku Bisa Basa Jawa SD/MI. Semarang: Yudhistira.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kisyani.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kisyani.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kisyani.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kisyani.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kisyani.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kisyani.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kisyani.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kisyani.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kisyani.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kisyani.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kisyani.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kisyani.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kisyani.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kisyani.wordpress.com/325/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kisyani.wordpress.com&amp;blog=2894543&amp;post=325&amp;subd=kisyani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisyani.wordpress.com/2011/11/25/kongres-basa-jawa-v-kbj-v/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/557709c5d52155238e65a2924ac4f290?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HYMNE UNESA</title>
		<link>http://kisyani.wordpress.com/2011/11/04/hymne-unesa/</link>
		<comments>http://kisyani.wordpress.com/2011/11/04/hymne-unesa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Nov 2011 01:00:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kisyani</dc:creator>
				<category><![CDATA[mutiara doa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisyani.wordpress.com/?p=320</guid>
		<description><![CDATA[HYMNE UNESA Dengan tekad berjuang dengan dasar Pancasila meningkatkan kualitas sumber daya manusia Universitas Negeri Surabaya mengembangkan ilmu berwawawsan budaya dengan rasa cipta karya dan doa dalam smangat menyala melangkahlah Unesa menyiapkan tenaga tuk Indonesia nan jaya &#160;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kisyani.wordpress.com&amp;blog=2894543&amp;post=320&amp;subd=kisyani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>HYMNE UNESA</p>
<p>Dengan tekad berjuang</p>
<p>dengan dasar Pancasila</p>
<p>meningkatkan kualitas sumber daya manusia</p>
<p>Universitas Negeri Surabaya</p>
<p>mengembangkan ilmu berwawawsan budaya</p>
<p>dengan rasa cipta karya dan doa</p>
<p>dalam smangat menyala</p>
<p>melangkahlah Unesa</p>
<p>menyiapkan tenaga tuk Indonesia nan jaya</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kisyani.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kisyani.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kisyani.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kisyani.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kisyani.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kisyani.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kisyani.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kisyani.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kisyani.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kisyani.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kisyani.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kisyani.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kisyani.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kisyani.wordpress.com/320/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kisyani.wordpress.com&amp;blog=2894543&amp;post=320&amp;subd=kisyani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisyani.wordpress.com/2011/11/04/hymne-unesa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/557709c5d52155238e65a2924ac4f290?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MARS UNESA</title>
		<link>http://kisyani.wordpress.com/2011/11/04/mars-unesa/</link>
		<comments>http://kisyani.wordpress.com/2011/11/04/mars-unesa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Nov 2011 00:57:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kisyani</dc:creator>
				<category><![CDATA[mutiara doa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisyani.wordpress.com/?p=317</guid>
		<description><![CDATA[MARS UNESA Semangat berjuang mengabdi nusa bangsa kembangkan ilmu dan seni membangun berdasarkan Pancasila siaga bela negara tingkatkan peran sumber daya manusia demi Indonesia tercinta wujudkan amalkan ilmu iman dan taqwa Unesa tetap jaya<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kisyani.wordpress.com&amp;blog=2894543&amp;post=317&amp;subd=kisyani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MARS UNESA</p>
<p>Semangat berjuang mengabdi nusa bangsa</p>
<p>kembangkan ilmu dan seni</p>
<p>membangun berdasarkan Pancasila</p>
<p>siaga bela negara</p>
<p>tingkatkan peran sumber daya manusia</p>
<p>demi Indonesia tercinta</p>
<p>wujudkan amalkan ilmu iman dan taqwa</p>
<p>Unesa tetap jaya</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kisyani.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kisyani.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kisyani.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kisyani.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kisyani.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kisyani.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kisyani.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kisyani.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kisyani.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kisyani.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kisyani.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kisyani.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kisyani.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kisyani.wordpress.com/317/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kisyani.wordpress.com&amp;blog=2894543&amp;post=317&amp;subd=kisyani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisyani.wordpress.com/2011/11/04/mars-unesa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/557709c5d52155238e65a2924ac4f290?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MERETAS TANTANGAN PENDIDIKAN TINGGI TERBUKA JARAK JAUH (PTJJ)</title>
		<link>http://kisyani.wordpress.com/2011/08/27/meretas-tantangan-pendidikan-tinggi-terbuka-jarak-jauh-ptjj/</link>
		<comments>http://kisyani.wordpress.com/2011/08/27/meretas-tantangan-pendidikan-tinggi-terbuka-jarak-jauh-ptjj/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Aug 2011 13:12:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kisyani</dc:creator>
				<category><![CDATA[BUAH PIKIR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisyani.wordpress.com/?p=315</guid>
		<description><![CDATA[&#160; MERETAS TANTANGAN PENDIDIKAN TINGGI TERBUKA JARAK  JAUH (PTJJ) Kisyani-Laksono (Unesa/ UPBJJ-UT Surabaya) 2010 &#160; Abstrak Sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh selalu tertantang untuk terus berupaya menyediakan layanan berkualitas kepada peserta-didik, menawarkan metode baru, memanfaatkan teknologi-tepat-guna, serta menyelenggarakan program pendidikan yang fleksibel. Berbagai tantangan yang dihadapi oleh Universitas Terbuka (UT),  khususnya di UPBJJ-UT Surabaya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kisyani.wordpress.com&amp;blog=2894543&amp;post=315&amp;subd=kisyani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p align="center"><strong>MERETAS TANTANGAN</strong></p>
<p align="center"><strong>PENDIDIKAN TINGGI TERBUKA JARAK  JAUH (PTJJ)</strong></p>
<p align="center"><strong>Kisyani-Laksono (Unesa/ UPBJJ-UT Surabaya)</strong></p>
<p align="center"><strong>2010</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Abstrak</strong></p>
<p>Sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh selalu tertantang untuk terus berupaya menyediakan layanan berkualitas kepada peserta-didik, menawarkan metode baru, memanfaatkan teknologi-tepat-guna, serta menyelenggarakan program pendidikan yang fleksibel. Berbagai tantangan yang dihadapi oleh Universitas Terbuka (UT),  khususnya di UPBJJ-UT Surabaya  pada dasarnya  terkait dengan masalah (1) jumlah mahasiswa UT non-FKIP dan nonpendas, (2) keterbatasan ekonomi, (3) jaringan komunikasi/teknologi informasi (faktor geografis), (4) akses bank, (5) sosiokultural, dan (6) sistem penjaminan mutu. Secara geografis, daerah terpencil—misalnya&#8211;saat ini belum dapat dijangkau secara cepat karena keterbatasan sarana transportasi, akses bank, dan jaringan-komunikasi/teknologi informasi. Berbagai solusi diupayakan biarpun tidak menutup kemungkinan adanya beberapa hal yang belum dapat dicarikan solusi tepatnya.  Paling tidak hal ini dapat dijadikan refleksi untuk perencanaan ke depan yang lebih baik lagi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>PENDAHULUAN</strong></p>
<p>UU RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) telah memasukkan konsep-konsep baru dalam penyelenggaraan sistem pendidikan nasional di Indonesia. Salah satu konsep baru adalah masuknya sistem pendidikan jarak jauh sebagai bagian integral dari instrumentasi dan praksis pendidikan nasional. Pada dasarnya, pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan jarak jauh menjadi ciri utama Universitas Terbuka (UT). UT adalah Perguruan Tinggi Negeri ke-45 di Indonesia yang diresmikan pada tanggal 4 September 1984 berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 41 Tahun 1984. UT didirikan dengan tujuan (<a href="http://www.ut.ac.id/">www.ut.ac.id</a>, 2010):</p>
<ol>
<li>memberikan kesempatan yang luas bagi warga negara Indonesia dan warga negara asing, di mana pun tempat tinggalnya, untuk memperoleh pendidikan tinggi;</li>
<li>memberikan layanan pendidikan tinggi bagi mereka, yang karena bekerja atau karena alasan lain, tidak dapat melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi tatap muka;</li>
<li>mengembangkan program pendidikan akademik dan profesional sesuai dengan kebutuhan nyata pembangunan yang belum banyak dikembangkan oleh perguruan tinggi lain.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>UT menerapkan sistem belajar jarak jauh dan terbuka. Istilah jarak jauh berarti pembelajaran tidak dilakukan secara tatap muka, melainkan menggunakan media, baik media cetak (modul) maupun noncetak (audio/video, komputer/internet, siaran radio dan televisi). Makna terbuka adalah tidak ada pembatasan usia, tahun ijazah, masa belajar, waktu registrasi, dan frekuensi mengikuti ujian. Batasan yang ada hanyalah bahwa setiap mahasiswa UT harus sudah menamatkan jenjang pendidikan menengah atas (SMA atau yang sederajat).</p>
<p>Sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh selalu tertantang untuk terus berupaya menyediakan layanan berkualitas kepada peserta-didik dengan menyelenggarakan program pendidikan yang fleksibel.  Di UT, registrasi dibuka sepanjang tahun sehingga mahasiswa dapat mendaftar kapan saja. Oleh sebab itu, di UT tidak ada  mahasiswa <em>drop out </em>(DO) serta tidak dikenal istilah semester gasal dan semester genap. Untuk menyebut semester digunakan tahun ditambah dengan 1 untuk periode Januari—Juni dan 2 untuk periode Juli—Desember, misalnya 2010.1 dan 2010.2. Pada perguruan tinggi tatap  muka dikenal istilah gasal dan genap dengan contoh 2009/2010 semester gasal berarti sejajar dengan masa registrasi 2009.2 di UT, sedangkan 2009/2010 semseter genap sejajar dengan 2010.1 di UT.</p>
<p>Dalam hal cara belajar, mahasiswa UT diharapkan dapat belajar secara mandiri. Cara belajar mandiri menghendaki mahasiswa untuk belajar atas prakarsa atau inisiatif sendiri. Belajar mandiri dapat dilakukan secara sendiri ataupun berkelompok, baik dalam kelompok belajar maupun dalam kelompok tutorial. UT menyediakan bahan ajar yang dibuat khusus untuk dapat dipelajari secara mandiri. Selain menggunakan bahan ajar yang disediakan oleh UT, mahasiswa juga dapat mengambil inisiatif untuk  memanfaatkan perpustakaan, mengikuti tutorial baik secara tatap muka maupun melalui internet, radio, dan televisi, serta menggunakan sumber belajar lain seperti bahan ajar berbantuan komputer atau program audio/video. Walaupun demikian, bukan berarti bahwa pendidikan jarak jauh (PJJ) sama dengan autodidak. PJJ berbeda dengan pendidikan informal, autodidak, atau belajar sendiri karena PJJ mempersyaratkan adanya organisasi atau lembaga pendidikan yang memberikan perlakuan pendidikan kepada peserta didik/mahasiswa agar mereka menguasai pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diharapkan (Suparman dan Zuhairi, 2009). Lebih lanjut lagi, apabila mengalami kesulitan belajar, mahasiswa dapat meminta informasi atau bantuan tutorial kepada Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka (UPBJJ-UT) setempat (www.ut.ac.id)</p>
<p>UPBJJ adalah unit pelaksana teknis UT di daerah. Adapun fungsi dan tugas UPBJJ-UT adalah sebagai tempat mahasiswa untuk melakukan kegiatan administratif akademik dan/atau kegiatan akademik. .Untuk kegiatan sehari-hari, UPBJJ-UT mempunyai tugas penyelenggaraan pelayanan belajar jarak jauh. Dalam menyelenggarakan tugas tersebut UPBJJ-UT mempunyai fungsi pokok, yaitu (UPBJJ-UT Surabaya, 2010):</p>
<ol>
<li>melaksanakan kegiatan administrasi dan humas serta promosi;</li>
<li>melaksanakan kegiatan pelayanan administrasi akademik yang meliputi kegiatan registrasi dan pengujian. Kegiatan ini tidak dilakukan secara bersamaan tetapi sangat berkaitan dan berkesinambungan;</li>
<li>melaksanakan kegiatan pelayanan bantuan belajar dan layanan bahan ajar yang meliputi pelaksanaan tutorial, ko dan ekstrakurikuler;</li>
<li>mengembangkan, membina, dan melaksanakan kerja sama dengan berbagai instansi.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>PROFIL UPBJJ-UT SURABAYA</strong></p>
<p>Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka (UPBJJ-UT) Surabaya, beralamat di Kampus C Unair, Mulyorejo, Surabaya 60115. &#8216; (031) 5961861, 5961862; Ê  (031) 5961860; UPBJJ-UT  Surabaya adalah salah satu dari  37 UPBJJ yang ada di Indonesia. Jumlah pegawai secara keseluruhan adalah 58.</p>
<p>Wilayah jangkauannya meliputi  15 Kabupaten dan 3 Kota di Provinsi Jawa Timur, yakni: (1) Kota Surabaya, (2) Kabupaten Sidoarjo, (3) Kabupaten Gresik (termasuk pulau Bawean), (4) Kabupaten Tuban, (5) Kabupaten Lamongan, (6) Kabupaten Bojonegoro, (7) Kabupaten Mojokerto, (8) Kota Mojokerto, (9) Kabupaten Jombang, (10) Kabupaten Ngawi, (11) Kabupaten Madiun, (12) Kota Madiun, (13) Kabupaten Magetan, (14) Kabupaten Ponorogo, (15) Kabupaten Bangkalan, (16) Kabupaten Sampang, (17) Kabupaten Pamekasan, dan (18) Kabupaten Sumenep, termasuk Pulau Kangean, Sapudi, dan Sapeken.  (UPBJJ-UT Surabaya, 2006, 2007, 2010). Dibandingkan dengan UPBJJ-UT lain yang ada di Jawa Timur, UPBJJ-UT Surabaya dapat dikatakan sebagai satu-satunya UPBJJ-UT yang memiliki wilayah kerja yang terdiri atas daerah daratan dan daerah kepulauan,  yaitu di Kabupaten Gresik, Sampang, dan Sumenep. Kondisi geografis yang demikian, selain memberikan persoalan tersendiri bagi UPBJJ-UT Surabaya, juga menempa UPBJJ-UT Surabaya untuk mengembangkan kepemimpinan yang bersifat luwes, terbuka, dan berupaya mengembangkan seluruh potensi daerah yang ada (www.ut-surabaya.net, 2009).</p>
<p>Pada tahun 2009, jumlah mahasiswa aktif UPBJJ-UT Surabaya adalah 29.853  dengan  24.960 mahasiswa registrasi. Saat ini ada 31 tenaga akademik tetap di UPBJJ-UT Surabaya dan sekitar 984 tutor. Para tutor sebagian besar berasal dari Unesa, Unair, dan ITS. Beberapa tutor juga berasal dari beberapa perguruan tinggi, guru SMA berpendidikan S-2, atau praktisi.</p>
<p>UPBJJ-UT Surabaya menyelenggarakan 31 program studi (prodi) yang terdiri atas 2 prodi (PGSD dan PGPAUD) untuk program pendidikan dasar (pendas) dan 29 prodi untuk program nonpendas. Terkait dengan masalah koreksi hasil ujian esai, dalam program nonpendas, UPBJJ-UT Surabaya merupakan UPBJJ sentra untuk 17 UPBJJ jangkauan (mulai Surabaya ke timur sampai Jayapura, termasuk tiga UPBJJ di Kalimantan). Adapun untuk program pendas, UPBJJ-UT Surabaya merupakan wilayah sentra untuk enam UPBJJ, yakni Jember, Denpasar, Kupang, Palangkaraya, Banjar Masin, dan Samarinda. Para korektor di UPBJJ-UT Surabaya sebagian besar adalah dosen-dosen Unesa, kemudian beberapa dosen dari Unair, Unipa, Unitomo, Untag, Universitas Wijaya Kusuma, Univ Widya Mandala Madiun.</p>
<p>Beberapa prestasi manajerial telah dicapai oleh UPBJJ-UT Surabaya, di antaranya mulai tahun 2004, UPBJJ-UT Surabaya selalu memperoleh penghargaan manajerial. Bahkan pada 3 September 2007 diperoleh ISO 9001:2000 untuk <em>Distance Learning Services</em>.</p>
<p><strong>TANTANGAN </strong></p>
<p>Sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh selalu tertantang untuk terus berupaya menyediakan layanan berkualitas kepada peserta didik, menawarkan metode baru, memanfaatkan teknologi-tepat-guna, serta menyelenggarakan program pendidikan yang fleksibel. Berbagai tantangan yang harus dapat diatasi oleh UPBJJ-UT Surabaya saat ini pada dasarnya  terkait dengan masalah (1) jumlah mahasiswa UT non-FKIP dan nonpendas, (2) keterbatasan ekonomi, (3) jaringan komunikasi/teknologi informasi, (4) akses bank, (5) sosiokultural; (6) sistem penjaminan mutu. Banyak cerita yang dapat digali dari berbagai tantangan yang ada di lapangan. Hal itu tentu menarik untuk dikaji, dievaluasi, dan direfleksi  sehingga dapat dirumuskan solusi yang tepat untuk penanganannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li><strong>1.     </strong><strong>Jumlah Mahasiswa UT  Non-FKIP dan Nonpendas</strong></li>
</ol>
<p>Jumlah mahasiswa nonpendas di UPBJJ-UT Surabaya relatif sedikit, apalagi jumlah mahasiswa non-FKIP (19 prodi). Selain itu, jumlah mahasiswa UPBJJ-UT Surabaya lulusan SMA usia muda (17—23) masih sangat sedikit. Sebagian besar mahasiswa UPBJJ-UT Surabaya berprofesi sebagai guru dengan usia yang tidak lagi muda. Mereka sebagian besar berada di program studi PGSD dan PGPAUD (pendas) di dalam lingkup FKIP. Dari sekitar 30.420 mahasiswa pada tahun 2009 (sekitar 24.960 mahasiswa registrasi di UPBJJ-UT Surabaya), hanya sekitar 1.500 saja mahasiswa nonpendasnya. Dalam jumlah mahasiswa nonpendas itu pun masih ada mahasiswa FKIP-nya. Padahal,  mulai 2010, UT mencanangkan peningkatan mahasiswa non-FKIP dengan harapan UT dapat merekrut mahasiswa usia muda.  Bahkan dalam kebijakan dan sasaran kualitas, UPBJJ-UT tanggal 10 April 2010 digariskan adanya peningkatkan partispasi mahasiswa dengan ukuran: jumlah mahasiswa baru non-FKIP per UPBJJ vs jumlah mahasiswa baru non-FKIP tahun sebelumnya diargetkan naik 10% per tahun (Simintas, 2010). Target tersebut terpenuhi dalam penghitungan tahun 2010. Walaupun demikian, peningkatan perlu terus dilakukan.</p>
<p>Selain itu, UPBJJ-UT Surabaya juga merupakan UPBJJ sentra yang mengoreksi ujian uraian dari 17 UPBJJ (nonpendas) yang jumlahnya relatif sedikit, menyebar di  beberapa prodi, tetapi memerlukan korektor yang relatif banyak dari beberapa bidang keilmuan. Adapun jumlah koreksi terbanyak adalah yang untuk hasil ujian pendas, biarpun hanya dari enam UPBJJ dengan lebih sedikit korektor. Banyaknya hasil yang harus dikoreksi disikapi dengan jumlah hari yang diatur dalam beberapa gelombang. Selain itu, dengan jumlah mahasiswa registrasi sekitar 24.960 dan sekitar 58 pegawai serta 984 tutor, UPBJJ-UT Surabaya dituntut untuk terus berupaya menyediakan layanan berkualitas kepada peserta-didik serta menawarkan metode baru.</p>
<p>Dalam hal metode baru, mulai 2009, UT  meluncurkan paket sistem arahan semester (SIPAS) 19—23 yang berupaya untuk merekrut mahasiswa usia 19—23 guna merealisasikan target merekrut mahasiswa non-FKIP. Dalam hal ini UPBJJ-UT Surabaya mengupayakan pemberdayaan para penanggung jawab wilayah (PW). Di UPBJJ-UT Surabaya, setiap PW, khususnya PW akademik bertugas sebagai garda depan humas UPBJJ-UT Surabaya di wilayahnya masing-masing (15 kabupaten dan 3 kota). Semua  pegawai di UPBJJ-UT Surabaya (kecuali kepala, kasubag, dan koordinator) bertugas sebagai PW. Selain PW ada juga pengurus pokjar sebagai mitra kerja sama UT di daerah yang difasilitasi oleh Dinas Pendidikan tiap-tiap daerah. Hal itu pada umumnya berlaku untuk program pendas. Adapun program nonpendas relatif lepas dari unsur dinas pendidikan daerah, biar pun ada juga yang dikelola oleh dinas pendidikan daerah, misalnya: di Kabupaten Ponorogo dan Sampang (prodi D-II Perpustakaan dan D-IV Kearsipan).</p>
<p>Untuk merekrut mahasiswa nonpendas, rintisan kerja sama sistem paket arahan sipas (SIPAS) 19—23 yang berupaya merekrut mahasiswa usia 19&#8211;23 telah dilakukan dengan STISIP Muhammadiyah Madiun dan Fakultas Ekonomi Unair. Selanjutnya, untuk merekrtut mahasiswa nonpendas dan non-FKIP dilakukan pula kerja sama dengan Badan Diklat Provinsi Jawa Timur, Lembaga Pemasyarakatan, serta Kepolisian. Adapun kerja sama yang terkait dengan pelaksanaan program nonpendas dan pendas serta beasiswa dilakukan dengan bupati/kepala dinas/gubernur/kepala LPMP. Khusus untuk penyelenggaraan prodi S-1 Matametika konsentrasi minat komputer, kerja sama dilakukan dengan SMK1 Surabaya (ICT center Surabaya), Poltek Madiun, dan Seamolec yang berhasil merekrut 31 mahasiswa program studi S-1 Matematika di Madiun (UPBJJ-UT Surabaya, 2010).</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li><strong>2.     </strong><strong>Keterbatasan Ekonomi</strong></li>
</ol>
<p>Di Indonesia keterbatasan ekonomi menjadi salah satu kendala seseorang untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. Hal itu juga terjadi di UT, khususnya UPBJJ-UT Surabaya. Walaupun UT tergolong “murah” dalam hal penyelenggaraan, tetapi bukan berarti bahwa semua lapisan masyarakat kemudian dapat  ikut merasakan hal itu.  Biaya pendidikan UT untuk S-1 PGSD adalah Rp1.000.000,00 per semester sudah termasuk  registrasi, bahan ajar, tutorial wajib, dan ujian. Adapun untuk program nonpendas Rp20.000,00 per sks. Program nonpendas untuk sistem paket arahan semester (SIPAS) dengan pengelolaan yang mirip dengan S-1 PGSD sebesar Rp1.750.000,00 (UT, 2009).</p>
<p>Bagi kebanyakan mahasiswa, keterbatasan ekonomi menjadi penghalang untuk menempuh pendidikan tinggi. Oleh sebab itu, UPBJJ-UT Surabaya berupaya untuk mengatasi kendala itu dengan mengupayakan beasiswa, khususnya untuk mahasiswa yang berprestasi. Layanan beasiswa diberikan kepada para mahasiswa yang kurang mampu/cacat yang berprestasi (nonpendas) melalui kerja sama dengan berbagai instansi di daerah seperti BNI 46; BRI; Pemprov/Kab/Kota, dll.  Dari sekitar 24.9060 mahasiswa yang registrasi  pada tahun 2009, UPBJJ-UT Surabaya dapat mengupayakan beasiswa sejumlah 14.035  yang sebagian besar berasal dari PMPTK lewat LPMP Jawa Timur (UPBJJ-UT Surabaya, 2010). Selain itu  kerja sama dengan dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota dalam program peningkatan kualifikasi dan kompetensi para guru  untuk Program Penyetaraan D.II (DII-PGSD, DII-dor, dan DII-PGTK) juga membuahkan beasiwa. Dalam hal ini, mahasiswa berkesempatan meningkatkan kualifikasi pendidikannya sebagai guru dan memperoleh beasiswa bagi pendidikannya.</p>
<p>Ke depan diharapkan UT dapat juga memberikan beasiswa untuk siswa SMA yang akan masuk UT, usia 19&#8211;23. Diharapkan UT dapat juga meraih beasiswa seperti bidik misi yang selama ini diberikan oleh Kementrian Pendidikan Nasional kepada calon mahasiswa yang tidak mampu. Dalam hal ini perlu upaya dari para pimpinan UT untuk melobi Kementerian Pendidikan Nasional mengenai hal itu karena bagaimana pun banyak mahasiswa UT dari pelosok atau daerah terpencil yang tidak mampu dan secara langsung sulit terjamah oleh perguruan tinggi tatap muka.</p>
<p>Dalam hal keterbatasan ekonomi, UT bisa menjadi pilihan. UT dapat  merangkul lulusan SMA yang tidak diterima oleh PTN lain karena UT sebenarnya bukan hanya untuk mereka yang sudah bekerja atau guru tapi juga untuk lulusan SMA (cf. Program SIPAS). Selain itu,  registrasi UT buka sepanjang tahun sehingga memungkinkan calon mahasiswa bisa masuk kapan saja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li><strong>3.              </strong><strong>Jaringan Komunikasi/Teknologi Informasi</strong><strong></strong></li>
</ol>
<p>Salah satu terobosan kebijakan nasional (dari sebelas terobosan) yang dicanangkan oleh  Mendiknas pada hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2009 adalah “Penerapan teknologi informasi dan komunikasi untuk e-pembelajaran dan e-administrasi” (Dharma, 2009). Penerapan dua hal itu tentu membutuhkan sarana dan prasarana pendukungnya. Saat ini, UT juga mengembangkan bahan ajar suplemen berbasis web yang bisa diakses siapa saja (merupakan wujud dari e-pembelajaran).</p>
<p>Dalam kaitan dengan jaringan komunikasi ini, UPBJJ-UT Surabaya juga sangat menjaga hubungan baik dengan perguruan tingi negeri (PTN) mitra yang sebelumnya menjadi PTN pembina, yakni Unair, ITS, dan Unesa. Selain dalam kaitan dengan jaringan komunikasi dan teknologi informasi yang beberapa di antaranya difasilitasi oleh ITS, hubungan baik dengan PTN mitra juga bermanfaat dalam hal:</p>
<p>(1) Penggunaan gedung untuk keperluan ujian akhir semester (UAS) untuk program nonpendas dan Upacara Penyerahan Ijazah (UPI), tempat tutorial, laboratorium praktikum;</p>
<p>(2) dukungan dan fasilitas berbagai sumber daya yang sangat dibutuhkan oleh UPBJJ-UT seperti  penyediaan dosen untuk tutor/supervisor dan korektor  pada program pendas dan nonpendas; dukungan kepemimpinan di UPBJJ-UT;</p>
<p>(3) pemanfaatan perangkat  ICT, tutor multicast/vicon, dll.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain itu, Sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh selalu tertantang untuk terus berupaya menyediakan layanan berkualitas kepada peserta-didik dengan memanfaatkan teknologi-tepat-guna.  Teknologi informasi merupakan salah satu teknologi tepat guna yang digunakan oleh UT karena proses pembelajaran di UT mengandalkan <em>information and communication technology, digital library,</em>dan <em> e-learning,</em></p>
<p>Dalam hal teknologi informasi, UPBJJ-UT Surabaya juga telah menjalin kemitraan dengan <em>ICT-Center</em> dan <em>Community College</em> (CC) di 18 kabupaten kota di Jawa Timur. Jalinan kemitraan ini dimaksudkan untuk memfasilitasi dan melayani kebutuhan belajar mandiri mahasiswa UT dalam layanan akses internet. Di samping itu, hal tersebut juga dimaksudkan sebagai sarana sosialisasi berbagai informasi tentang layanan kependidikan dan kemahasiswaan yang terpercaya dan dekat dengan penggunanya. Bahkan Biro Kerja Sama Luar Negeri<strong> (</strong>BKLN) telah memfasilitasi pemasangan jardiknas di UPBJJ-UT pada awal 2008. Jalinan kemitraan kerja yang difasilitasi oleh ITS ini secara resmi dilakukan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja sama (MoU) antara UPBJJ-UT dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur serta pengelola <em>ICT-Center</em> dan <em>Community College</em> (CC) di 18 kabupaten kota (kabko) di wilayah UPBJJ-UT Surabaya. Bagi UPBJJ-UT Surabaya, kemitraan dengan <em>ICT-Center</em> dan <em>Community College</em> sangat penting, mengingat sebaran mahasiswa yang tidak terkonsentrasi dalam satu wilayah, yang tidak memungkinkan pemberian layanan perpustakaan bagi mahasiswa UT. Program peningkatan dan perluasan akses layanan informasi (ICT) bagi mahasiswa pendas dan nonpendas melalui kemitraan dengan <em>ICT-Center</em> dan <em>Community College</em> (CC) berada di kabko di Jawa Timur, yaitu:</p>
<p>a)     SMK Negeri I Tuban</p>
<p>b)    SMK Negeri III Jombang</p>
<p>c)     SMK Negeri II Bojonegoro</p>
<p>d)    SMK Negeri I Surabaya</p>
<p>e)     SMK Yosonegoro Magetan</p>
<p>f)     SMK Negeri I Cerme Gresik</p>
<p>g)     SMK Negeri I Lamongan</p>
<p>h)    SMK Negeri I Madiun</p>
<p>i)      SMK Negeri I Sampang</p>
<p>j)      SMK Negeri III Sidoarjo</p>
<p>k)    SMK Negeri 1 Pungging, Mojokerto</p>
<p>l)      SMK Negeri 1 Wonoasri, Madiun</p>
<p>m)   SMK Negeri 2 Bangkalan</p>
<p>n)    SMK Negeri 1 Ngawi</p>
<ul>
<li>o)    SMK Negeri 1 Jenangan, Ponorogo</li>
</ul>
<p>p)    SMK Negeri 1 Sumenep</p>
<p>q)     SMK Negeri 2 Pamekasan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Khusus untuk Mojokerto hanya ada satu tempat sehingga jumlahnya menjadi 17, bukan 18. Dalam kerja sama ini, mahasiswa UT dapat menggunakan akses internet secara gratis/murah.</p>
<p>Selain itu, layanan akses internet juga diberikan oleh UPBJJ-UT Surabaya dengan menyediakan 12 unit komputer di ruang internet dengan fasilitas <em>speedy-</em>telkom, dan 1 unit komputer yang terhubung dengan jaringan pendidikan nasional (jardiknas) sebagai hasil kerja sama UPBJJ-UT Surabaya dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan BKLN. Layanan akses internet ini dimanfaatkan oleh para mahasiswa untuk berbagai keperluan mahasiswa seperti: ujian <em>online</em>; sekadar <em>browsing</em> saat menunggu pengurusan; pemesanan bahan ajar ke UT Pusat dan/atau bahan-bahan ajar lain berbasis internet; dan/atau tutorial <em>online</em> (tuton).</p>
<p>Tutorial <em>online</em> atau tuton menuntut mahasiswa untuk tidak gagap teknologi. Tuton dilaksanakan oleh 8 orang tutor yang terdiri atas para dosen tetap UPBJJ-UT. Tuton dilaksanakan melalui pemberian setiap minggu oleh masing-masing tutor pengampu mata kuiah dalam bentuk penyajian 8 materi inisiasi, 3 tugas tuton baik bagi mahasiswa Pendas dan/atau Nonpendas. Para mahasiswa juga diberikan bahan latihan dan/atau diskusi sebagai perluasan wawasan keilmuan mereka berkaitan dengan mata kuliah yang di-tutonkan. Hasilnya menunjukkan bahwa mahasiswa yang mengikuti tuton lebih tinggi prestasinya daripada mahasiswa yang tidak mengikutinya.</p>
<p>Selanjutnya, biarpun UPBJJ-UT Surabaya sudah menjalin kerja sama dengan ICT <em>center</em> dan CC di setiap kabupaten/kota, beberapa kepulauan masih belum terjangkau kerja sama ini karena ICT <em>center</em> dan CC terletak di ibu kota kabupaten/kota yang terletak di daratan. Memang p<strong>ada dasarnya di UPBJJ-UT Surabaya dan juga di seluruh wilayah Indonesia, pemanfaatan teknologi informasi masih harus ditingkatkan. Pembangunan infrastrukturnya belum merata.</strong><strong></strong></p>
<p>Faktor geografi sebagai tantangan keterjangakauan teknologi informasi ini menjadi salah satu tantangan di UPBJJ-UT Surabaya dan UT pada umumnya karena wilayah UT termasuk daerah-daerah terpencil. Dalam hal ini. layanan UT pun terkendala infrastruktur teknologi informasi yang terbatas, terutama di wilayah terpencil. Akibatnya, belum semua mahasiswa UT memiliki akses teknologi informasi yang seharusnya bisa mempermudah perolehan bahan materi ajar. Wilayah terpencil dengan jumlah penduduk yang relatif lebih sedikit pada umumnya justru jarang ada perguruan tingginya. Sebaliknya, wilayah yang tidak terpencil dengan jumlah penduduk yang besar biasanya sudah ada dan mungkin banyak perguruan tingginya.</p>
<p>Pada umumnya, bagi penduduk daerah terpencil,  transportasi pun menjadi cenderung sulit karena tidak ada transportasi tiap hari/tiap waktu. Seperti yang pernah dikemukakan, daerah di UPBJJ-UT Surabaya juga mencakup daerah kepulauan yang dapat dimasukkan dalam daerah terpeencil, antara lain: Pulau Bawean di Kabupaten Gresik dan  Pulau Kambing di Kabupaten Sampang. Selain itu, ada juga beberapa pulau yang relatif besar di kabupaten Sumenep, yakni  Pulau Sapudi, Kangean, Sapeken, Ra’as, Masa Lembu, Suka, Gili Genting, dan Gili Raja.</p>
<p>Untuk beberapa pulau itu, tidak setiap saat tersedia angkutannya. Dari Gresik memang ada kapal ke Bawean dengan jadwal sehari sekali. Akan tetapi, saat cuaca tidak baik, akan terjadi penundaan atau pembatalan keberangkatan kapal. Kapal yang diberangkatan adalah Express Bahari 8B dengan kapasitas 344 penumpang atau Dharma Kartika dengan kapasitas 265 penumpang.</p>
<p>Untuk jalur Sumenep ada beberapa armada kapal yang melayari lintasan Kalianget  (Sumenep) ke Pulau Masalembu, Kalianget  ke Pulau Kangean, Kalianget  ke Jangkar-Situbondo, termasuk juga Kalianget ke  Pulau Talango. Adapun dari Kalianget ke pulau-pulau lainnya semisal Ra’as, Gayam, Gili Eyang, Gili Genting dan yang lainnya dilayari dengan perahu rakyat. Kapal-kapal itu belum tentu setiap hari tersedia untuk jalur-jalur itu. Bahkan saat kondisi cuaca buruk, beberapa kapal tidak berlayar. Oleh sebab itu, kendala geografis juga menjadi tantangan yang harus diperhitungkan, khususnya dalam hal teknologi informasi. Pada saat  kapal tidak dapat berlayar, UPBJJ-UT Surabaya mengandalkan informasi  dari BMG guna menentukan langkah-langkah yang tepat. Jika terkait dengan jadwal tutorial, hal itu dapat saja ditunda satu atau dua hari. Akan tetapi, jika terkait dengan jadwal ujian, informasi dari BMG akan menjadi penolong utama di samping informasi dari masyarakat.</p>
<p>Untuk mengatasi kendala geografis, menjelang tutorial, distribusi bahan ajar didistribusikan lebih awal daripada yang lainnya. Dalam hal ini, UPBJJ-UT Surabaya bekerja sama dengan PT Pos. Mahasiswa diharapkan memperoleh bahan ajar yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran secara mudah, aman, dan tepat waktu. Walaupun demikian pernah juga terjadi bahan ajar dari UT yang diangkut ke Bawean hilang di perairan karena kecelakaan kapal dan kapal tersebut karam. Untuk kejadian seperti itu, UT Pusat pun tanggap dan mengirimkan penggantinya.</p>
<p>Adapun pemberangkatan soal saat ujian pun dapat lebih awal dengan mengirimkan penangung jawab tempat ujian (PJTU) yang terpercaya. <em>Alhamdulillah</em>, fax dan HP sudah dapat masuk ke beberapa pulau itu sehingga beberapa kendala dapat diatasi dengan fasilitas fax dan HP. Mahasiswa dari Pulau Kambing di Sampang  melakukan tutorial dan ujian di Sampang daratan (P Madura) karena letak pulau itu relatif dekat ke daratan (P Madura). Akan tetapi, mahasiswa yang di Pulau Bawean, Pulau Kangean, Sapudi, dan Sapeken  dapat melakukan tutorial di tempat mereka. Bahkan ujian perluasan juga digelar di tempat itu. Hal itu juga didasarkan pada pertimbangan, jika mereka datang ke daratan, ongkos mereka akan sangat mahal di samping waktu tempuh mereka yang cukup lama. Oleh sebab itu, tutorlah yang datang di pulau-pulau itu untuk melakukan tutorial dan UPBJJ juga menggelar ujian perluasan di pulau sebagai salah satu bentuk layanan kepada para mahasiswa.</p>
<p>Pada masa tutorial, UPBJJ-UT Surabaya menggunakan 44 Sekolah (SD/MI, SMP/MTs, SMA, SMK, MA) di lingkungan Dinas Pendidikan dan Departeman Agama di 18 kabko di Jawa Timur untuk pelaksanaan tutorial dan/atau praktik/praktikum. Selain itu, digunakan juga 1157 Sekolah (SD, SMP, SMA, SMK, MA) di lingkungan Dinas Pendidikan dan Departeman Agama di 18 kabko di Jawa Timur untuk pelaksanaan ujian akhir. Dalam hal ini mahasiswa memperoleh lokasi dan fasilitas untuk mengikuti ujian akhir mata kuliah yang mudah diakses (waktu, biaya, dan jarak). Hal ini merupakan layanan bagi kemudahan mahasiswa. Akan tetapi, ada beberapa kelemahan posisi tawar dari UPBJJ-UT Surabaya khususnya jika sekolah atau pemerintah daerah yang bersangkutan juga ada acara pada hari yang sama. Oleh sebab itu, sosialisasi pelaksanan tutorial dan ujian dilakukan secara dini sehingga hal-hal semacam itu dapat dihindari.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong> 4.  Akses Bank</strong></p>
<p>Kerja sama yang dibangun UT dengan Bank BTN dan BRI  telah terjalin lama. Beberapa bank memang ada di daerah/kecamatan khususnya BRI. Dengan kerja sama tersebut diharapkan mahasiswa bisa melaksanakan pembayaran untuk keperluan studinya dengan kemudahan akses (waktu, biaya, dan jarak).  Akan tetapi, bank yang di kecamatan belum tentu <em>online</em> langsung sehingga pembayaran di bank pada tanggal yang sama baru masuk pada tanggal berikutnya. Selain itu, beberapa bank menerapkan kuota untuk layanan per hari, misalnya: hanya melayani 200 tanda bukti setor (TBS) dari UT per hari. Hal itu terjadi saat biaya transfer gratis.  Setelah diberlakukan biaya transfer, hal itu dapat semakin terkurangi. Akan tetapi, itu tidak serta merta membuat semua TBS dapat terlayani pada hari yang sama. Pada sisi lain, banyak mahasiswa (termasuk pengurus) yang terbiasa membayar dengan TBS pada tanggal-tanggal akhir registrasi sehingga bank pun agak kesulitan memprosesnya.</p>
<p>Kendala ini diatasi dengan imbauan supaya mahasiswa membayar ke bank pada tahap awal, tidak perlu menunggu sampai tenggat waktu hampir habis. Selain itu, beberapa daerah diatasi dengan  pembayaran yang akhirnya dilakukan di kota sehingga para mahasiswa menitipkan pembayaran lewat pengurus kelompok belajar.  Sebenarnya, UPBJJ-UT Surabaya sudah menyampaikan imbauan supaya yang membayar adalah mahasiswa yang bersangkutan karena pada satu sisi, pembayaran lewat pengurus kelompok belajar ternyata memunculkan masalah baru karena pengurus pokjar sering menunggu semua mahasiswa membayar dahulu, baru dia membayar ke bank, padahal waktu untuk itu sudah terlewati. Oleh sebab itu, aturan yang semakin ketat bahwa jika ada keterlambatan mahasiswa tidak akan diakui registrasinya lama-lama dapat mengurangi hal itu.</p>
<p>Pada sisi lain, di bank-bank yang sudah <em>online</em> tersebut, TBS kadang-kadang tidak tersedia. Oleh sebab itu, menjelang masa registrasi, UPBJJ-UT Surabaya berupaya menyurati bank untuk penyediaan TBS. Hal yang sama juga dilakukan ke UT Pusat. Selain itu, pada saat pengisian TBS, sering terjadi; pengisian data pribadi  kurang akurat. Hal itu khususnya terjadi jika yang melakukan pembayaran bukan yang bersangkutan (bukan mahasiswa) per orang, tetapi per kelompok. Oleh sebab itu, imbauan supaya pengisian TBS dilakukan oleh yang bersangkutan tetap terus dilakukan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>5. Sosiokultural</strong></p>
<p>Faktor sosiokultural yang berkenaan dengan segi sosial dan budaya masyarakat juga merupakan tantangan biarpun pada satu sisi juga merupakan kekuatan. Masyarakat yang mendukung pandangan bahwa  “wanita tidak seharusnya bersekolah terlalu tinggi” sering menjadi penghambat berkembangnya semangat para wanita untuk bersekolah/menuntut ilmu lagi, khususnya di perguruan tinggi.</p>
<p>Selain itu, adanya kultur  selalu mengharapkan bantuan juga merupakan tantangan tersendiri. Di UPBJJ-UT Surabaya, mahasiswa yang sudah mendapatkan beasiswa, cenderung selalu mengharapkan beasiswa itu secara berkelanjutan. Oleh sebab itu, pernah juga terjadi saat pemerintah daerah tidak dapat mencairkan dana bantuan untuk satu semester, para mahasiswa yang sebelumnya mendapatkan besiswa itu kemudian memilih cuti sambil menunggu bantuan beasiswa selanjutnya.  Saat itu, UPBJJ-UT Surabaya sudah berupaya menyampaikan kepada mahasiswa supaya mereka melakukan pembayaran secara mandiri. Akan tetapi, jaminan bahwa pembayaran mereka akan diganti tidak ada sehingga akhirnya mahasiswa memilih melakukan cuti. Jadi, kecenderungan “jika sudah dibantu akan selalu mengharapkan bantuan” memang menjadi tantangan tersendiri.  Hal itu diperparah lagi dengan kenyataan bahwa bantuan selanjutnya itu tidak mendorong mahasiswa untuk meraih prestasi karena tanpa prestasipun mahasiswa tetap menerima bantuan. Bahkan bantuan itu pun akhirnya dimaknai sebagai sesuatu yang wajib diberikan oleh pemerintah sehingga jika bantuan tidak ada, bahkan mereka dapat mengajukan “tuntutan” (?). Agak sulit untuk mengubah persepsi ini dan ke depan hal semacam ini  merupakan tantangan yang perlu disikapi dengan bijak.</p>
<p>Salah satu solusi yang sudah terasa dampaknya adalah adanya model  pemberian beasiswa per semester dengan tuntutan IPK tertentu sebagai syarat untuk memperoleh beasiswa selanjutnya. Hal ini dianggap menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan semangat dan motivasi agar selalu berjuang dan berupaya untuk memperoleh sesuatu, bukan hanya diam tanpa upaya dalam mengharapkan sesuatu sehingga memunculkan kultur baru tentang posisi “bantuan” yang harus dicapai dengan upaya tertentu.</p>
<p>Selain itu, beberapa  mahasiswa di UPBJJ-UT Surabaya sudah tidak muda lagi, padahal beberapa tutorial wajib/atpem memerlukan kehadiran mahasiswa. Beberapa mahasiswa UPBJJ-UT Surabaya yang sudah berusia lanjut itu tidak dapat memenuhi tuntutan kehadiran. Akan tetapi, nilai tutorial di UT bukan merupakan satu-satunya nilai penentu, biarpun ada kontribusi terhadap nilai akhir—50%&#8211; khususnya jika nilai tutorial lebih baik daripada nilai ujian akhir.</p>
<p>Selanjutnya, ujian di UT diselenggarakan secara nasional dan tidak ada ujian ulang. Saat ini, ada juga sistem ujian <em>online</em> (SUO) yang diselenggarakan untuk menolong mahasiswa yang bentrok jam ujiannya.  Sebagian besar mahasiswa UT saat ini adalah para pekerja. Oleh sebab itu, UT juga sangat mempertimbangkan hal itu. Ujian nonpendas di UT dilakukan selama dua  kali pada hari Minggu saat libur bagi para pekerja. Ujian TAP biasanya diselenggarakan Sabtu, juga saat libur bagi para pekerja. Walaupun demikian, komitmen mahasiswa UT pada pekerjaan, khususnya pada pekerjaan kantornya yang memerlukan lembur pada hari-hari itu kadang-kadang membuat para mahasiswa perlu memilih. Dalam hal ini, UPBJJ-UT Surabaya memfasilitasi para mahasiswa yang bertugas di kantor pada hari-hari itu dengan surat keterangan atau surat permohonan dispensasi bagi para mahasiswa yang membutuhkan surat itu untuk mengikuti ujian UT.</p>
<p>Ujian nonpendas yang diselenggarakan tiga hari berturut-turut pada Sabtu, Minggu, dan Senin memerlukan penentuan hari yang lebih cermat supaya tidak berbenturan dengan acara sekolah dan acara penting di daerah. Oleh sebab itu, sosialisasi hal ini perlu dilakukan sejak dini dengan beberapa pengingatan menjelang pelaksanaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>6.   Sistem Penjaminan Mutu </strong></p>
<p>Sistem penjaminan mutu juga merupakan tantangan tersendiri bagi UPBJJ-UT Surabaya karena sistem itu harus berjalan dengan baik sehingga semua implementasi berjalan sesuai dengan sistem dan prosedur yang berlaku. Sistem penjaminan mutu menggunakan standar mutu yang dirumuskan di dalam Kebijakan dan Sasaran Kualitas yang telah ditetapkan oleh manajemen UPBJJ-UT Surabaya (JKOP-JJ00). Sistem penjaminan mutu mencakup bidang registrasi; distribusi bahan ajar, tutorial, pelaksanaan ujian, manajemen internal, prasarana dan sarana, serta pelaporan. Efektivitas pelaksanaan penjaminan mutu masing-masing bidang adalah sebagai berikut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>a.  Bidang Registrasi</strong></p>
<p>Pelaksanaan  penjaminan mutu dilaksanakan berdasarkan Prosedur Registrasi (jkop-am01) dengan Sasaran Kualitas yang ditetapkan oleh manajemen UPBJJ-UT (JKOP JJ00). Pelaksanaannya dilakukan oleh satuan-satuan tugas bidang registrasi yang dibentuk dan ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Kepala UPBJJ-UT Surabaya, dan mempertanggungjawabkan hasil pelaksanaan tugasnya kepada Kepala UPBJJ-UT Surabaya.</p>
<p>Pencapaian efektivitas pelaksanaan penjaminan mutu registrasi untuk setiap periode registrasi sesuai dengan Sasaran Kualitas yang ditetapkan oleh manajemen UPBJJ-UT (JKOP JJ00) adalah sebagai berikut.</p>
<p>1)    peniadaan kesalahan pemrosesan data pribadi mahasiswa diukur dari jumlah mahasiswa dengan data tidak sesuai vs jumlah mahasiswa baru berdasarkan hasil validasi di BAAPM-UT. Periode 2009.1 ditargetkan 1%, dan hasil yang dicapai 0.04%; dan periode 2009.2 ditargetkan 1%, dan hasil yang dicapai adalah 0.001%.</p>
<p>2)    peningkatan akurasi data registrasi mata kuliah sesuai dengan bukti registrasi dengan data TBS, diukur dari jumlah registrasi tidak akurat akibat salah entry vs jumlah registrasi mahasiswa berdasarkan hasil validasi daftar 20-an oleh BAAPM &amp; keluhan mahasiswa. Periode 2009.1 ditargetkan 1%, dan hasil yang dicapai 0%; periode 2009.2 ditargetkan 1%, dan hasil yang dicapai 0%</p>
<p>3)    peningkatan kapasitas pemrosesan registrasi diukur dari jumlah berkas per hari per petugas. Periode 2009.1 ditargetkan ~47 berkas perhari/petugas, dan hasil yang dicapai 100%; dan untuk periode 2009.2 ditargetkan ~47 berkas perhari/petugas, dan hasil yang dicapai 100%.</p>
<p>Pencapaian target ini justru harus membuat UPBJJ-UT Surabaya selalu menjadi lebih maju daripada tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>b. Bidang Distribusi Bahan Ajar</strong></p>
<p>Pelaksanaan  penjaminan mutu dilaksanakan berdasarkan Prosedur Distribusi Bahan Ajar (JKOP-DS06) dengan Sasaran Kualitas yang ditetapkan oleh manajemen UPBJJ-UT (JKOP JJ00). Pelaksanaannya dilakukan oleh satuan-satuan tugas bidang distribusi bahan ajar yang dibentuk dan ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Kepala UPBJJ-UT Surabaya, dan mempertanggungjawabkan hasil pelaksanaan tugasnya kepada Kepala UPBJJ-UT Surabaya.</p>
<p>Pencapaian efektivitas pelaksanaan penjaminan mutu distribusi bahan ajar berdasarkan Sasaran Kualitas yang ditetapkan oleh manajemen UPBJJ-UT (JKOP JJ00) menunjukkan bahwa peningkatan ketepatan distribusi ijazah ke mahasiswa dengan ukuran paling lambat 3 bulan sejak penerimaan ijazah dari UT Pusat (berlaku sejak 2009.2), pada periode 2009.2 target ditetapkan 90% dan hasil yang dicapai adalah 95%.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>c. Bidang Tutorial</strong></p>
<p>Pelaksanaan  penjaminan mutu bidang tutorial mengacu pada Prosedur Pengelolaan Bimbingan Praktik/Praktikum/TAP Wajib Pendas (JKOP-PP02); Pengelolaan Tutorial tatap Muka Wajib Pendas (JKOP-TR01); dan Pengelolaan Tutorial Tatap Muka/Bimbingan Atas Permintaan (JKOP-TR02). Pelaksana penjaminan mutu dilakukan oleh satuan-satuan tugas yang dibentuk dan ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Kepala UPBJJ-UT Surabaya, dan mempertanggungjawabkan hasil pelaksanaan tugasnya kepada Kepala UPBJJ-UT Surabaya.</p>
<p>Pencapaian efektivitas pelaksanaan sistem penjaminan mutu bidang bantuan belajar dan layanna bahan ajar untuk setiap periode registrasi sesuai dengan masing-masing target pencapaiannya sebagai berikut.</p>
<p>1)    peningkatan ketepatan waktu penerimaan BA oleh mahasiswa Pendas diukur dari jumlah kasus pengiriman tepat waktu vs jumlah pengiriman per semester. Untuk sasaran ini UPBJJ-UT Surabaya periode 2009.1 menargetkan min. ditargetkan 95%, dan hasil yang dicapai adalah 93.19%; dan untuk periode 2009.2 ditargetkan 95%, dan hasil yang dicapai adalah 100%.</p>
<p>2)    meningkatan rata-rata nilai UAS mahasiswa peserta tutorial permintaan lebih baik dibandingkan nilai ujian mahasiswa tanpa tutorial, diukur dari rata-rata nilai UAS peserta tutorial vs rata-rata nilai UAS mahasiswa yang tidak mengikuti tutorial per mata kuliah. Untuk sasaran ini UPBJJ-UT Surabaya menargetkan 5%, dan hasil yang dicapai adalah 16.65%</p>
<p>3)    pengurangan jumlah kasus penyimpangan pelaksanaan tutorial dan rencana pelaksanaan tutorial UPBJJ diukur dari jumlah kasus tutorial <strong><em>(berlaku mulai 2009.2)</em></strong>. Pada periode 2009.2 jumlah kasus penyimpangan tutorial ditargetkan minimal 5 kasus, dan hasil yang dicapai adalah 1 kasus</p>
<p>4)    peningkatan kelulusan (min. C) mahasiswa yang mengikuti mata kuliah wajib tutorial, diukur dari jumlah mahasiswa lulus vs jumlah mahasiswa peserta. Untuk sasaran ini UPBJJ-UT Surabaya menargetkan min. 95%, dan hasil yang dicapai adalah 94.24% (periode 2009.1) dan untuk periode 2009.2 ditargetkan min. 95%, dan hasil yang dicapai adalah 96.14%</p>
<p>5)    peningkatan kelulusan mahasiswa yang mengikuti mata kuliah TTM (* min. C untuk Diploma dan S1 serta B untuk MK PKP dan S2) diukur berdasarkan jumlah mahasiswa lulus vs jumlah mahasiswa peserta, dengan target capaian ditetapkan per semester <strong><em>(berlaku mulai 2009.2)</em></strong>. Pada periode 2009.2 ditargetkan minimal 75%, dan hasil yang dicapai adalah: mata kuliah TTM 96.14%; untuk MK PKP dengan nilai minimal B mencapai 99.24%.</p>
<p>6)    pengurangan kasus rekapitulasi nilai tutorial, praktik &amp; praktikum yang tidak lengkap, salah dan/atau terlambat, diukur dari jumlah kasus nilai tutorial, praktik &amp; praktikum per semester vs jumlah mahasiswa peserta. Untuk sasaran ini UPBJJ-UT Surabaya menargetkan maks. 5%, dan hasil yang dicapai adalah 5.72% (2009.1); dan untuk periode 2009.2 ditargetkan maks. 5%, dan hasil yang dicapai adalah 7,28%</p>
<p>Pencapaian beberapa target ini justru harus membuat UPBJJ-UT Surabaya selalu menjadi lebih maju daripada tahun-tahun sebelumnya. Adapun ketidaktercapaian target menjadi pendorong semangat dan bahan refleksi supaya perencanaan mendatang lebih baik lagi.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>d. Bidang Ujian</strong></p>
<p>Penjaminan mutu pelaksanaan ujian didasarkan pada Kebijakan dan Sasaran Kualitas UPBJJ-UT (JKOP-JJ00); Prosedur Pengelolaan Laporan di UPBJJ-UT Pemeriksa (JKOP-PP03); Prosedur Pelaksanaan Ujian (JKOP-UJ02); Prosedur Pemeriksaan Ujian Uraian (JKOP-UJ03); dan Prosedur Pengolahan Hasil Ujian (JKOP-UJ04). Pelaksana penjaminan mutu pelaksanaan ujian dilakukan oleh satuan-satuan tugas yang dibentuk dan ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Kepala UPBJJ-UT Surabaya, dan mempertanggungjawabkan hasil pelaksanaan tugasnya kepada Kepala UPBJJ-UT Surabaya.</p>
<p>Pencapaian efektivitas pelaksanaan penjaminan mutu pelaksanaan ujian untuk setiap periode registrasi sesuai dengan masing-masing target pencapaiannya sebagai berikut:</p>
<p>1)    pengurangan pelanggaran aturan pelaksanaan ujian diukur dari jumlah kasus pelanggaran berdasarkan laporan pelaksanaan dan temuan pengolahan hasil ujian. Untuk sasaran ini UPBJJ-UT Surabaya menargetkan 0% untuk periode 2009.1 dan hasil yang dicapai adalah 3.26%; dan untuk periode 2009.2 ditargetkan 0%, dan hasil yang dicapai adalah 11.13%</p>
<p>2)    peningkatan kelancaran proses hasil ujian diukur dari jumlah hasil ujian yang dapat diproses lanjut tanpa hambatan per total hasil ujian berdasarkan konfirmasi dari Pusjian. Untuk sasaran ini UPBJJ-UT Surabaya menargetkan min. 99%, dan hasil yang dicapai adalah 93.57%; dan untuk periode 2009.2 ditargetkan min 99%, dan hasil yang dicapai adalah 99.80%</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebelumtercapaian target ini  menjadi motivasi bagi UPBJJ-UT Surabaya untuk terus maju, menjadi bahan refleksi untuk membuat perencanaan yang lebih baik lagi sehingga target ke depan dapat terpenuhi.  Dalam hal ini memang ada beberapa perubahan dasar berpikir, contoh: tahun sebelumnya, masalah pelanggaran aturan ujian baru dihitung jika ada dalam berita acara. Akan tetapi, saat 2009, pelanggaran dihitung mulai dari yang pelanggaran kecil mulai  bentuk peringatan sehingga angkanya pun tinggi.</p>
<p>Ke depan perlu ada kespakatan secara nasional terkait dengan hal tersebut di samping perlunya pembinaan dan pengarahan secara terus menerus untuk PJTU dan pengawas ujian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>PENUTUP</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh selalu tertantang untuk terus berupaya menyediakan layanan berkualitas kepada peserta-didik, menawarkan metode baru, memanfaatkan teknologi-tepat-guna, serta menyelenggarakan program pendidikan yang fleksibel. Berbagai tantangan yang dihadapai oleh UPBJJ-UT Surabaya memang dapat diatasi dengan berbagai solusi, biarpun belum semua tantangan dapat teratasi. Paling tidak dengan mengidentifikasi berbagai tantangan, solusi yang dapat dilakukan, maka perencanaan ke depan seharusnya dapat menjawab tantangan itu.</p>
<p>“Tantangan dan jawaban” pada dasarnya dapat digunakan untuk menilai suatu budaya (cf. Soejatmoko). termasuk juga untuk menilai UPBJJ-UT. Jadi, UPBJJ-UT yang berhasil menjawab tantangannya dengan baik dan bijak merupakan UPBJJ yang berprestasi. Oleh sebab itu, selayaknya penilaian prestasi suatu UPBJJ dapat dilakukan pada jawaban yang diberikan pada tantangan yang ada karena setiap UPBJJ punya tantangan tersendiri yang mungkin tidak sama dengan UPBJJ lainnya.  Refleksi terhadap setiap tantangan yang ada akan membawa setiap lembaga, termasuk UPBJJ-UT pada perencanaan yang lebih baik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>DAFTAR PUSTAKA</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dharma, Surya. 2009. <em>Menuju Tenaga Kependidikan Profesional: Pembangunan Tenaga Kependidikan 2005—2009. </em>Jakarta: Depdiknas.</p>
<p>Suparman, Atwi dan Aminudin Zuhairi. 2009. <em>Pendidikan Jarak Jauh: Teori dan Praktek</em>. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.</p>
<p>Universitas Terbuka. 2009<em>. SIPAS</em>. Jakarta.</p>
<p>UPBJJ-UT Surabaya. 2006.  <em>Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Universitas Terbuka Surabaya: Meretas Sejarah Menuju Masa Depan Cerah: Disusun dalam Rangka Peresmian Gedung Tahap II UPBJJ-UT, 29 Mei 2006</em>. Surabaya.</p>
<p>__________. 2007. <em>Sejarah UPBJJ-UT Surabaya</em>. Surabaya.</p>
<p>__________. 2010. “Akreditasi Program Studi Sarjana (S-1) Perguruan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTTJJ): Buku IIIB2, Borang Akreditasi Unit Sumber Belajar PTTJJ, UPBJJ-UT Surabaya.” Surabaya.</p>
<p><a href="http://www.ut.ac.id/">www.ut.ac.id</a> . 2010.</p>
<p>www.ut-surabaya.net. 2009.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kisyani.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kisyani.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kisyani.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kisyani.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kisyani.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kisyani.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kisyani.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kisyani.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kisyani.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kisyani.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kisyani.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kisyani.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kisyani.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kisyani.wordpress.com/315/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kisyani.wordpress.com&amp;blog=2894543&amp;post=315&amp;subd=kisyani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisyani.wordpress.com/2011/08/27/meretas-tantangan-pendidikan-tinggi-terbuka-jarak-jauh-ptjj/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/557709c5d52155238e65a2924ac4f290?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Idul Fitri 1432H</title>
		<link>http://kisyani.wordpress.com/2011/08/27/selamat-idul-fitri-1432h/</link>
		<comments>http://kisyani.wordpress.com/2011/08/27/selamat-idul-fitri-1432h/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Aug 2011 07:26:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kisyani</dc:creator>
				<category><![CDATA[LAGU KALBU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisyani.wordpress.com/?p=313</guid>
		<description><![CDATA[As, Para Sahabat  yth, Sebentar lagi pswt RAMADHAN AIR dengan no RA 1432 H akan mendarat di Bandara IDUL FITRI  tepat pk 1 SYAWAL. Tetaplah duduk TAFAKUR, tegakkan sandaran IMAN, kencangkan sabuk TAWAKAL sampai psw berhenti dng sempurna. Jangan lupa kemasi bagasi AMAL dan IBADAH Anda sebelum meninggalkan pesawat. Berhati-hatilah saat membuka bagasi kabin. IKHLAS-lah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kisyani.wordpress.com&amp;blog=2894543&amp;post=313&amp;subd=kisyani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>As, Para Sahabat  yth,<br />
Sebentar lagi pswt RAMADHAN AIR dengan no RA 1432 H akan mendarat di Bandara IDUL FITRI  tepat pk 1 SYAWAL.<br />
Tetaplah duduk TAFAKUR, tegakkan sandaran IMAN, kencangkan sabuk TAWAKAL sampai psw berhenti dng sempurna.<br />
Jangan lupa kemasi bagasi AMAL dan IBADAH Anda sebelum meninggalkan pesawat.</div>
<div>Berhati-hatilah saat membuka bagasi kabin.</div>
<div>IKHLAS-lah untuk tidak menyalakan telepon genggam sebelum sampai  di ruang kedatangan.</div>
<div>Trm ksh para sahabat  telah terbang bersama RA,</div>
<div>Kapten Pswt Kisyani-Laksono beserta seluruh klg/staf mengucapkan SELAMAT IDULFITRI 1432 H.</div>
<div>Mohon maaf dengan tulus unt semua kesalahan dan kekeliruan kami&#8230;</div>
<div>Semoga kita akan menjadi semakin baik dalam bersikap dan berperilaku setelah keluar dari pesawat ini.</div>
<div>Sampai jumpa pada penerbangan Ramadan Air  berikutnya.</div>
<div>Semoga sehat selalu,was.</div>
<div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kisyani.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kisyani.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kisyani.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kisyani.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kisyani.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kisyani.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kisyani.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kisyani.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kisyani.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kisyani.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kisyani.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kisyani.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kisyani.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kisyani.wordpress.com/313/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kisyani.wordpress.com&amp;blog=2894543&amp;post=313&amp;subd=kisyani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisyani.wordpress.com/2011/08/27/selamat-idul-fitri-1432h/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/557709c5d52155238e65a2924ac4f290?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pelestarian Bahasa</title>
		<link>http://kisyani.wordpress.com/2011/08/23/pelestarian-bahasa/</link>
		<comments>http://kisyani.wordpress.com/2011/08/23/pelestarian-bahasa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Aug 2011 14:31:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kisyani</dc:creator>
				<category><![CDATA[BUAH PIKIR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisyani.wordpress.com/?p=309</guid>
		<description><![CDATA[pelestarian bahasa dan abstrak-1.doc kisyani edit<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kisyani.wordpress.com&amp;blog=2894543&amp;post=309&amp;subd=kisyani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kisyani.files.wordpress.com/2011/08/pelestarian-bahasa-dan-abstrak-1-doc-kisyani-edit.pdf">pelestarian bahasa dan abstrak-1.doc kisyani edit</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kisyani.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kisyani.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kisyani.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kisyani.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kisyani.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kisyani.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kisyani.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kisyani.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kisyani.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kisyani.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kisyani.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kisyani.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kisyani.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kisyani.wordpress.com/309/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kisyani.wordpress.com&amp;blog=2894543&amp;post=309&amp;subd=kisyani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisyani.wordpress.com/2011/08/23/pelestarian-bahasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/557709c5d52155238e65a2924ac4f290?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendidikan &#8230; apakah itu?</title>
		<link>http://kisyani.wordpress.com/2011/08/23/pendidikan-apakah-itu/</link>
		<comments>http://kisyani.wordpress.com/2011/08/23/pendidikan-apakah-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Aug 2011 04:25:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kisyani</dc:creator>
				<category><![CDATA[BUAH PIKIR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisyani.wordpress.com/?p=307</guid>
		<description><![CDATA[Pendidikan merupakan  proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang untuk  bertahan hidup dan menjadi  manusia yang berguna melalui upaya pembelajaran, pengamatan, atau pelatihan. &#160; Jadi, pendidikan bertujuan supaya seseorang atau kelompok orang dapat bertahan hidup dan menjadi orang yang “berguna”. Oleh sebab itu,  pendidikan itu akan “menyenangkan’ (membuat manusia senang). &#160; Manusia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kisyani.wordpress.com&amp;blog=2894543&amp;post=307&amp;subd=kisyani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pendidikan</strong> merupakan  proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang untuk  bertahan hidup dan menjadi  manusia yang berguna melalui upaya pembelajaran, pengamatan, atau pelatihan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jadi, pendidikan bertujuan supaya seseorang atau kelompok orang dapat bertahan hidup dan menjadi orang yang “berguna”. Oleh sebab itu,  pendidikan itu akan “menyenangkan’ (membuat manusia senang).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Manusia dikatakan berguna jika dia dapat mendatangkan kebaikan (berakhlak mulia, cerdas, berempati, sehat).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Yang seharusnya dikembangkan dalam pendidikan adalah bekal  supaya peserta didik dapat bertahan hidup dan menjadi berguna (mendatangkan kebaikan).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Oleh sebab itu, pembelajaran seharusnya berfokus pada cara bertahan hidup dan menjadi manusia yang berguna.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kisyani.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kisyani.wordpress.com/307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kisyani.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kisyani.wordpress.com/307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kisyani.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kisyani.wordpress.com/307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kisyani.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kisyani.wordpress.com/307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kisyani.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kisyani.wordpress.com/307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kisyani.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kisyani.wordpress.com/307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kisyani.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kisyani.wordpress.com/307/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kisyani.wordpress.com&amp;blog=2894543&amp;post=307&amp;subd=kisyani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisyani.wordpress.com/2011/08/23/pendidikan-apakah-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/557709c5d52155238e65a2924ac4f290?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Basa Jawa &#8230; kangen lan tresnaku kanggo sliramu</title>
		<link>http://kisyani.wordpress.com/2011/08/21/basa-jawa-kangen-lan-tresnaku-kanggo-sliramu/</link>
		<comments>http://kisyani.wordpress.com/2011/08/21/basa-jawa-kangen-lan-tresnaku-kanggo-sliramu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Aug 2011 14:31:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kisyani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisyani.wordpress.com/?p=300</guid>
		<description><![CDATA[Dina iki&#8230;ora kaprungu basa Jawa&#8230;ora kaucap tembung-tembung Jawa. Ananging ana &#8220;Jaya Baya&#8221; kang ngancani ngucap basa Jawa ing ati&#8230;critane kepenak, malah ana sing marakake ngelus dada awit pintere penulise/wartawane. Saiki yen kangen nganggo basa Jawa Sala&#8230;rada susah golek kanca&#8230; suwe-suwe basaku dhewe dadi kaku&#8230;malah akeh kanca-kancaku neng Sala sing ngarani basaku dadi kaya basa ludrukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kisyani.wordpress.com&amp;blog=2894543&amp;post=300&amp;subd=kisyani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dina iki&#8230;ora kaprungu basa Jawa&#8230;ora kaucap tembung-tembung Jawa. Ananging ana &#8220;Jaya Baya&#8221; kang ngancani ngucap basa Jawa ing ati&#8230;critane kepenak, malah ana sing marakake ngelus dada awit pintere penulise/wartawane.</p>
<p>Saiki yen kangen nganggo basa Jawa Sala&#8230;rada susah golek kanca&#8230; suwe-suwe basaku dhewe dadi kaku&#8230;malah akeh kanca-kancaku neng Sala sing ngarani basaku dadi kaya basa ludrukan amarga aku kerep nganggo ukara &#8220;awakmu&#8221; kanggo ngganti ukara &#8220;kowe&#8221;&#8230; he he he. Kajaba kuwi, ukara &#8220;yok opo&#8221; uga kerep tak nggo ngganti ukara &#8220;piye&#8221;&#8230; lha piye ta?</p>
<p>Kaya saklumrahe wong Jawa, aku tresna banget marang basa Jawa. Aku ya pengin basa Jawa iso misuwur maneh&#8230;dinggo rembugan karo kanca-kanca, dinggo sarana diskusi&#8230; malah aku ngimpi basa Jawa uga iso mlebu &#8220;googletranslate&#8221;&#8230; muga lewat sarana kuwi tambah akeh wong-wong sing pengin nyinauni lan nyengkuyung basa Jawa. Wah endah mareme yen basa Jawa iso moncer maneh&#8230;muga-muga dongaku supaya basa Jawa iso luwih ngrembaka  ing malem Ramadhan iki iso dadi kasunyatan&#8230; amin.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kisyani.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kisyani.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kisyani.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kisyani.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kisyani.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kisyani.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kisyani.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kisyani.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kisyani.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kisyani.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kisyani.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kisyani.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kisyani.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kisyani.wordpress.com/300/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kisyani.wordpress.com&amp;blog=2894543&amp;post=300&amp;subd=kisyani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisyani.wordpress.com/2011/08/21/basa-jawa-kangen-lan-tresnaku-kanggo-sliramu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/557709c5d52155238e65a2924ac4f290?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yani</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
