dari UPBJJ-UT Surabaya

TERATAI PUTIH UNTUK KISYANI

Kumpulan Goresan Rasa dari UPBJJ-UT Surabaya

Editor

Pardamean Daulay

SEKAPUR SIRIH

Ibu Kisyani yang kami sayangi, kami (pegawai UPBJJ-UT Surabaya) menyampaikan rasa hormat dan kagum kepada Ibu. Guratan rasa yang kami torehkan dalam buku kecil ini merupakan bentuk persembahan kami atas “teratai putih” yang selama ini Ibu taburkan kepada kami saat menjabat sebagai Kepala UPBJJ-UT Surabaya. Kini, beberapa kuntum teratai tumbuh mekar mewangi sepanjang hari di hati kami, beberapa bagian kuntum mungkin sudah layu dan kotor, mohon dimaklumi.

Pada dasarnya, apa yang tertulis dalam buku kecil ini merupakan kumpulan tulisan kami (pegawai UPBJJ-UT Surabaya), kolega Ibu (sesama Kepala UPBJJ, pengurus pokjar, tutor, mahasiswa, sahabat, anak, menantu, dan keluarga), yang kami kumpulkan d iluar sepengetahuan Ibu, maafkan kami tanpa izin terlebih dahulu. Tulisan yang masuk sengaja tidak kami lakukan penyuntingan, semua murni goresan tinta dari penulisnya, sehingga beberapa tulisan mungkin membanggakan hati, beberapa mungkin melukai, dan beberapa fakta mungkin terlewati.

Kami tahu, Ibu pasti senang membacanya dan ikhlas menerima sekotor apapun goresan tinta yang tertuang dalam buku ini. Ibarat daun bunga teratai putih yang berada di atas air, mampu melepaskan segala macam kepenatan, begitu juga Ibu sangat bijak melepaskan segala macam kepenatan karena  kami tahu Ibu selalu bekerja dengan raga, pikiran, intelek serta panca indera, dan menganggap tugas sebagai penyerahan diri, utuh, penuh, tak berbagi, kejujuran hati, kecerdasan pekerti, ketangguhan diri serta kepedulian illahi dan insani.

Semoga teratai putih yang kami persembahkan untuk Ibu dapat diterima dengan lega dan mampu membuahkan keharuman di hati Ibu semerbak wangi teratai putih yang mekar sepanjang hari. Kami hanya dapat berdoa semoga Ibu dapat menjalankan tugas mulai sebagai Pembantu Rektor I (PR I) Unesa sebagaimana yang telah Ibu torehkan selama menjabat Kepala UPBJJ-UT Surabaya. Kami juga bedoa semoga Allah SWT selalu memudahkan urusan, menganugerahkan kesehatan, dan kebahagian dunia akhirat kepada Ibu sekeluarga, amin.

Selamat berjuang. Doa kami senantiasa menyertai Ibu.

Jika terselif khilaf dalam canda kami yang menorehkan duka

Jika tergores luka dalam tawa kami yang menjejakkan bara

Jika terbelit  pilu dalam tingkah laku kami yang menggoreskan luka

dan jika bicara kami mulai menyinggung melarutkan lara

Kami satukan tangan, satukan hati perkuat silaturrahmi

maafkanlah kami semua

Surabaya, Desember 2010

http://www.google.co.id

DAFTAR ISI

Sekapur Sirih 

 

A. Mengenal Kisyani Lebih Dekat 

 

Keluarga Kis yang Harmonis 

 

Ingin Dokter jadi ”Doktor” 

 

B. Di UPBJJ-UT Surabaya 

 

Enam Tahun Tujuh Bulan Mempimpin UPBJJ-UT Surabaya 

 

C. Lewat Tulisan Kami Goreskan Rasa 

 

D. Biodata Kisyani

http://www.google.co.id

A. MENGENAL KISYANI LEBIH DEKAT

Keluarga Kis yang Harmonis

Kisyani, biasa disapa dengan Yani atau lebih popular  Bu Kis, lahir di Solo, 25 Oktober 1962. Ayahnya bernama Soekisman dan Ibunya bernama Harini. Keduanya merupakan pasangan yang  harmonis. Ayahnya sekarang pensiunan tenaga kesehatan di Departemen Pertahanan dan Keamanan (dulunya bekerja di Djawatan Kesehatan Rakyat atau DKR) dan Ibunya pensiunan guru SMP. Saat ini keduanya banyak menghabiskan waktu  di jalan. Panembahan 12, Penumping, Solo (dahulu Jalan Duku No. 88).

Yani merupakan anak kelima dari delapan bersaudara. Pada saat menuliskan buku sebagai hadiah “Pernikahan Emas untuk Ibu Bapaknya, 9 Agustus 2003” (Kisyani-Laksono (ed.), 2003), dia menuliskan

…Ibu Bapak memberi saya nama Kisyani. Sungguh, saya bangga dengan nama itu. Dalam pikiran saya, nama Kis-ya-ni (tiga suku kata) mengandung nama kedua orang tua, yaitu Soekisman (diambil suku tengah, -kis-) dan Harini (diambil suku akhirnya, -ni). Saat Soekisman dan Harini berhadapan serta melabuhkan cinta mereka, keduanya sepakat menyatakan “ya”. Dengan izin Allah SWT, kesepakatan “ya” mereka membentuk dan memupuk saya. Setelah saya lahir, kesepakatan “ya” itu pun tertoreh dalam nama saya (suku kedua/tengah): Kisyani.

Kedua orang tua Kisyani memang  memutuskan untuk memberi nama delapan orang anaknya dengan awal Kis. Secara berurutan dari yang paling sulung hingga paling bungsu nama anggota keluarganya adalah: Kisrini, Kismami, Kiswanto, Kiswati, Kisyani, Kisyana, Kistini, Kistina.

Datang dari latar belakang keluarga yang sederhana, Yani terbiasa untuk selalu mensyukuri apa yang diberikan padanya. Bila hanya ada satu telur ayam untuk dimakan, maka Ibu Harini akan membaginya menjadi delapan sesuai dengan jumlah anaknya, semua sudah sangat senang, Makan pun harus dihabiskan dengan lahap tanpa ada yang tersisa.

Sekolahnya di SD Muhammadiyah XI Solo ditempuhnya dengan berjalan kaki. Jarak antara rumah dan sekolahnya sekitar 1 km. Yani sangat dekat dengan kakek neneknya (dari pihak ayah) karena mereka tinggal bersebelahan. Neneknya adalah pedagang dan kakeknya adalah punggawa keraton Solo sehingga namanya berubah-ubah. Yang dikenalnya adalah R.Ng. Atmosoedarjo, kemudian begitu pangkatnya naik, berubah menjadi K.R.T. Daryodipuro.  Saat kecil, beberapa kali dia ke keraton menyertai ayahnya mengambilkan pensiun kakeknya. Panggilan sayang untuk kakeknya adalah “Ak-Ok”. Adapun kakeknya memanggilnya “Pepo”. Lain lagi dengan neneknya, yang memanggilnya dengan nama panggilan “Ambeng”.

Ketika mulai bersekolah di SMPN I, Yani yang pencinta warna hijau, tak bisa menyembunyikan ekspresi kegembiraan tatkala menerima sepeda dari sang ayah untuk perjalanan ke sekolah. Walaupun sepeda bekas, jelek, dan tua, Yani tetap semangat mengayuhnya pulang pergi sekolah. Teman-temannya menjuluki sepedanya dengan nama “sepeda berlapis emas” karena banyak bagian sudah dimakan karat. Sampai-sampai terkadang saudaranya malu bila harus pergi ke sekolah bersamanya dengan sepeda bututnya, namun Yani tetap percaya diri dan merawat sepeda sepenuh hati. Saat SMP itu beberapa kegiatan diikutinya mulai senam, renang, merangkai bunga, dan aktif di OSIS. Saat itu, dia sering ditugasi memimpin lagu Indonesia Raya pada waktu upacara bendera. Beberapa kejuaraan merangkai bunga pun pernah dia raih.

Saat bersekolah di SMAN III Solo, dia juga menempuhnya dengan bersepeda, walau pada saat-saat akhir dia sudah diizinkan ayahnya naik sepeda motor. Saat jam istirahat di kelas II SMA itulah suatu saat ayahnya datang pada hari ulang tahunnya dengan membawakan hadiah jam tangan yang langsung dilingkarkan di tangan kirinya. Hal itu membuncahkan kegembiraaan dan sungguh mengharukannya. Memang sejak kecil mereka dibiasakan untuk merayakan ulang tahun dengan doa kecil sekeluarga pada sore hari menjelang magrib dan ayahnya selalu membawa mereka ke foto studio “Soeit Fong” di Jalan Slamet Riyadi untuk difoto. Jadi, semua anak-anak Soekisman mempunyai pasfoto sejak usia 1 tahun sampai mereka SMA.

Dalam hal pekerjaan rumah, Ibu Harini membagi peran dan tugas kepada anak-anaknya secara merata. Kala itu, Yani mendapat pekerjaan untuk memberi makan ayam (keluarganya mempunyai usaha beternak ayam petelur sebagai tambahan penghasilan keluarga). Jumlah ayamnya saat itu sampai sekitar 500-an. Tugas tersebut dikerjakannya dengan sepenuh hati, tanpa sedikitpun mengeluh terhadap saudara-saudaranya. Sudah tidak diragukan lagi  kesungguhan Yani dalam melaksananakan setiap tanggung jawab yang diemban karena memberi makan ayam pun ternyata  dilakukan dengan penuh semangat.

Tidaklah mengherankan, jika Yani, dikenal saudara-saudarinya sebagai anak yang banyak memiliki keterampilan dan mandiri. Mulai dari menjahit, menyulam, memasak, dan menyetir kendaraan dapat dilakoninya. Beberapa seragam keluarga adalah karya/jahitannya (setiap Idul Fitri dan acara pengantin, keluarga mereka membuat seragam keluarga).

Ingin Dokter jadi Doktor

Setelah lulus SMA, Yani ingin menuntut ilmu di Fakultas Kedokteran karena dia ingin memenuhi harapan ayahnya  agar salah satu anaknya ada yang menjadi dokter sehingga bisa meneruskan tugas mulia yang diemban ayahnta saat itu. Ayahnya bekerja di Djawatan Kesehatan Rakyat (DKR) Solo. Keinginan Yani untuk menjadi dokter kala itu begitu menggebu, berbagai persiapan untuk menghadapi ujian tes masuk pun dilakoni dalam penuh waktu. Bahkan setiap hari dia berpuasa sebagai bentuk niat kukuhnya, bahkan saat ujian pun dia masih berpuasa. Waktu itu ibunya membekali dana untuk pembelian formulir. Formulir pun dibelinya untuk Perintis I di UGM dengan pilihan Fakultas Kedokteran. Satu formulir lagi dibelinya untuk perintis III dengan pilihan Fakultas Kedokteran UNS. Menjelang penutupan, dia berupaya mencari lagi formulitr perintis III karena dana masih mencukupi. Saat itu beberapa jurusan sudah mulai habis formulirnya, sampai akhirnya langkahnya terhenti di loket jurusan Bahasa Indonesia. Tanpa berpikir panjang dibelinya satu formulir untuk jurusan itu. Saat pengumaman perintis I, namanya tidak tercantum. Akan tetapi, saat pengumuman perintis III, namanya tercantum di urutan ke-29 sebagai calon mahasiswa cadangan untuk Fakultas Kedokteran, UNS. Saat itu ada sekitar 40 mahasiswa cadangan. Tahun sebelumnya, semua cadangan masuk. Oleh sebab itu, dia masih menantikan pengumuman berikutnya dengan penuh harap. Namanya yang masuk dalam daftar penerimaan di jurusan Bahasa Indonesia UNS tidak begitu ditanggapinya dengan serius. Dengan harap-harap cemas dia menunggu pengumuman penerimaan mahasiswa cadangan. Saat pengumuman penerimaam mahasiswa cadangan, ternyata yang diambil adalah nomor-nomor di atasnya, nomornya ke bawah dinyatakan tidak diterima. Pengumuman itu membuatnya kecewa berat, sampai-sampai dia mengurung diri di kamar sekitar seminggu, menangis dan kecewa … menurutnya itu adalah kekecewaan terpahit yang dialaminya.

Setelah puas dengan kekecewaannya, Yani mulai bangkit  dan mencoba menerima kenyataan bahwa dia masih harus bangga karena tetap dapat berkuliah di UNS di jurusan Bahasa Indonesia. Saat itu perkuliahannya di Mesen (dia belum sempat mengalami berkuliah di Kampus Kentingan. Kampus Kentingan pernah sekali dikunjunginya saat ujian skripsi). Awal kuliah di Jurusan Bahasa Indonesia, Yani merasakan sesuatu hal yang baru dan jauh dari pikirannya sehingga dia merasa kurang nyaman belajar.  Ternyata, Tuhan memang sudah menyiapkan rencana manis lain. Di kelas itu, Yani dipertemukan dengan seorang mahasiswa, Tri Budi Laksono (TBL), yang kemudian menjadi suaminya.  Diawali dari sering bertemu, bercanda, diskusi, dan berdebat ilmu di dalam kelas akhirnya pertemuan itu berbuah menjadi bibit cinta dan terjalinlah cinta kasih di hati keduanya. Sejak itu, Yani mulai bangkit, bersemangat, dan bersama TBL selalu berlomba untuk menjadi yang terbaik dalam prestasi akademis. Setiap semester selalu ada piagam penghargaan untuk prestasi akademis terbaik seangkatan dan sejurusan. Untuk peringkat pertama, jika bukan Yani, maka TBL lah penerimanya.  Keduanya pun akhirnya menerima bea siswa Tunjangan Ikatan Dinas (TID), saat ini dikenal dengan bea siswa PPA (Peningkatan Prestasi Akademik). Di kelas itu hanya ada tiga penerima TID. Persahabatan mereka dengan teman-teman seangkatan sangat manis dan dekat, banyak yang menyemangati dan mendukung langkah kebersamaan mereka.

Ketika hubungan keduanya semakin serius, TBL pun memberanikan diri untuk meminang Kisyani, pada tanggal 13 April 1981. TBL, sudah paham benar sifat, kebisaan dan karakter Kisyani sehingga pada acara pinangan tidak ada pemberian cincin, uang, atau hadiah lain. Untuk meluluhkan hati Kisyani, TBL hanya menuliskan puisi dan membacakannya dengan penuh hikmat dan syahdu dihadapan Kisyani dan Hanindawan seorang sahabat baik mereka berdua yang menjadi saksi acara pinangan tersebut. (Saat ini, acara pinangan semacam itu lebih dikenal dengan nama “nembak”).

Setelah itu, TBL menuliskan pergulatannya batinnya untuk sampai pada pinangan itu dalam buku harian mereka berdua yang saling ditukarkan setminggu sekali. Berikut ini kutipan guratan jiwa TBL saat akan melakukan pinangan (Kisyani-Laksono, 2008)

Sudah enam bulan lebih aku telanjangi keragu-raguan, Bergelut dengan angin, dengan ”ya” atau ”tidak” untuk mencoba memutuskan dan mencoba lagi menggenggam bayanganku. Akhirnya hari ini dengan segenap kehormatanku, aku memutuskan.

Aku tahu cinta kasih telah menelanku, ini tak bisa diingkari, terlalu besar utuk kekuatan manusia.dan yang jelas cinta kasih itu sendiri bukan milik manusia. Ia datang begitu saja, entah kapan. Aku hanya tahu bahwa ia sudah ada dan tak ’kan pernah bisa ditolak. Maka secara manusiawi dan dengan segenap hati aku yang berdiri di sini berkata, ”Ini adalah karunia-Nya, sebab ia adalah sumber dari segala cinta kasih. Hanya dari  Dia manusia mendapatkan, itupun tidak semua orang menggenggam. Di sini perlu sikap rendah hati manusia untuk mau menerima rahmat  cinta kasih-Nya sehingga terjadi titik temu. Dalam titik temu itulah terdapat cinta kasih yang bersifat manusiawi sekaligus bersifat Illahi. Itulah cinta kasih yang kuyakini ada di dada ini.”

Meski telah berulang kali mencoba memberontak dengan seluruh kekuatan langit dan bumi, aku tidak pernah mampu menghitam-putihkan cinta kasih ini. Ia hadir menurut wujudnya sendiri. ”Dunia boleh hancur, langit boleh runtuh, tapi ia tetap pada cakrawalanya bagai sedia kala”

Aku yang selalu menusuk punggung-Nya dari belakang telah ia beri, mesti darah masih mengalir dari tajamnya pisau dosa. Tidak ada putih syukurku, tidak ada biru sebiru kebahagianku, hingga aku beku di tengahnya. ”Tuhan aku tidak berdaya dalam pelukan-Mu”.  Aku berdiri di atas gemerlapnya biangla, langit terbuka dengan seluruh hidup dan mati ”Jeng Yani, aku mencintimu!”  Malam ini di atas derap kuda aku pinang dikau, aku lamar kau wahai kasmaranku.

Sejak itu, mereka semakin kompak dan menyatu dengan persahabatan teman-teman mereka. Pada tahun 1985 Yani berhasil meraih sarjana Bahasa Indonesia, dengan IPK tertinggi untuk fakultasnya dan termasuk lulusan paling awal di antara teman-teman satu angkatannya. Dia diwisuda pada 11 Maret 1985. Setelah itu berbagai tempat mulai dikiriminya lamaran yang dilampirinya dengan berbagai prestasi yang pernah diraihnya, termasuk ke IKIP Surabaya (sekarang Universitas Negeri Surabaya atau Unesa)  sehingga akhirnya dia  diundang oleh Dekan FBS IKIP Surabaya saat itu, Drs. Mas Haryadi, dan menjadi tenaga pengajar mulai tahun akademik 1985/1986 semester gasal sebagai asisten Drs. Achmad Hatib. Pengangkatan PNS-nya mulai Januari 1986.

Akhirnya pada tanggal 10 Desember 1985 (selasa Legi), Yani resmi menikah dan mengikat janji setia dengan TBL. Bagi Yani, itu merupakan kemenangan dan anugerah terindah dalam hidupnya. Adapun suaminya kemudian berprofesi sebagai dosen di jurusan yang sama di IKIP PGRI Surabaya (sekarang Universitas PGRI Adi Buana) mulai tahun 1988.

Hal itu ditulisnya juga dalam guratan buku persembahannya untuk Ibu Bapaknya  (Kisyani-Laksono, 2003) sbb.

Setelah menikah (dan akan berangkat ke luar negeri), saya mulai mencantumkan nama akhir suami dengan pertimbangan bahwa dalam nama saya sudah terkandung nama Bapak (Kis). Pencantuman nama akhir suami, Laksono, saya lakukan karena saya sangat mencintai dan menghormatinya. Antara nama saya dan nama suami sengaja saya beri tanda hubung (-) dengan pertimbangan, dari sisi kebahasaan, pencantuman tanda hubung menunjukkan suatu kesatuan, hal yang sangat erat, takterpisahkan. Hal itu sesuai dengan doa kami, supaya kami selalu bersatu, takterpisahkan (seperti Ibu Bapak yang saat ini mensyukuri pernikahan emasnya), baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat kelak (semoga Allah SWT mengabulkan doa kami). Pada sisi lain, pencantuman tanda hubung juga menunjukkan kesadaran gender karena nama saya merupakan suatu kesatuan—takterpisahkan, tetap ditulis Kisyani-Laksono—tidak dapat dibalik menjadi Kisyani, Laksono.

Kebahagiaan semakin terpancar dari keduanya, ketika mereka dianugerahi dua orang anak. Anak pertama, Raras Tyasnurita, lahir di PKU Muhammadiyah Solo, Selasa Wage, 23 Januari 1987. Anak kedua, Arya Anuraga, lahir pada Minggu Kliwon, 17 April 1988 di RKZ Surabaya. Secara mandiri, kreatif dan penuh kehangatan, mereka membesarkan kedua buah hati itu .

Hampir setiap malam  Yani mendongengkan dua dongeng dalam bahasa Jawa kepada anak-anaknya, bahkan ada juga dongeng karya inovasinya yang tak pernah tamat, yakni dongeng “Ngoko dan Krama”. Setiap dongeng dikisahkan dengan setiing tempat di sekeliling rumah yang dikenal anak-anaknya. Lomba lari Kancil dan Kura-kura dikisahkan dari bundaran Rewwin di dekat tempat tinggalnya sampai SDN Wedoro tempat anak-anaknya bersekolah. Saat berkuliah di Yogyakarta, dongeng itu dirapel setiap kali dia pulang ke Surabaya. Setiap dongeng yang belum tamat selalu diakhiri dengan pertanyaan Piye sidane nasibe …. (nama tokoh)?…tutuge sesuk ‘Bagaimana nasib … (nama tokoh)? Cerita selanjutnya… besok.’

Anak-anaknya juga selalu ingat lagu “Lelo Lelo Ledung” sebagai pengantar tidur yang selalu didendangkan saat mereka menangis/sakit/atau tidak dapat tidur. Acara ulang tahun sellau diisi dengan doa bersama seperti yang diajarkan oelh Ibunya di Solo. Inilah resep kehangatan keluarga kecil mereka.

Yani, tumbuh menjadi wanita yang memiliki cita-cita tinggi. Dengan pesan yang tertanam dari ibundanya untuk selalu meneruskan ilmu itulah akhirnya Yani memutuskan untuk menjadi dosen. Dari situ, ia sadar akan kebutuhan untuk selalu berkembang. Oleh sebab itu, dengan restu dan dukungan dari suami tercinta, Yani melanjutkan pendidikan S-2 di UGM tahun 1993—1995 (cum laude). Bolak-balik Surabaya-Jogjakarta ia jalankan. Walau kadang-kadang harus meninggalkan sejenak anak-anak bersama suaminya, namun komunikasi tidak pernah putus (saat itu komputer dan HP masih merupakan barang langka).

Keinginan Yani untuk melihat belahan bumi lain terpenuhi ketika ia mendapatkan beasiswa DAAD untuk menulis proposal disertasi di Jerman di bawah bimbingan Prof. Dr. Bernd Nothofer dan Dr. Inyo Yos Fernandez. Tidak hanya menulis di sana, tetapi Yani juga diberi kepercayaan untuk mengajarkan bahasa Jawa kepada enam mahasiswa di Südostasien wissenschaften, Johann Wolfgang Goethe-Universität, Frankfurt am Main, Germany pada semester gasal 1996/1997.

Pulang dari Frankfurt dia pun masuk ke S-3 UGM dengan proposal yang sudah matang. Bekal nilai S-2 nya membuat dia tidak perlu  menempuh perkuliahan lagi sehingga S-3 nya diisi dengan pengambilan data dan penulisan disertasi. Saat itulah dia berlibat juga dalam berbagai kegiatan penyuntingan jurnal, antara lain jurnal Verba, Pendidikan Dasar, Majalah Ajisai, ” (be a cross-  culturalis: Indonesia—Jepang). Mulai tahun 2000 dia aktif dalam Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI) sebagai sekretaris cabang Surabaya. Pada tahun 2001–2003 dia menjadi Sekretaris Pusat Studi Wanita (PSW).  Dia juga aktif dalam berbagai tim di Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama (Dit PLP) Diknas yang sekarang bernama Dit PSMP.

Pada dasarnya penulisan disertasinya selesai tahun 2000. Perjalanan panjang pembimbingan setelah itu dapat diselesaikannya selama kurang lebih satu tahun. Setelah itu proses pengujian pun melewati beberapa tahap, mulai tim kecil, tim 16, tim 20, revisi, ujian tertutup, dan ujian terbuka. Akhirnya Yani melaksanakan ujian terbuka yang dihadiri juga oleh promotornya Prof. Dr. Bernd Nothofer. Gelar doktor (cum laude) diraihnya pada 4 Juli 2002 di  UGM dengan Raras  (saat itu masih SMA) sebagai salah satu pendamping (paranim)-nya.

Pulang dari S-3, dia pun dipercaya menjadi Kepala PSW Unesa.  Selain itu,  dia juga mulai aktif di Direktorat pendidikan Tinggi (Dikti) dalam beberapa tim, antara lain  Tim Asasmen dan Tutorial Akademik Mahasiswa (ATAM); Tim Studi Perluasan Mandat; Tim Pengembang Sistem Asesmen Berbasis Kompetensi PGSMP/SMA; Tim Pemetaan Keilmuan Pendidikan; Tim Sertifikasi Guru,; Tim PTK dan PPKP; tim PIPS dan PPKP; tim Karkater; tim Detasering.  Selain itu dia juga pernah menjadi koordinator tim untuk Pelatihan Pengembangan Pembelajaran Berbasis Kompetensi bagi Dosen LPTK yang diperolehnya setelah melalui serangkaian presentasi usulan kegiatan.

Kegiatan lain  pun juga dijalaninya, antara lain Koordinator dan Fasilitator PTBK dan Pelatihan CTL, Penulis Modul, Dit PLP  Jkt.;  Pembimbing KTI Online, Dit PMPTK; Konsultan Balai Bahasa Jawa Timur;  Anggota Tim Pemetaan Bahasa Daerah di Indonesia, Pusat Bahasa, Depdiknas; anggota Tim Adhoc Standar Penilaian,   BSNP.

Mei 2004 dia ditugasi Rektor Unesa, Prof. Dr. Haris Supratno, menjadi Kepala UPBJJ-UT Surabaya periode 2004—2008. Pelantikannya dilakukan oleh Rektor Universitas Terbuka (UT). Prof. Dr. Atwi Suparman, di kantor pusat Unesa. Sebenarnya perkenalannya dengan UT sudah dimulai tahun 1990-an ketika menulis berbagai soal dan modul untuk UT.

Kedukaan mulai singgah dalam dirinya saat suaminya  berpulang pada 29 Maret 2006 karena jantung koroner saat anak keduanya (Arya Anuraga) menempuh ujian SMA. Walaupun berduka, tapi dia masih dapat bersyukur karena doa-doa suaminya sudah banyak yang terkabul. Hal itu tampak dalam buku tulisannya yang diterbitkan saat 1000 hari suaminya:

Mas Tri … kau selalu melantunkan doa yang seolah selalu berbisik di telingaku. Kau selalu berdoa supaya kepulanganmu tidak tiba-tiba karena kau memikirkan penderitaan berat yang akan kami alami. Kau juga berdoa semoga kepulanganmu tidak didahului dengan sakit yang memerlukan perawatan lama karena itu kau anggap akan menyusahkan kami. Beberapa keinginan duniawi sudah teraih, hanya saja saat berkendara kau sering bertanya seolah tak yakin ”Apa aku isih menangi wisudane Raras karo Arya, ya?” (Apa aku sempat mendampingi Raras dan Arya wisuda, ya?) ”Apa aku isih iso momong putu,ya?” (Apa aku sempat menikmati masa menimang cucu, ya?). Jika aku mendengar itu, aku akan selalu mengelus tanganmu, menatapmu, dan menyakinkan bahwa Insya Allah itu akan terwujud. Beberapa keinginanmu kucoba untuk mewujudkannya karena aku yakin bagian darimu ada dalam diriku.

Ketegaran dan ketabahannya juga tampak jelas dalam tulisannya saat detik-detik berpulangnya suaminya:

Menjelang subuh, sekitar pukul 4.20, aku mulai menggelar sajadah dan akan memakai mukena. Saat itu, ada petugas datang dan memintaku ke ruangmu. Jantungku berdegup, sajadah kulipat dan aku berjalan mengitari gedung menuju tempatmu. Saat berjalan hatiku berkata, ”Sudah saatnya, kau harus kuat, kau harus kuat, harus kuat.” Begitu sampai di ruangmu, beberapa dokter dan perawat mengitarimu, mereka menyampaikan bahwa jantungmu berhenti berdenyut pukul 4.00 dan dinyatakan berpulang pukul 4.20. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un, hanya itu kata yang terlontar dari bibirku. Kudekap tanganmu dan kuelus dahimu. Mereka minta izin untuk membersihkanmu  dan aku menyetujuinya. Kukabarkan kepulanganmu kepada Mbak Kis dan Mbak Nie di rumah untuk menyampaikan kepada Raras dan Arya (setelah kejadian itu aku semakin sadar bahwa Tuhan sangat menyayangi kita, Raras dan Arya pada saat itu didampingi oleh saudara-saudaranya untuk menyiapkan segala sesuatunya di rumah). Setelah itu, kukabarkan pula kepulanganmu kepada teman-teman. Tidak ada lutut yang goyah saat itu, tidak ada pekik menghentak saat itu, Allah telah menguatkan hatiku dengan berbagai persitiwa sebelumnya. Aku menungguimu sejenak dan meninggalkan KTP untuk membawamu pulang….

… Beberapa teman dan Saudara mulai datang. Setelah ambulans datang, aku, Mbak Thres (istri mas Bowo: Hari Prabowo), dan Bapak Sugianto (UPBJJ-UT Surabaya) membawamu ke kamar jenazah dengan mengendarai ambulans. Di kamar itu, aku ikut memandikanmu, aku laksanakan salah satu keinginanmu untuk keramas karena selama di rumah sakit kau belum keramas. Aku lantunkan doa untukmu setiap kali kuseka kulit dan rambutmu. Wajahmu tampak segar dan wangi setelah itu. Akhirnya, aku membawamu pulang. Di rumah, semua sudah tertata. Tetangga kita sungguh luar biasa baiknya. Bu RT (Ibu Fandi), Ibu Sis, dan Ibu Pur sibuk membuat masakan dan mengantarkannya ke rumah kita. Bapak-bapak sigap menyiapkan segala sesuatunya ….

Rabu itu Rabu kelabu untukku. Aku percaya dan yakin bahwa Tuhan mempunyai rencana indah untukku dan untukmu, Mas Tri. Biarpun sedih, tapi saat itu aku mulai dapat bersyukur bahwa kau pulang dengan doa dan keinginan yang sudah terkabulkan, kau pulang saat hati kami sudah dikuatkan. Sedih, syukur, dan ikhlas… hanya itu yang kurasakan.

Setelah itu … saat setelah salat, saat kesedihan atau kebahagiaan hinggap, saat ada kejadian penting dalam kehidupanku dan kehidupan anak-anak kita, selalu kulantunkan namamu dalam doa:

Ya Allah, lapangkanlah jalan Mas Tri,
ampunilah dosanya,
terimalah amal ibadahnya,
tempatkanlah dia di surga. Amin.

Sebait doa juga kulantunkan saat kutorehkan tulisan ini:

Jika saatku tiba, Mas Tri,
semoga Tuhan berkenan mengutusmu mendampingi

malaikat-Nya
Jika saatku tiba, Mas Tri,
sambutlah aku dengan senyum bunga
dekaplah aku dengan baluran cinta
dan bimbinglah aku untuk menghadap-Nya
Jika saatku tiba, Mas Tri
Kuharap semua melepasku dengan ikhlas dan rela
dan aku akan sangat bahagia
karna dapat bersatu denganmu untuk selamanya.
Semoga Tuhan  selalu menyatukan kita,
tidak hanya dalam kehidupan dunia, tetapi juga  di alam

sana. Amin.

Walaupun sekarang dua sejoli ini terpisah oleh dua dunia, namun  ikatan mesra keduanya tidak pernah padam. Album foto, video, puisi, dan doa membuat komunikasi hati tidak pernah putus.  Beberapa bulan setelah berpulangnya suami, Yani memutuskan mengenakan kerudung kepala (jilbab).

Setelah itu, beberapa usapan kebahagiaan mulai menghampirinya. Beberapa kegiatan dan tulisan yang dibuatnya akhirnya membawanya pada jabatan guru besar (SK-nya per April 2007). Proses pencapaian guru besar sudah dimulai saat suaminya masih mendampinginya. Pada April 2008,  Kisyani-Laksono terpilih sebagai salah satu Kartini tangguh Surabaya (dari 16 Kartini) versi Radar Surabaya. Mei  2008, jabatannya sebagai Kepala UPBJJ-UT Surabaya memasuki periode II (2008—2012).

Selanjutnya, Oktober 2008, Raras lulus kuliah dari jurusan Sistem Informasi, Fakultas Teknik Informatika (FTIf), ITS dan diterima bekerja sebagai dosen honorer full time di prodi nya di  ITS mulai Januari 2009.

Kecintaannya pada keluarga juga ditunjukkan pada pidato pengukuhan yang dilaksanakan pada Mei 2009 dengan judul “Bahasa Daerah di Indonesia: Meretas jalan untuk Mencapai Muara”. Dalam akhir pidatonya, dia menuliskan

Secara khusus ucapan terima kasih juga saya persembahkan kepada suami tercinta Drs. P.A. Tri Budi Laksono (alm. 29 Maret 2006) serta buah kasih kami Raras Tyasnurita dan Arya Anuraga yang telah merelakan ibunya lebih banyak mencurahkan waktu  untuk pekerjaan daripada  berkumpul dengan mereka. ”Mas Tri, engkau selalu menyemangatiku dengan mengatakan bahwa apa yang akan kucapai merupakan bagian dari pencapaianmu. Jika saat ini Tuhan memperkenankanmu dapat mendengar, dengarlah bahwa pidatoku hari ini merupakan hasil pencapaianmu. Biarpun engkau telah pulang, kami selalu merasa dekat karena bagian darimu hidup dalam diri kami.”

Selain itu, secara lisan juga dinyatakannya bahwa pencapaian ini adalah hadiah khusus yang dipersembahkan untuk kedua orang tuanya, sebagai penebus kegagalan menjadi seorang dokter yang diidam-idamkan ayahnya.

Meski telah berhasil meraih predikat tertinggi dalam dunia pendidikan (Profesor), hal itu tidak membuat Yani tinggi hati. Malah anggota keluarganya merasakan, Yani semakin dekat dengan keluarga. Sebagai butkinya, Yani mempersembahkan hadiah ulang tahun kepada Ibunda tersayang dengan  mengajaknya untuk menunaikan ibadah Umroh ke Tanah Suci pada tahun 2009 (kedua orang tuanya sudah melaksanakan ibadah haji tahun 1995).

Februari 2010, Raras berkuliah S-2 di National Taiwan Univesity of Science and Technology (NTUST) Taipei dengan beasiswa dari NTUST. Sebelum berangkat, Raras bertunangan dengan Abdul Ghofur, kakak kelasnya saat berkuliah dan sudah dikenal pula oleh ayahnya. Satu semester menempuh studi, Raras pulang ke Indonesia dan pada 8 Agustus 2010, kebahagian Yani semakin lengkap karena telah menikahkan putri pertamanya (Raras) dengan Abdul Ghofur, sebuah janji kepada sang Suami  ketika masih hidup.  Yang bertindak menikahkan Raras saat itu adalah Arya Anuraga, adik kandung Raras. Adapun yang bertindak sebagai saksi pernikahan adalah Rektor Unesa, Prof. Dr. Muchlas Samani dan Rektor ITS, Prof. Dr. Priyo Suprobo. Sebagai pemberi nasihat pernikahan adalah eyangnya Raras, Prof. Dr. Bambang Pranowo dengan doa dari Habib dan naib.

Anak kedua, Arya juga merupakan lulusan ITS dari program studi yang sama dengan Raras dan baru diwisuda bulan Oktober 2010 yang lalu.

Ibadah yang tulus dalam setiap menjalankan tugas ternyata selalu memberi berkah kepada Yani. Pada hari Rabu, 27 Oktober 2010, dua hari setelah ulang tahunnya yang ke-48, Kisyani yang merupakan pengagum bunga teratai putih, dilantik sebagai Pembantu Rektor (Purek) I Universitas Negeri Surabaya (Unesa) masa bakti 2010–2014. Pelaksanaan pelantikan dan serah terima jabatan dipimpin oleh Rektor Unesa Prof. Dr. Muchlas Samani bertempat di Ruang Auditorium Gedung Rektorat Unesa, Kampus Ketintang, Surabaya.

Sehari setelah pelantikan, Kisyani-Laksono menyampaikan surat pengunduran diri dari jabatan Kepala UPBJJ-UT Surabaya kepada Rektor UT. Akhirnya, pengunduran diri itu dipenuhi dan pada 13 Desember 2010,  Prof. Dr. Rusijono dari Unesa dilantik di UT Pusat Jakarta sebagai Kepala UPBJJ-UT Surabaya periode 2010—2014.

B. DI UPBJJ-UT SURABAYA

Enam Tahun Tujuh Bulan

Mempimpin UPBJJ-UT Surabaya

Tanggal 28 Mei 2004 menjadi hari yang menggembirakan bagi Yani dan hari bersejarah bagi UT khususnya seluruh pegawai UPBJJ-UT Surabaya karena pada hari itu dia dilantik menjadi Kepala UPBJJ-UT Surabaya, menggantikan Prof. Dr. H. Supari Muslim, M.Pd. Dia dilantik oleh  Rektor ke-4 UT, Prof. Dr. M. Atwi Suparman, M.Sc, di gedung pusat Unesa.

Pada periode pertama kepemimpinan, legalitas dalam  penggunaan tanah UPBJJ-UT Surabaya berupa sertifikat serta balik namanya dari Universitas Airlangga ke Universitas Terbuka dan sebaliknya (tukar guling) telah berhasil diselesaikan.  Sertifikat (Tanda Bukti Hak) Nomor: 12.01.22.05.4.00024, yang diterbitkan oleh Badan Pertanahan Nasional Kotamadya Surabaya untuk UPBJJ-UT Surabaya yang beralamat di Kampus C Unair, Mulyorejo Surabaya 60115, dengan luas tanah 1.890 m2 (42m x 45m) berhasil didapatkan.

Di samping itu, pembangunan gedung tahap II UPBJJ-UT Surabaya telah dapat direalisasikan dan peresmiannya dilakukan oleh Rektor UT, Prof. Dr. Atwi Suparman,  M.Sc. pada Senin, 29 Mei 2006 dengan disaksikan oleh  tiga rektor (Rektor Unesa, Prof. Dr., Haris Supratno;  Rektor ITS, Prof. Dr. Ir. Muhammad Nuh, DEA;  Rektor Unair, Prof. Dr. Med Puruhito, dr. Sp B )  dan kepala dinas pendidikan Jawa Timur  saat itu (Dr. Rasiyo).  Sejak itu, ruang yang cukup lega untuk para pegawai pun mulai dapat dinikmati.  Kebutuhan para pegawai  untuk  “satu pegawai, satu meja, satu komputer” dapat terpenuhi.

Selama menjabat sebagai Kepala UPBJJ-UT Surabaya (2004—2010), suasana kantor selalu terasa bersahaja dan kebersamaan dalam berbagai hal selalu dijaga. Setiap ada pegawai yang berulang tahun selalu tersedia cenderamata yang unik dan sebait pantun yang berisi doa dan motivasi agar selalu menjalankan tugas dengan baik. Doa sesuai dengan agama yang dianut  selalu dikumandangkan saat akan memulai suatu kegiatan, baik kegiatan rutin maupun yang tidak rutin, seperti masuk kantor baru, awal pertemuan, berdoa bersama saat menengok teman/keluarga yang sakit, berdoa bersama saat ada keluarga/teman yang meninggal dunia, berdoa bersama saat akan bepergian bersama, berdoa bersama saat ada teman atau keluarga yang akan menunaikan ibadah haji, berdoa bersama saat akan menggunakan mobil kantor yang baru, dll. Acara halal bihalal dan Idul Qurban pun selalu diselenggarakan dan selalu tidak lupa membagikannya kepada warga kurang mampu, khususnya yang berada di sekitar kantor UPBJJ-UT Surabaya.

Awal tahun 2006, sesuai dengan kebijakan  Rektor UT semua dosen UPBJJ-UT berkantor di Surabaya. Oleh sebab itu, kantor daerah di wilayah UPBJJ-UT Surabaya yang semula berada di Pamekasan, Jombang, dan Madiun pun ditutup. Dosen-dosen di wilayah itu berkantor di kantor UPBJJ-UT Surabaya mulai awal Januari 2006. Sosialisasi  untuk membangkitkan kesadaran dosen supaya berkantor di UPBJJ-UT Surabaya perlu waktu cukup lama, sekitar satu tahun. Namun, berkat kewibawaan, lembah lembutnya, senyumnya, dan lewat puisi dan pantun yang sering didendangkan saat memberikan arahan dan nasihat, akhirnya semua dosen takluk dan menerima kebijakan tersebut dan hingga kini mereka telah berkantor di UPBJJ-UT Surabaya.

Belum juga para dosen UPBJJ-UT Surabaya merasa betah dan nyaman dengan kebijakan harus berkantor di Surabaya, ternyata pada tahun 2008, Kisyani lagi-lagi mendapat tugas berat untuk memberikan pengertian, pemahaman, dan kerelaan kepada semua dosen karena kebijakan baru pun mulai ditabuh, yakni  “pegawai akademik (dosen) di UPBJJ-UT Surabaya ditugaskan menjadi manajer tutorial tatap muka sehingga mereka tidak bertindak sebagai tutor tatap muka.” Hal itu juga memerlukan sosialisasi yang cukup lama sampai akhirnya hal itu pun dapat diterima. Lagi-lagi jurus untuk meyakinkan para dosen dilakukan dengan kewibawaannya melantunkan puisi dan pantun. Kebijakan yang kontroversial itu pun diterima karena diimbangi dengan kesempatan para pegawai akademik menjadi tutor tuorial online atau tutor tuton.

Keinginan untuk terus berkembang dengan membuat web mulai diwacanakan. Oleh sebab itu, meluncurlah web UPBJJ-UT Surabaya dengan alamat “ut-surabaya.net” dengan e-mail info@ut-surabaya.net atau ut-surabaya@upbjj-ut.ac.id. . Peluncuran web ini diimbangi dengan perbaikan infrastruktur sehingga setiap komputer pun terhubung dengan internet. Penyedian sarana dan penggunaan mail-listupbjj-ut-surabaya@googlegroups.com” membuat pegawai yang belum dapat menggunakan komputer dan berinternet terpacu untuk mempelajarinya.  Selain sarana mail list, digunakan juga sms berantai untuk beberapa berita penting  yang  bersifat segera harus diketahui oleh semua pegawai.

Dalam hal penelitian, sesuai dengan kemampuan dana UPBJJ-UT, penelitian di UPBJJ-UT Surabaya  dirintis pada tahun 2008 dengan memberikan dana untuk empat penelitian, yaitu untuk penelitian daya saing lulusan UT; kualitas tutorial; kualitas layanan pengujian; kualitas layanan promosi dan sosialisasi. Untuk tahun 2009, jumlah penelitian yang didanai oleh UPBJJ-UT sebanyak 12 buah, terdiri atas 6 penelitian kualitas dan layanan untuk pelanggan (sesuai SK Rektor nomor 111/H.31.37/U2/2009); 4 Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang diperuntukkan bagi staf akademik UPBJJ-UT bekerja sama dengan para tutor/supervisor dan/atau mahasiswa; 4 penelitian kelembagaan; dan 1 penelitian umum. Dana penelitian juga diberikan untruk penelitian di UPBJJ-UT Surabaya tahun 2010. Untuk keperluan penelitian dengan dana UPBJJ-UT tersebut, Tim UPBJJ-UT telah mengembangkan pedoman pengelolaan penelitian dengan mengacu kepada pedoman penelitian dari UT Pusat.

Dalam bidang abdimas, UPBJJ-UT juga memicu dan memacu staf akademik untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat. Berbagai bentuk kegiatan abdimas yang telah dilakukan antara lain: Pemberantasan Buta Aksara; Penugasan staf akademik UPBJJ-UT dalam kegiatan Penilai Pemilihan Guru Ideal tingkat Kab-Kota; pengembangan bahan/materi pelatihan pada calon Tim Penilai Angka Kredit Jabatan Fungsional Guru dan Pengawas Sekolah Golongan IV/a ke IV/b Dinas Pendidikan Prov. Jatim; Tim Penilai Angka Kredit Guru/Pengawas Gol IV/b tingkat Prov. Jawa Timur; Tim Penilai Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) Kab-Kota; bakti sosial.

Selain penelitian dan abdimas, UPBJJ-UT Surabaya juga telah menerbitkan beberapa buah buku, di antaranya  adalah “UPBJJ-UT Surabaya: Meretas Sejarah Menuju Masa Depan Cerah” tahun 2006;  Sejarah UPBJJ-UT Surabaya, tahun 2007; Panduan Pembekalan Tutor, 2008, Panduan OSMB, tahun 2008; “Mutiara Rasa dari Surabaya: Persembahan untuk Prof. Dr. Atwi Suparman, M.Sc.” tahun 2009. Selain itu, UPBJJ-UT Surabaya  juga pernah menerbitkan Jurnal “Pendidikan Dasar”  yang sempat diterbitkan  tiga  volume, sayangnya jurnal ini kemudian tidak dapat dilanjutkan karena naungan UPBJJ tidak cukup kuat untuk penghitungan kredit poin.

Saat pertama kali menerima mahasiswa pada tahun 1984, ada 4.900 orang mahasiswa yang registrasi.  Selama, kempimpinan Kisyani, dalam enam tahun terakhir ini pengembangan jumlah mahasiswa di UPBJJ-UT Surabaya mengalami peningkatan yang cukup berarti. Menurut  data BAAPM, 21 April 2010, jumlah mahasiswa aktif UPBJJ-UT Surabaya tahun 2007 ada 23.140; tahun 2008 ada 29.853; tahun 2009 ada 30.420. Sebagian besar mahasiswa UPBJJ-UT Surabaya adalah mahasiswa pendidikan dasar (pendas), yaitu guru PGSD dan/atau PGPAUD. Namun, harus diakui pada masa  2010  jumlah mahasiswa mengalami penurunan disebabkan semakin ketatnya persyaratan masuk UT. Selain itu, jumlah guru yang sudah lulus S-1 juga semakin banyak.

Lulusan atau alumni UPBJJ-UT Surabaya juga semakin banyak. Rata-rata IPK lulusan pada tiga tahun terakhir adalah 2,8. Mayoritas mereka lulus kurang dari delapan tahun. Jumlah lulusan program Pendas dan Nonpendas mengalami peningkatan setiap tahunnya, dengan jumlah lulusan selama tiga tahun terakhir sebanyak 4.914 orang dengan rata-rata jumlah lulusan per tahun (dari tiga tahun terakhir) sebanyak 1.638 orang.

Selama kepemimpinan Kisyani, UPBJJ-UT Surabaya tumbuh dan terus berkembang menjadi UPBJJ-UT yang disegani dan disenangi. Semua itu, dilakukan lewat sosiolasi  promosi dan jalinan kerja sama dengan berbagai insitusi di wilayah kerjanya, antara lain tiga perguruan tinggi negeri di Surabaya yaitu Unesa, Unair, dan ITS sebagai perguruan tinggi mitra. Kerja sama dengan ketiga PTN mitra tersebut memberikan dua manfaat besar bagi UPBJJ-UT, yaitu: (1) dukungan kepemimpinan di UPBJJ-UT; (2) dukungan dan fasilitas berbagai sumber daya yang sangat dibutuhkan oleh UPBJJ-UT seperti penggunaan gedung untuk keperluan tempat tutorial, laboratorium praktikum, UAS dan UPI (Upacara Penyerahan Ijazah); penyediaan dosen untuk tutor/supervisor dan korektor pada program Pendas maupun Nonpendas; pemanfaatan perangkat ICT, dll.

Sejalan dengan upaya UT untuk mengembangkan bantuan belajar dan layanan bahan ajar berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagaimana diamanatkan dalam Renstra UT, melalui kepiawaannya dalam bersilaturahmi dengan berbagai mitra kerja, UPBJJ-UT Surabaya juga telah menjalin kerja sama dengan ICT-Center dan Community College (CC) di 18 kabko di Jawa Timur (difasilitasi oleh ITS, PENS ITS, BKLN, dan Seamolec). Jalinan kerja sama ini dimaksudkan untuk memfasilitasi dan melayani kebutuhan belajar mandiri mahasiswa UT dalam layanan akses internet. Di samping itu, hal ini  juga dimaksudkan sebagai sarana sosialisasi berbagai informasi tentang layanan kependidikan dan kemahasiswaan yang terpercaya dan dekat dengan penggunanya. Bahkan BKLN telah memfasilitasi pemasangan jardiknas di UPBJJ-UT pada awal 2008. Jalinan kerja sama  ini secara resmi dilakukan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja sama (MoU) antara UPBJJ-UT dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan pengelola ICT-Center dan Community College (CC) di 18 kabko di wilayah UPBJJ-UT Surabaya. Bagi UPBJJ-UT Surabaya, kerja sama dengan ICT-Center dan Community College sangat penting mengingat sebaran mahasiswa yang tidak terkonsentrasi dalam satu wilayah, yang tidak memungkinkan pemberian layanan perpustakaan bagi mahasiswa UT.

Hingga kini, UPBJJ-UT Surabaya terkenal sebagai salah satu UPBJJ-UT di Indonesia yang kaya prestasi. Pada tahun 2005, UPBJJ-UT Surabaya  memperoleh penghargaan dari Rektor UT berupa Piagam Penghargaan I untuk kategori Manajemen UPBJJ-UT terbaik tahun 2004. Pada tahun yang sama UPBJJ-UT Surabaya ikut berpartisipasi dalam Disporseni yang diselenggarakan di Pontianak berhasil memperoleh juara I dan III  Lomba Diskusi Ilmiah, juara I Tenis Lapangan, serta juara III Lomba Senam Poco-Poco.

Pada tahun 2006 piagam penghargaan serupa kembali diterima UPBJJ-UT Surabaya yaitu Juara Harapan II dalam Pengelolaan UPBJJ-UT untuk tahun 2005. Selanjutnya, pada tahun 2007 UPBJJ-UT Surabaya kembali menerima penghargaan sebagai Pemenang Terbaik II Pengelolaan UPBJJ tahun 2006 serta pengharagaan sebagai UPBJJ Peringkat Tertinggi III Jumlah Mahasiswa Terbanyak. Pada tahun itu pula, tepatnya tanggal 2 September 2007 UPBJJ-UT Surabaya berhasil meraih sertifikat ISO 9001-2000 dalam bidang Distance Learning Services yang dipublikasikan oleh Société Générale de Surveillance (SGS), sebuah lembaga pemeriksaan, verifikasi, pengujian dan sertifikasi, yang berkedudukan di Swiss.

Pada tahun 2008 penghargaan sebagai Pemenang Terbaik II Pengelolaan UPBJJ Tahun 2007 kembali diraih oleh UPBJJ-UT Surabaya dari Rektor UT, Prof. Dr. Atwi Suparman, M.Sc. Pada saat Rakornas UT tahun 2009 yang diselenggarakan pada awal bulan Februari 2009 lalu, UPBJJ-UT Surabaya kembali berhasil memperoleh Predikat Pemenang I dalam Acara UPBJJ-UT Award Tahun 2008, di samping itu juga memperoleh Piagam Apresiasi dari Pembantu Rektor IV UT sebagai UPBJJ-UT yang memiliki jumlah mahasiswa Terbesar III dari 37 UPBJJ-UT seluruh Indonesia. Terakhir, pada tanggal 22 September 2010, saat penyelenggaraan puncak Dies Natalis Universitas Terbuka ke-26, UPBJJ-UT Surabaya menerima penghargaan dari Rektor (Rector Award) dari Prof, Dr. Tian Belawati sebagai UPBJJ-UT Terbaik Harapan I; Kepala Sub. Bagian Tata Usaha UPBJJ-UT Terbaik II, Sudewo, S.IP; Pegawai Teladan II, atas nama Drs. Agus Prabowo, S.E.; Mahasiswa Berprestasi II, atas nama Hermansyah, Prodi Akuntansi; Mahasiswa Berprestasi III, atas nama Ribut Ramayanti, Prodi Manajemen.

Untuk mendorong  suasana akademik yang kondusif, UPBJJ-UT Surabaya tidak lupa menyediakan  prasarana dan sarana, dukungan dana, dan kegiatan akademik di luar tutorial. Kegiatan akademik di luar tutorial yang difasilitasi sarpras, pendanaan, dan kegiatannya adalah pengembangan minat, bakat, dan kegiatan di luar bidang akademik. Mahasiswa juga mengikuti lomba karya inovatif mahasiswa yang diselenggarakan Dikti, lomba karya ilmiah mahasiswa, dan pelayaran kebangsaan. Dalam PIMNAS ke XXII di Universitas Brawijaya Malang, 21 – 25 Juli 2009, Lilik Rohmawati,  berhasil sebagai juara III. Mahasiswa jurusan S-1 Pendidikan Fisika itu menyuguhkan  kreasi berupa “Karya Kreasi Inovatif Kudapan Nusantara” melalui pemanfaatan makanan berbahan lokal (KKI- Mabelok).

Untuk memacu kinerja para pegawai, setiap tahun dilakukan  lomba untuk pegawai berprestasi. Bahkan di tingkat UT Pusat pun, prestasi pegawai UPBJJ-UT Surabaya tidak mengecewakan. Pada hari ulang tahun proklamasi kemererdekaan ke-64, 17 Agustus 2009 di UT Pusat, satu dosen menerima penghargaan Dosen Berprestasi Terbaik Harapan Pertama a.n. Dr. Suparti dan satu pegawai menerima penghargaan sebagai karyawan berprestasi peringkat III a.n. Sudewo, S.Ip.

Suasana akademik juga terbangun  lewat pemberdayaan IKA (ikatan alumni) UPBJJ-UT Surabaya dalam penyelenggaraan seminar nasional tahunan dan keikutsertaan beberapa dosen dalam pertemuan ilmiah, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Selain itu, suasana akademik dalam bidang ekstrakurikuler juga terbangun lewat  kegiatan Paduan Suara, Kerohanian,  Kreativitas Mahasiswa,  dan Kewirausahaan  yang juga dikembangkan. Hal itu tampak dalam perolehan dana dari Dikti/UT untuk ketiga kegiatan tersebut yang didapatkan oleh UPBJJ-UT Surabaya. Jerih payah yang ditorehkannya dalam mendorong suasana akademik bagi mahasiswa, berbuah manis yang ditandai dengan keberhasilan UPBJJ-UT Surabaya memperoleh juara harapan 1 dalam Disporseni Wilayah Tengah, pada September 2010, dengan meraih 2 emas (diskusi ilmiah dan pidato), 3 perak (tenis meja tunggal putri dan ganda putri, vokal grup), satu perunggu (bola voli putra). Selain itu, suasana kademik juga didukung oleh penggunaan dana untuk peningkatan mutu pembelajaran (tutorial, ujian, monev, pelatihan) yang rata-rata 60% per tahun, Adapun yang 40% digunakan untuk peningkatan daya jangkau layanan dan manajemen internal.

Tanggal 16 Juni 2009, Prof. Ir. Tian Belawati, M. Ed., Ph.D. dilantik sebagai Rektor Universitas Terbuka menggantikan Prof. Dr. M. Atwi Suparman, M.Sc. yang sudah dua kali menjabat.  Pada tahun yang sama, di UPBJJ-UT Surabaya diagendakan pembangunan ruang untuk  koreksi dan/atau tutorial karena kebutuhan untuk ruang koreksi yang hanya satu ruang di ruang pertemuan dirasa kurang. Oleh sebab itu, diajukan pembangunan ruang lantai II di bagian belakang, ruang server, perombakan ruang kerja dengan furniture baru, dan penggantian lantai karena lantai sering bermasalah.  Saat penggantian lantai, sebagian besar pegawai pindah ke lantai atas yang sudah jadi, kemudian berpindah lagi ke lantai bawah setelah semuanya siap. Saat ini, ruang koreksi pun dianggap lebih memadai.

Tahun 2010, UPBJJ-UT Surabaya menyelenggarakan pembelajaran lewat sarana video conference atau multicast yang disiarkan dari SMKN I Surabaya dan ditangkap di Poltek Madiun,  Jember, dan Singaraja.  Hal ini terselenggara atas kerja sama UT dengan Seamolec dalam program studi S-1 Matematika bidang minat sistem komputer (mahasiswa berasal dari lulusan D3 TKJ).

Beberapa mahasiswa nonpendas menerima beasiswa dari UT Pusat/Dikti. Adapun  jumlah penerima beasiswa terbanyak adalah mahasiswa pendas. Pada 2010, mahasiswa penerima beasiswa di UPBJJ-UT Surabaya sudah mendekati angka 12.000.

Di akhir masa jabatannya sebagai kepala UPBJJ-UT Surabaya, Kisyani masih berupaya menorehkan dua kegiatan penting, yakni mendampingi UPBJJ-UT Surabaya mempertahankan sertifikat ISO 9001-2000 dalam bidang Distance Learning Services, dan menerima visitasi dari  BAN PT Dirjen Dikjti untuk menilai borang akreditasi UPBJJ-UT Surabaya dalam rangka perolehan akreditasi program studi di UT.

Selain itu, pada tahun 2010, tiga Dosen di UPBJJ-UT Surabaya berhasil memperoleh Sertifikat Pendidik yang selalu diidam-idamkan seluruh dosen di UPBJJ-UT Surabaya. Ketiga Dosen penerima Sertifikat Pendidik adalah Dr. Hj. Suparti;  Dr. Hj. Tri Dyah Prastiti; dan Drs. Mohammad Harijanto, M.Pd.

C. LEWAT TULISAN KAMI CURAHKAN RASA

GURATAN HATI UNTUK BU KISYANI

Dr. Kisyani-Laksono, M.Hum

Nama yang awalnya aku tak tahu

Siapa dia sang pembawa gerbong UPBJJ-UT Surabaya pengganti Prof Supari Muslim

Aku baru tahu saat pelantikan

Dari kejauhan tampak sosok mungil yang didampingi pria tampan dengan rambut terlilit kuncir

Oh … pasti pasangan seniman

Yah … ternyata benar

Keduanya mahir berpuisi

Sang Bapak mahir berpuisi bebas dan Sang Ibu mahir berpuisi lama (pantun)

Biasanya seniman memang agak “nyentrik”

Yah … yang ini pun juga

Namun nyentrik yang berbeda dari biasa

Nyentrik yang terorganisir dan nyentrik cara mengorganisasinya

Nyentrik dengan empati yang sangat luar biasa meski sedikit kaku

Empati yang selalu ada pada setiap peristiwa

Salah satu wujud nyata yakni tidak pernah alpa dengan

cindera mata

Tidak pernah lewat untuk melayat walau kurang sempat

Dan kaku menurut pandangan orang yang susah nurut

Meski biasa bagi orang yang asa dan bersahaja serta terbiasa dengan norma

Termasuk berkantor di UPBJJ-UT Surabaya

Suka duka mulai diberlakukannya aturan “berkantor di UPBJJ-UT Surabaya”

Berat bagi kami yang dari desa

Banyak yang pro namun lebih banyak yang kontra

Pro kontra kontra … pro kontra kontra … sampai akhirnya kami tunduk aturan UT  karena semua berlaku seluruh Indonesia yakni ”berkantor di UPBJJ-UT

dan bertempat tinggal di kota sekitar UPBJJ-UT”

Yah jadilah kami ”Ibu kos dan Bapak kos”

Bukan Ibu/Bapak yang punya kos tetapi Ibu/Bapak yang indekos

Suatu saat terucap dari empunya rumah ”sampai kapan Ibu indekos?” oh ya ”sampai selesai ya”

Ya, sampai selesai pengabdian kami di UT tercinta

Berat memang … namun berkat kelembutan hati, suara, perilaku, dan perhatian sosok perempuan cantik  nan pintar ”Dr. Kisyani, M.Hum” kami pun takluk

Yah itu aturan yang harus ditaati dan dijalani

Aturan UT, rumah kita, CPU kita (kata Bu Tian)

Bu Kis, begitu dia biasa disapa

Ibu benar, UT tempat kami mengabdi sampai kami 65 tahun nanti (bagi para dosen)

Karenanya, kunikmati semua bersama sentuhan dan perhatian yang luar biasa

Meski satu tahun pertama tidak ada gaji utama tersisa

karena hanya untuk BBM PP Jombang Surabaya

Alhamdulillahirobbil aalamin tiada kami kurus karenanya

Dukungan dan semangat Ibu yang tak kenal putus asa

Akhirnya akupun pasrah

Tiada guna aku ingin berpindah mendekati rumah

Karena Surabaya kota yang indah dengan senyum Ibu yang selalu cerah

Kutumpahkan seluruh tenaga dan energiku untuk berkarya mendukung kebijakan-kebijakan UT

yang Ibu bina

Dengan niat tulus untuk beribadah

Aku harus bermanfaat bagi sekelilingku terutama civitas akademikaku

Kerja keras setiap waktu aku lampaui bersama sang Ibu dan kru

Dengan kasih dan sayang tulus Ibu

Meski tahun ini Ibu keliru menandai tanggal lahirku namun tiada mengapa

Tidak apa Ibu, seminggu lebihnya dari lima belas Juni tidak mengapa

Kelembutan Ibu mengalahkan kilaf itu

Namun lembut itu

Tidak selalu ada setiap waktu

Saat kau tegakkan aturan kedinasan tampaknya disiplin yang Ibu terapkan

Disiplin? Ya … okey! Semua harus disiplin!

Kaku? Harus! Karena tidak semua di antara kami memang ”manut”  dan mau menurut aturan

Bagaimana jadinya sekarang?

Dalam tempaan enam tahun berjalan

Kami semua menjadi lebih baik

ya … lebih baik

kantor kita

berbagai prestasi diraihnya dan menjadi nyata

serta salary yang tiada terkira

pribadi yang baik pula?

Dengan kadar yang berbeda-beda tentunya bergantung kepada kesadaran dan keikhlasannya

Ibu,

Aku ingin banyak belajar lagi darimu

Belum banyak yang bisa aku gali

Mungkin saya yang kurang pintar dan kurang tanggap mencermati

Namun aku ingin selalu belajar dan belajar

Ilmu-ilmu yang Ibu punya

Untuk kemaslahatan dalam kehidupan di dunia dan di syurga

Semoga kita masih bisa bersua

Dalam alam nyata yang selalu tertata untuk kita.

Semoga Rahman dan Rahim Allah

Selalu terjaga untuk Ibu Prof. Dr. Kisyani, M.Hum dan keluarga

Maafkan Suparti dan kami semua

Serta semangati kami untuk memajukan UT tercinta

Dr. Suparti, M.Pd

Koordinator BBLBA –UPBJJ-UT Surabaya

SOSOK  IBU KISYANI DI MATA SAYA

Seorang putri yang pasti dibanggakan oleh kedua orang tuanya

Seorang istri yang pasti sangat dicintai dan mencintai suaminya

Seorang Ibu yang pasti sangat disayang dan dibanggakan oleh kedua putri/putranya

Seorang peminpin yang disegani oleh anak buahnya

Seorang kerabat yang selalu berusaha menyenangkan orang di sekitarnya

Seorang wanita yang lembut, wibawa, cerdas, tangguh, jujur dan …bersahaja..

Seorang yang…… bisa menjadi panutan …. terutama ketabahan dan kesabarannya …

Selamat menunaikan tugas yang baru……..

Semoga lebih sukses, lebih berbahagia….dan lebih segalanya…

Semoga Allah SWT selalu melindungi Ibu Kisyani …….amin-amin ya robal alamin.

Salam hangat

Tri Dyah Prastiti

Koordinator Registrasi dan Pengujian

Yth. Bunda yang saya kagumi, sayangi, kasihi, dan saya banggakan

Tidak percaya, tetapi nyata, itulah yang terjadi,

Kemana dan dimana tidak lagi perlu dipertanyakan

yang ada adalah sesuatu yang telah kita dapatkan binaan bunda  kekal,

Memahami orang lain merupakan upaya memahamkan diri sendiri terhadap suatu masalah, bersikukuh terhadap pendapat sendiri adalah bentuk keangkuhan terhadap pemahaman sendiri

merendahkan sedikit saja hati kepada seseorang, meninggikan derajat diri kepada banyak orang. Itulah yang Bunda miliki……………

Kala bersedih, sesungguhnya kita membutuhkan telinga mereka untuk  mendengarkan tangis, mengharapkan uluran tangan untuk menyeka air mata dan menggengam erat tangan hingga kita  sadar bahwa kita masih sahabat …yang selalu mereka sampaikan kepada anak buahnya………….

Jika ternyata senyum mampu mencairkan kebekuan hati dan maaf mampu meluruhkan congkaknya nurani, mengapa masih saja kita  merasa sombong tetap tak tersenyum dan memaafkan kepada sesamanya. Itulah yang selalu mereka tanamkan kepada setiap yang dipimpinnya dengan kehalusan dan kelembutan yang tidak mengenal putus asa.

Jika kehilangan itu sesuatu yang pasti dan rasa sakit itu pasti menghampiri maka berusahalah tersenyum meski itu tak akan mengembalikan lagi… disini

Selamat pagi Bunda. tak ada bingkisan yang kuhaturkan, tak ada  undangan pesta kubawa serta. hanya salam setelah sekian lama bersama dan mungkin akan jarang  berjumpa. hanya doa, semoga Bunda  selalu dalam keindahan  dan penuh rahmah…

Sudewo

PROFESOR KISYANI, TERUSLAH MELAJU!

Sekian banyak hari, telah kita lewati bersamamu, tak ada hari yang tak indah, ingin rasanya bersama selamanya, namun itu tidak mungkin. Engkau telah berusaha memberikan yang terbaik untuk kami, semoga keluarga  besar UPBJJ-UT Surabaya tercinta  tak pernah menyesal dengan pertemuan kita sejak enam tahun delapan bulan yang lalu. Seperti kata orang ”bukan perpisahan yang disesalkan namun pertemuan yang disayangkan” semoga kalimat ini tidak terjadi pada diri kita.

Kenangan terindah yang pernah terjadi, mari kita ukir di lubuk hati masing-masing yang paling dalam untuk kita kenang selamanya, sedangkan kenangan buruk yang mungkin pernah terjadi, mari kita kubur dalam-dalam, sehingga kita tidak pernah mengingatnya lagi, dan lupakanlah segera.

Kami sadar bahwa engkau bukanlah peri yang turun dari langit yang bisa memberikan semua keinginan kami. Engkau bukanlah bintang kejora yang bersinar di malam hari, dan bukan pula bulan purnama yang mampu menyinari seluruh mahkluk di bumi. Tapi engkau punya kemauan, engkau punya keinginan untuk memajukan UPBJJ-UT Surabaya tercinta ini, engkau telah berikan kepada kami. Kemauan dan keinginan yang mesti harus didukung semua komponen.

Engkau sudah mencoba memberikan yang terbaik untuk kami, namun maafkan hanya inilah yang mampu kami balaskan sebagai persembahan perpisahan.  Waktu yang ada hanya sesaat, dan kini telah berakhir. Seperti kita telah pernah diingatkan ”Cintailah apa saja sesuka hatimu, namun kamu pasti akan berpisah dengannya”, dan betapapun engkau  sangat menyintai, menyayangi kami dan UPBJJ-UT Surabaya ini, kini saatnya kita mesti berpisah. Tugasmu berbeda tempat dengan kami, walaupun masih di bidang yang sama, yaitu memanusiakan manusia.

Tanggal 27 Oktober 2010 bertepatan dengan ulang tahunku yang ke 55 dan bersamaan dengan siang itu pula, secara resmi engkau telah dipindahtugaskan menjadi Pembantu Rektor I di Unesa. Pada peristiwa dilain waktu, sore itu 13 Desember 2010—bumi-pun menangis di langit UTCC Pondok Cabe Jakarta, menyaksikan penyerahan amanahmu. Aku berharap perpisahan ini akan mengguratkan makna yang dalam di hati kita masing-masing. Semoga pertemuan kita yang lalu bagaikan pertemuan emas batangan dengan api—yang mampu mengubah dan menjadikan emas menjadi perhiasan bak liontin  nan indah, atau pertemuan yang lalu bagikan kepompong menjelma kupu-kupu—yang telah mengubah ulat yang amat menjijikkan menjadi kupu-kupu yang teramat indah.

Aku hanya dapat mengucapkan selamat berkarya, selamat meniti masa depan yang gemilang melalui lembaga Unesa ini, engkau tidak salah memilih lembaga ini untuk berkarier, sudah benar. Semoga keberhasilan selalu diberikan oleh Allah kepada Kita. Jika boleh aku iktibarkan kehidupan ini sebagai sebuah perjalanan, maka jangan terlalu sering menoleh ke belakang, sesering engkau menoleh ke belakang sesering itu pula kerja kerasmu menggapai cita-cita terganggu, energimu akan terkuras sia-sia, bolehlah sesekali saja engkau menoleh ke belakang sekadar mengenang di mana engkau pernah berada, (pernah menjadi Kepala UPBJJ-UT Surabaya) kali lain jika engkau ingin menoleh ke belakang, tentu harus dengan paradigma yang berbeda, bukan lagi dimana engkau pernah berada, tetapi dimanakah mungkin engkau bisa berada, mungkinkah suatu saat engkau bisa berada lagi di Universitas Terbuka ini tentu dalam posisi dan kapasitas yang berbeda dengan sekarang, misalnya sebagai pemimpin puncak bahkan aku berharap suatu saat nanti engkau duduk di kursi panas negeri ini sebagai penentu kebijakan pendidikan. Ingatlah tidak ada masa depan di masa lampau.

Aku mohon maaf apabila selama ini, aku atau kantor kurang dapat memberikan layanan yang memuaskan kepadamu. Sekali lagi, aku hanya dapat mengucapkan, maafkanlah aku.

Adi Suparto

Mantan Koordinator BBLBA-UPBJJ UT Surabaya

Dr. Kisyani-Laksono, M.Hum

Nama yang begitu indah seindah orangnya

Memang benar

nama yang indah

paras yang indah

pribadi yang indah

kepemimpinan yang indah

yang membuat nyaman setiap orang yang ada di

sekeilingnya

nyaman berbincang dengannya

nyaman pula berada didekatnya, apa lagi dipelukannya

lembut mempesona

biar lembut tetapi tidak lemah

bahkan keras sekeras batu karang

untuk hal dan aturan tertentu

yang nama itu bertambah dengan Profesor

Kisyani yang begitu lekat dengan Laksono sehingga lengkaplah menjadi Prof. Dr. Kisyani-Laksono, M.Hum

Profesor yang gaul dengan kepemimpinan yang bijaksana

UT kita bisa besar berkat sentuhan lembut tangannya

yang bersemanggi setiap hari

Satu hal yang tak pernah terlewatkan

wisata kuliner dengan kesukaan utama bakmi

bakmi 55, bakmi stasiun Gubeng, sampai bakmi belakang kantor, tetapi kadang-kadang juga pecel murni di

Jl. Ahmad Yani

Jangan lupakan kami

ingatlah selalu seperti kami tiada henti mengingat Ibu yang

baik hati
andai saja kubisa, andai saja ku sanggup
andai saja kudapat berucap
akan ku peluk Ibu yang erat tuk terakhir kalinya
tapi sayang, hemmm … ku tak sanggup tuk melihat langsung

itu semua
dan ku hanya dapat berucap “maaf, maafkan aku Ibu
selamat jalan, untuk meniti karier selanjutnya

di Universitas Negeri Surabaya,

sekali lagi Ibu maafkan aku dan selamat jalan

Semoga Ibu beserta keluarga senantiasa mendapat lindungan dari Allah SWT.

Amiin

Harmadji

SURAT BUAT SAHABATKU

MBAK YANI “THE WHITE LOTUS

Jujur kuakui, sesungguhnya saya tak ingin menulis apapun tuk hantar perpisahan dengan bu Kis (selanjutnya saya akan menyebut mbak Yani)—andai saja mas Damai tak memelas dan terus menagih saya agar menulis sesuatu untuk dia, yang akhirnya membuat saya tak sampai hati dan luluh. Bagi saya, biarlah semua hitam—putih kebersamaan dengan dia terkunci rapat dalam kepenatan hati.

Saya mulai mengenal dan dekat dengan mbak Yani, ketika sebuah sms dari dia menghentak alam bawah sadar saya, “…saya berharap Bapak yang pertama meraih Guru Besar di UPBJJ…” SMS itu diterima di tengah riuh-riak acara pelepasan jamaah haji di Pamekasan tahun 2006, dan setelah hampir setahun pergulatan yang melelahkan pikiran dan batin saya dengan kewajiban pegawai berkantor di Surabaya. Hatiku berbisik “Subhanallah, terima kasih Tuhan Engkau telah kirimkan kepadaku seorang sahabat–mbak Yani–,ketika semua teman, kolega menjauhi saya”.

Undangan mbak yani saya membuka dan turut mengisi ruang maya “Kisyani’s Blog”, smakin mengenalkan dan mendekatkan saya dengan sosok mbak Yani,… dan tanpa sadar hatiku berbisik ”…..kuch kuch hotae…”. Blog itu, makin membuncahkan kekaguman saya, kala saya memandang tanpa kedip pada foto mbak Yani di balik “Kerudung Putih”-nya, begitu mempesona dan sangat cantik, dan meluluhkan mata-hatiku, menorehkan rasa cemburu pada putrinya Raras. Sayapun begitu berbinar katika foto itu ada di halaman depan situs UPBJJ Surabaya—saat itu adalah launching perdana. Saya sangat bersyukur karena dalam pembuatan situs itu saya turut mendesain dan mengisi kontennya. Kali itu pula saya mulai mengenal Abdul Ghofur—putra-menantu mbak Yani—praktisi ahli dari CV. Andromeda, pengembang situs.

Keheningan dia menguntai kata lewat puisi, semakin memerosokku jauh dalam relung kekaguman dan kecintaan saya kepada ”Si Kerudung Putih”. Sebuah puisi di Kisyani’s Blos tentang ”ikhlas” membuatku hening-terpekur lama mencoba menguak maknanya, jauh ke dalam kesadaran pikir-hati-rasa-raga mbak Yani (…Ikhlas pikir dan rasa, Ikhlas hati dan jiwa, Ikhlas raga tak kuasa, Ikhlas…kunci dunia tuk menatap surga). Tapi, makna itu tak juga kunjung terungkap, hingga saya selesai sholat Isya. Subhanallah….Alhamdulillah, kataku, makna ”ikhlas berdimensi empat” itu ternyata terdapat pada simbol mbak Yani, ”Teratai Putih”. Sebuah singgasana keikhlasan simbolik bagi Siddharta Gautama (dan para Bhiksu/Bhiksuni) untuk mencapai titik kesadaran, keikhlasan tertinggi ”Muksha” (entrance). Simbolisme ” Ikhlas–Teratai Putih” dalam kehidupan mbak Yani, telah membuat saya ”silau” dan ”tak berani” menatapnya. Sekalipun mbak Yani selalu menyindir saya ”..tataplah saya…tataplah saya”. Bagi saya, sungguh bukan kebetulan dan tanpa sebab, jika mbak Yani kemudian memasang foto ”Teratai Putih” dalam buku pidato Pengukuhan Guru besar-nya, dan di buku ”Guratan Kerja dan Doa” tuk akhiri jabatannya sebagai Kepala UPBJJ,….dan juga di buku kenangan perpisahan buat mbak Yani yang lagi disunting oleh mas Damai (Teratai Putih Untuk Kisyani).

Sampai suatu saat…..pikiran kalut, hatiku resah, jiwaku hampa tanpa asa, ketika ”Surat-surat Cinta” itu beterbangan, dan ”Surat Kaleng” itu melayang.  Bagiku, inilah pukulan yang begitu telak dan hampir meruntuhkan kesadaran, hati, dan jiwaku, serta ajaran keikhlasan dari Sang Teratai Putih hingga ke titik nadzir kuasa saya sebagai makhluk. Alhamdulillah…….Allah masih melindungi dan melimpahkan rahmad-Nya kepada jiwa yang kini mulai merapuh. ”Semangat…yang membuatku tatap bertahan,…Keadilan Ilahi…keyakinan yang membuatku tetap berharap,…Komitmen…yang membuatku trus mengabdi,…..Ketiga anakku…yang membuatku trus merambah kehidupan…dalam balutan kepedihan hati dan tanpa asa”.

Betapapun, saya harus tetap dan trus melangkah, jalani kehidupan, pengabdian dan karierku,…dibalik ”kelebat bayangan-bayangan hitam”…sebersit sinar keikhlasan, ketabahan…dan kesabaran menerangi pikiranku untuk terus mengagumi mbak Yani ”Sang Teratai Putih”, sahabat terbaikku yang slalu menyiramiku air kesejukan; mengipasku dengan angin keikhlasan; dan membisikiku dengan ucap agar tetap semangat, sabar, dan tabah. Terima kasih sahabatku…..

Kala mbak Yani kan tinggalkan ”rumah-singgah” UPBJJ tuk kembali ke ”singgasana di rumah asal” Unesa, rasa kehilangan seorang ”sahabat” mulai mendera. Tetapi Allah Maha Arif, ketika saya mencanda dan menggoda, sebuah sms menegurku, ”Wah..Bapak ini…saya tet@p sahabat Bapak…jangan lupakan itu...”. hatiku menangis, mataku membasah…tak terasa bibirku berbisik lirih “Subhanallah, terima kasih Tuhan, Engkau telah hadirkan kembali sahabatku–mbak Yani” ketika saya mulai merasa kehilangan, dan ketika iklim pertemanan mulai goyah diterpa oleh kepekatan friksi dan ambisi.

Terima kasih sahabatku….selamat jalan…semoga Allah selalu menerangi jalammu dengan rahmad-Nya, dan menaungi pengabdianmu dengan kasih-Nya. Amin.

Gubuk Go-Green, 16 Desember 2010.

Sahabatmu-Farisi

http://www.google.co.id

SEPENGGAL KATA UNTUK IBU KISYANI

Lembut suaramu
Merdu tutur katamu
Tak akan kudengar lagi
Kini kita harus berpisah tapi itulah hidup ada pertemuan ada perpisahan

Walau engkau jauh disana tapi kuberharap hati kita selalu dekat
Hanya doa yang dapat kuberikan untuk mengiringi kepergianmu
Semoga kau ingat kami selalu
Karena kami akan selalu merindukanmu

Selamat jalan ibuku tersayang
Kenang kami selalu di hatimu
Karena kau akan selau ada dihati kami

I will always love you

Dian

Bunga melati tumbuh di taman,

Semanggi hidup berdampingan.
Bu Kisyani selalu tampil menawan,

semangat tinggi dan tak pernah menyakitkan.

Selamat…berkarya dan selalu jadi pemimpin idaman,

pemimpin masa depan.

Semoga selalu sehat……..

Dwi Sambada

http://www.google.co.id/images

SEBUAH UNGKAPAN HATI YANG PALING DALAM

BUAT IBU PROF DR. KISYANI, M.HUM

Selamat jalan Ibu tercinta semoga Allah SWT selalu melindungi Ibu sekeluarga. Puisi-puisi yang begitu indah dan mengharukan selalu terdengar dalam hati kami walau ibu telah meninggalkan kami semua.

Saya sangat kehilangan seorang ibu yang selalu tersenyum dan memiliki sifat keterbukaan, dedikasi, dan profesionalitas yang tinggi dan memiliki prinsip: “berfikirlah apa yang akan kita perbuat untuk orang lain, untuk lembaga, untuk bangsa, dan untuk Negara, dan jangan pernah berfikir apa yang telah kita perbuat untuk orang lain, untuk lembaga, untuk bangsa, dan untuk Negara”

Bismillah Ya Allah: Jadikan ibu kita ini orang yang sejuk di tempat yang panas, yang tetap manis di tempat yang begitu pahit, yang merasa kecil jika telah menjadi besar, yang tetap tenang di tengah badai yang begitu dahsyat, serta tetap berjuang dan mohon pertolongan Allah SWT dalam segala masalah. Jadikanlah ibu kami ini manusia yang tawadduk serta istikomah dalam kebaikan demi untuk mendapat ridhomu, amin  ya robbal ngalamin.

Dari : Achmad Zainullah

(Staf edukatif UPBJJ-UT Surabaya)

IBU

Ibu …………..! senyum ibu membuat hati  selalu dingin

Ibu……………! untaian kata yang lemah lembut ibu yang selalu mengiringi ketenangan batin

Ibu ,,,,,,,,,,,,,,! langkahmu yang begitu pelan namun sangat membawa makna

Ibu……………! mengalunkan sekilas kata namun kami selalu  semangat bekerja

Ibu …………..! begitu cepat ibu meninggalkan lembaga kami

Ibu …………..! jangan lupakan teman-teman UT-UPBJJ Surabaya

Kami selalu berdo’a semoga ibu selalu sehat dan sukses

Wajik klethik yo gulo jowo,

kalah disik, ora opo-opo,

Tawon madu nak, ngisep sekar,

Dadi guru nak, kudu sabar

Jagat anyar bakal ginelar

Tekane jaman kasucian

Mulo prayogane lan eling lawan waspodo

Sabar narimo, welas asih ing sapodho-podho.

Sucipto

SEBAIT KATA KENANGAN UNTUK IBU KISYANI

Ada pertemuan pasti ada perpisahan
Ada awal pasti pula ada akhir

Saat saat seperti ini, biarlah waktu
Memisahkan kita sementara

Namun….
Peliharalah dan siramlah terus…
Agar hati kita selalu dekat

Saling memaafkan dan Doa adalah
Bekal persahabatan kita….

“Selamat Berpisah dan selamat jalan ibuku tercinta”
Sampai jumpa dilain kesempatan

Kami akan selalu kangen suara merdumu ibuku….

Sun sayang dari anakmu ini….

Nancy

SEPENGGAL KENANGAN

K-ehadiran Ibu memimpin  UPBJJ UT Surabaya bagaikan sekuntum bunga mawar yang tak pernah layu walaupun tiupan angin sesekali begitu keras menerpanya.

I-tu semua karena kokohnya tangkai bunga yang selalu disirami embun pagi dan siraman air kehidupan sampai menembus akar-akar di bawah muka bumi

S-iapapun yang datang, berjumpa dan bertemu, bunga mawar selalu memancarkan aroma sedap yang selalu dikenang

Y-akin, percaya diri, komitmen terhadap tugas, bekerja keras, tegas, tiada rasa dendam terhadap sesama, tanggungjawab, selalu terbuka demi kepuasan semua

A-dalah sosok seorang Ibu, seorang pimpinan yang telah membawa UPBJJ UT Surabaya maju beberapa langkah ke depan sehingga patut diperhitungkan diantara teman seangkatan

N-amun, semua itu tinggal kenangan yang tertulis dengan tinta emas mulia karena semua itu tiada yang abadi kecuali pergantian yang harus kita terima dan kita belum tahu nanti apakah yang akan datang di tempat kita tetap mawar yang selalu semerbak harum mewangi atau kumbang yang tiada henti mengiang-ngiang ditelinga menyuarakan kepentingan bersama

I-ndah hidup ini, indah jika kita sesama saling mengerti, indah jika kita pandai berkomunikasi, namun semuanya lebih indah hidup di akhirat nanti jika sekarang kita mau memulai sebelum ajal menjemput kita sebentar lagi

Surabaya, 29 Nov 2010

Abdul Malik

http://www.google.co.id/images

SURAT TERBUKA UNTUK BU KISS

Bunga melati

Bunga mawar

Tumbuh

Di halaman rumah

Harum semerbak

Nan wangi

Bu Kisyani

Orangnya ramah

Senyumnya

Menawan hati….

Ibu Kisyani yang buaiiik,

Mengapa… sihhhh  bukiss kok cepat-cepat meninggalkan  aku dan teman-teman,

Kan masa jabatan di kantorku masih luama sekalee,

padahal aku dan teman-teman masih membutuhkan bimbingan, arahan

dan  ituloh  Bu  bacaan puisinya…..wah….wah..

menggetarkan hati dan jantungku sampai   dak….. dik……duk…..der…….., eeeeeeee

atau ibu  sudah  bosan dengan aku  ya…..kan  aku pegawai yang paling duablek,

tapi  aku akan  tetap berusaha  hari esok akan lebih baik dari hari kemarin.

Bu  Kiss  yang buaiiik

Apapun…………. Aku berdoa semoga pada jabatan yang baru ini  Bu  Kiss selalu

mendapat lindungan dari Allah  SWT., dan  semua kinerja  Bu Kiss  dapat bermanfaat,

amanah dan barokah untuk keluarga, masyarakat, bangsa dan negara

Bu  Kiss  yang  buaiiik

Terima kasih semuanya dan mohon maaf selama ini, apabila ada kesalahan baik yang

kusengaja maupun yang tidak kusengaja.

Sampun matur nuwun

Santen dudo klopo

Cekap semanten atur kawulo.

Surabaya, 29  Nop  2010                                                                                             Aly Fauzi

Sudah panjang jalan yang kau lewati

Dan kau sempat singgah ditempat ini

Dan kau telah dapat membuat senyum setiap insani

Tak ada kata yang pantas diucapkan

Karena terima kasihpun tak cukup pantas

selain selamat jalan kawan

Didepan sana masih banyak orang yang menunggu

Untuk bisa tersenyum

Sakad

BU.. KAU ENERGIKU

Ketika hatiku resah dan jiwaku rapuh
Kau ada di sini …
Di saat aku terluka
sampai akhirnya… keteguhan hatiku tercabik-cabik
Kau masih ada di sini…

Di kala semangatku patah untuk meneruskan perjuangan,
yang terhenti oleh kerikil–kerikil yang kurasa terlampau tajam
hingga akhirnya aku pun memilih jeda
Kau tetap ada di sini…
memberiku isyarat untuk tetap bertahan

Ibu.. Kau adalah energiku yang membuat aku bisa tetap berdiri
Melangkah dan menapaki jalan yang kadang berliku
Kata-katamu laksana embun di padang gersang nuraniku
memberikan cahaya dalam kekalutan berfikirku
Meluluhlantakkan segala keangkuhan diriku

Ibu… Belaian lembut sentuhanmu menembus dinding-dinding kalbuku
Seakan terasa…aku bersandar dibahu ibu kandungku
Menghancurleburkan semua kelelahan dan beban dunia
Dan membiarkannya tenang terhanyut bersama kasih sayangmu

Kini …
Entah.. maksud apa yang ada di relung hatimu, aku tak tahu !!!
Hingga, kini kau akan melepaskan aku
Disaat aku masih membutuhkan kehangatan rangkulanmu
Terpaksa aku merelakanmu tuk tugas muliamu

Tetapi Ibu… meski engkau tak dekat denganku kini
Pastikan aku masih dapat melihat gelora semangatmu
Mendengar nasihatmu yang memberi kekuatan untukku
yang menjadi penyangga kerapuhanku
…semoga semua itu tak akan pernah sirna !

Mujono

KATA BIJAK UNTUK IBU KA UPBJJ-UT

“Ibu, dimataku Ibu adalah seorang pemimpin yang bijaksana,

selalu  optimis memandang terang cahaya ketika sedang merasa redup, mengajak jiwa semangat, bahagia, selalu menjaga hati, berjiwa besar dan semakin rendah hati.

Ditangan halus Ibu, kecemerlangan pemikiran Ibu membuat UPBJJ-UT Surabaya semakin baik, berdaya saing, maju dan dipercaya masyarakat. Semoga kesehatan, rahmat, berkah, dan  hidayah Allah SWT senantiasa bersama Ibu dan keluarga, Amin!!!

Mudah-mudahan Ibu tidak melupakan keluarga besar UT khususnya saya dan semoga di tempat baru sebagai Pembantu Rektor I Unesa, Ibu semakin maju dan sukses.

Erna

SEPENGGAL KISAH BERSAMA BUNDA

Rona ceria adalah warna

saat kau ada ….

sapa lembut adalah nada

menimpuh riuh rendah amarah

ketika rasa tak berguna membuncah

tulus merengkuh

saat hampa asa, jenuh…

adalah penggalan kisah

ketika kenaikan jabatanku bermasalah

‘kan tetap terukir indah

dalam bingkai kehidupanku

putih mutiara tak kan pudar

di tengah galau, resah,  gusar

kebenaran tak pernah kau tawar

tak gentar, tidak pula gemetar

dan …  cahaya berpendar

bersinar…

siapa pun tahu kau adalah telaga ilmu

penghalau dahaga siapa jua

sekian waktu tak acuh, tak hirau

kini… tak terbendung rasa sesal itu

kenapa tak kudekap erat

dan kupuaskan kerinduan

dahagaku ….

masa berlalu

tinggalkan semua kenangan

duka… bahagia …

tapi hidup adalah perjalanan

kau mesti lanjutkan langkah

‘tuk mengetuk ribuan pintu

menuju taman-taman indah

Pembantu Rektor I hanyalah sebuah pi ntu

yang kau ketuk dan lewati…

namun arahnya tak pernah pasti

tapi kau adalah pemberani

yang berjalan berbekal keyakinan

‘kan dapatkan taman sejati

maka…

tak layak teteskan air mata

jika hanya ‘tuk halangi langkahmu

meski perih rasa kehilangan ini

hanya doa mengiring langkahmu

semoga tak pernah kau lupa

bahwa ada Saksi Sejati

yang senantiasa menatap setiap gerak

bahkan pada selembar daun yang jatuh

di tengah gelap malam

semoga putih mutiara tak pernah pudar

dan cahaya sinarnya tak pernah redup

Sukses selalu teman sebayaku…

Salam takzim…. selamat berjuang Bundaku….

Wied, Barokah

http://www.google.co.id/images

MASALAH KEHIDUPAN

Ibu Kisyani-Laksono …….……
seberat apapun masalah yang engkau hadapi
sekelam apapun beban hidupmu
jangan pernah berlari darinya

hadapi dengan penuh nikmat dan syukur

Ibu Kisyani-Laksono……………..

alangkah indahnya bila tantangan itu  kau temui dengan dada yang lapang
persilahkan ia masuk dalam bersihnya rumah hati
dan mengkilapnya lantai nuranimu
hadapi ia dengan senyum seterang mentari pagi nan ceria
ajak ia untuk menikmati hangatnya teh kesabaran
ditambah sedikit penganan keteguhan

Ibu Kisyani-Laksono……………..

dengan begitu, sepulangnya ia dari rumahmu
akan kau dapati dirimu menjadi sosok yang tegar
dalam semua keadaan
dan kau pun akan mampu dan lebih berani
untuk melewati lagi deraan kehidupan
dan yakinlah …………….

kaupun akan semakin bisa bertahan
kala badai cobaan itu menghantam

“Ingatlah Selalu Lupakan Jangan”

Surabaya, 14 Desember 2010

Titik Setyowati/UT UPBJJ Surabaya

IBU YANG BERJIWA  AMANAH

Setangkup harapan dititipkan, dari hati yang percaya akan amanah dan senyum pun tersungging, seiring pesan yang hendak disampaikan, dalam setiap pertemuan, tak lupa dengan puisinya..

Dalam perjalanan, begitu banyak godaan. Kadang melenakan dan menyesaatkan. Tak mustahil setangkup harapan yang dititipkan terlupakan. Terkubur rayuan yang makin menumpuk, seiring jaman.

Tapi tidak bagi jiwa-jiwa yang amanah, setangkup harapan tidak disimpan tuk menjadi beban pundaknya, melainkan terletak kuat dihatinya, terekat kuat diingatannya, dan dijadikannya bagian dari ketulusan yang harus diemban.

Jiwa-jiwa yang amanah, adalah jiwa-jiwa yang telah menetapkan arah.  Jiwa-jiwa yang amanah, sangat paham akan alasan ditetapkannya manusia sebagai khalifah.

Pun begitu dalam kehidupan antar sesama, bahwa setangkup harapan tak boleh dimatikan. Karena kepercayaan tak mudah tuk didapatkan namun mudah tuk dihilangkan.

Jiwa-jiwa yang amanah, adalah jiwa yang mengenal Tuhannya. Selamat pada Ibu Kisyani, yang mendapat amanah baru, semoga Allah meridhoinya, amien.

Sodiq Anshori

YTH. IBU PROF. KISYANI-LAKSONO, M.HUM

Waktu itu tahun dua ribu empat

Ibu mulai memimpin kami

Enam tahun tujuh bulan sudah lewat

Tidak terasa Ibu mau meninggalkan kami

Ibu Kis yang kami hormati

Senyum, tawa, kedekatan, kearifan ibu yang selalu kami ingat

Walau ibu jauh tetaplah dihati

Semoga silaturrohim tidak saja sesaat

Selamat menunaikan tugas baru Ibu

Semoga Allah SWT senantiasa melindungi selalu

Jika kami pernah khilaf

Yang tidak sengaja, mohon maaf

Trisnaningsih

KENANGAN UNTUK IBU KISYANI

Bunga mawar bunga melati

Bunga indah harum mewangi

Bunga kesayangan Ibu Kisyani

Melantunkan pantun gubahan sendiri

http://www.google.co.id

Aku bangga punya Ibu Kisyani

Anggun menegur sapa dengan senyuman

Semangat juang dan ceria setiap hari

Membuat tegar dan susana nyaman

Ya…Allah ….berikan Ibu Kisyani kekuatan

Iman, taqwa dan kemudahan rezeki

Mengemban tugas baru dalam jabatan

Jabatan mulia ridho Illahi

Hanya doa dan harapan tulus

Semoga Ibu selalu tabah menghadapi tantangan

Menegakkan dan mengembangkan kualitas bangsa

Demi Indonesia tercinta

Amin….amin yarobbal alamin

Selamat jalan dan sukses selalu Ibu Kisyani……

Desember 2010

Mamik Sumarmi

MOTTO UNTUK IBU PROF. DR. KISYANI, M.HUM

Bukan air yang ada di luar kapal yang dapat menenggelamkan

Melainkan air yang ada di dalammnya

Ada orang tidak tahu dengan tidak tahunya

Ada orang yang tidak tahu dengan tahunya

Ada orang tahu dengan tidak tahunya

Dan ada orang yang tahu dengan tahunya

Kebenaran itu dari Allah, maka janganlah engkau ragu

Buah kemangi di tempatkan dalam mangkok

Kami menyayangi Prof. Kisyani

Tetapi Ibu jangan membenci orang merokok

Harijanto

Sosok Prof. Kisyani, menurut catatanku,

Cerdas, lugas, pintar, mandiri, luwes, santun, perduli dan sukses

We love you Prof.

Abdul Faqih

Ass. Wr. Wb

Bismillahirrohmanirohim

Sukses selalu bu Kis

Rohmat, berkah, kesehatan, hidayah Allah Swt

Selalu bersama ibu dan keluarga

Wassalam Wr. Wb

Arofah, 9 Djulhijjak 1431 H

Agus Prasetya

Bunga Mawar,

mengapa engkau pergi begitu cepat

walau engkau pergi

aku tak akan lupa pada senyummu,

sapa mu tawa mu,

kebaikan mu,

dan kemurahan hatimu

Sugiran

http://www.google.co.id

KISAHKU

Ketika harapanku mulai sirna

saat itu Ibu memasuki Universitas Terbuka

secercah harapan yang aku idam-idamkan

mulai terbuka

Begitu Ibu memegang pimpinan di lembaga ini,

setumpuk sinar pun bercahaya setiap hari

energi itu membuat kami bahagia

aku bisa diangkat menjadi pegawai negeri di UT

Inilah kenangan yang melekat pada diri saya

Ibu kis tahun demi tahun telah berlalu

Kini saya hanya bisa bersyukur dan berdoa kepada Allah SWT

Semoga Ibu selalu mendapatkan kesehatan

terimakasih Ibu telah membawa saya seperti sekarang ini.

semoga setelah tidak mempimpin UPBJJ-UT Surabaya

kepemimpinan seperti ibu aku akan temukan lagi

Sukses ya bu

Selamat menjalankan tugas yang baru

dan jangan lupakan saya

Mujiyanto

Bu Kisyani…..

Sebuah nama yang indah…..

karena yang punya nama lah yang indah

Bu Kis adalah sosok pemimpin yang “Ber Budhi Bowo Leksono”

Meski rendah hati, tetapi tetap berwibawa,

itu karena kejujuran dan tanggungjawabnya

Pandai menjaga hati, tidak gampang emosi,

langkahnya mantap dan pasti

Pandai berbagi, sehingga semuanya kebagian rezeki….Subhanallah

Seperti air yang menyejukkan,

tetesannya mampu menaklukkan batu-batu karang

Bu Kis……sungguh Ibu patut menjadi pemimpin teladan

Tapi sayang….kini Ibu akan segera berlalu,

menapaki jenjang yang lebih tinggi

Kami hanya bisa berdo’a semoga Ibu selalu berbahagia dalam jabatan yang baru ini dan kelak ibu dapat menjadi menteri…

Amien Yaa Robbal Alamin.

Endang Sriningsih

Tak ada mawar tak berduri

Yang hadir akan segera pudar

Senyummu begitu mengangungkan

Membalut hatiku menjadi tenteram

Auramu benar-benar terpancar

Bagaikan bidadari terbang

Kehadiranmu begitu terasa cepat

Kami ingin rasanya bercengkara lebih lama lagi

Namun ….

Tuntutan tugas mu yang membuat kita berpisah

Tapi….

Kau selalu dekat dihatiku ….

Selamat ibunda ku tersayang

Semoga karir mu semakin cemerlang

Wuwuh A.S

http://www.google.co.id

SANG PEMIMPIN

Detik waktu seakan berhenti

Memainkan rodanya…

Deretan angka tertunduk gelisah

Menunggu tuannya

Menggilis rasa, menuai asa…

Hanya suka yang tiada berdaya

Mengantarkan insan yang penuh cinta

Selamat mengemban tugas yang baru

Duhai ibu kepala

Walau hamparan ini terasa fana

Namun apalah daya

Tugas jualah yang memisahkan kita

Semoga ibu sukses

Ditempat tugas yang baru

Serta berguna bagi nusa dan bangsa

Tripurwaning

KESAN DAN PESAN SAYA TENTANG IBU KISYANI

Mulai tahun 2004 saya mengenal Ibu Kisyani sebagai Kepala UPBJJ-UT Surabaya yang akan menjadi pemimpin kami. Dia adalah sosok wanita pekerja keras, lembut hatinya, dan manis senyumnya. Selama UPBJJ-UT Surabaya dipimpin dan dikendalikan dia, banyak kemajuan yang dicapai, juga sarana dan prasarana kantor UPBJJ-UT Surabaya menjadi semakin lengkap dan indah, sehingga para pegawai menjadi lebih nyaman bekerja dan betah di kantor.

Banyak keteladanan dari Ibu Kisyani yang patut kita tiru dan contoh, di antaranya kesabaran dia dalam menghadapi segala masalah, terutama terhadap anak buah, Ibu tidak pernah marah tetapi dengan kelembutannya dan senyumannya Dia selalu mengarahkan dan membantu kesulitan anak buah. Satu hal yang tidak akan pernah saya lupakan adalah pada waktu saya menempuh studi lanjut pada September tahun 2004 – 2007, surat tugas belajar saya yang bermasalah bisa diselesaikan berkat batuan Ibu Kisyani.

Keteladanan lainnya adalah Ibu berhasil mengantar kedua putra putri menjadi Sarjana dari ITS dalam waktu yang relatif singkat. Kecerdasan putra putrinya menurun dari kejeniusan Ibundanya.

Selamat jalan Ibu, saya turut berbahagia Ibu menjadi Pembantu Rektor I di Unesa semoga Ibu selalu diberkahi Allah SWT dalam mengemban tugas-tugas negara. Namun saya juga merasa sedih ditinggalkan Ibu, harapan saya Ibu Kisyani tidak melupakan kami meskipun Ibu sudah tidak memimpin kami di UPBJJ-UT Surabaya.

Dwi Iriyani

SABAR

Sabar! Sabar ! Sabar !

Inilah seruan yang sering aku dengar

pagi hari, siang hari, terkadang sampai malam hari

heran aku…benar…benar heran…..

Apakah aku belum cukup sabar?????

Semakin aku bersabar

Semakin aku terlantar

Semakin aku tersadar

Semakin aku kesasarrr……….

Kesabaran adalah obat mujarab dalam segala kesulitan………..

Setidjo

IBU KEPALA UPBJJ KU

Ibu,

Aku mengenalmu sebagai pemimpin yang sabar

Selalu tersenyum

Tulus ikhlas tanpa

Mengenal lelah

Ibu,

Selalu bertutur sejuk

Idealisnya yang

Tak pernah runtuh

Ibu,

dengan sabar senantiasa

menuntut

mendampingi kami

perhatian Ibu banyak tercurah untuk kami

jasamu Ibu

takkan pernah kami lupakan

mawar putih banyak berduri

begitu cepat Ibu meninggalkan kantor kami

Sutini

TERIMA KASIH IBU

Ibu….

Awalnya biasa saja

Engkau datang dengan senyuman

Engkau datang dengan harapan

Kepada kami pegawai UPBJJ Surabaya ini

Ibu….

Perlahan tapi pasti

Dengan senyummu

Dengan pantunmu

Dengan tutur bahasamu

Ibu….

Engkau bimbing kami

Engkau ajari kami

Tentang keiklahasan hati

Mengabdi pada lembaga tercinta ini

Ibu…

Bertahun-tahun masa itu kami lalui

Tak terasa enam tahun tujuh bulan telah terjalani

Rasanya baru beberapa hari

Ibu…

Kini engkau telah pergi

Meninggalkan kami di UPBJJ-UT Surabaya ini

Untuk menjalankan tugas mulia di Unesa lagi

Ibu….

Belum sempat kami mengucapkan terima kasih

Atas bimbingan Ibu selama ini

Mungkin dengan coretan ini bisa mewakili isi hati

Ibu…

Maafkan kami

Maafkan kesalahan kami, kebandelan kami

Ibu…., sekali lagi tolong maafkan kami

Terima kasih Ibu.

Sugito

HIKMAT

Untuk mengetahui hikmat dan didikan

Untuk mengerti kata-kata bermakna

Untuk menerima didikan yang menjadikan pandai

Serta

Kebenaran

Keadilan

Kejujuran

Untuk memberikan kecerdasan kepada orang yang tak berpengalaman

Pengetahuan serta kebijaksanaan kepada orang muda

Baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu

Baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan

Bambang

IBU YANG BAIK

Andai saja aku bisa mengubah takdir ini
Takkan ku biarkan Ibu pergi dari UT ini
Takkan ku biarkan Ibu menghilang dari pandanganku ini

Ibu adalah pembimbingku dan panutanku selama ini

Ibu adalah ibu yang sabar, baik, pemaaf dan selalu mengasihi

Ibu engkau begitu indah dan mempesona..
senyum dan sorot matamu membuat  orang-orang terpana
engkau  bagaikan bidadari yang mampu menghapus semua kesedihan dan gundah yang aku rasakan…
Aku ingin bisa menatap dan selalu didekat ibu

Ibu  aku ingin selalu mendengar kata “semoga sehat selalu”

Tapi takdir  berkata lain

Ibu harus  menerima  amanah menjadi Pembantu Rektor I Unesa

Aku hanya bisa berdoa berdoa dan berdoa

Semoga Ibu senantiasa dalam lindungan Allah SWT . Amin

Jangan lupakan si hitam ini Ibu ………….

Wahyu Widodo

Teratai Padma Putih

Menyembul di atas permukaan air,
Warna putihmu begitu mencolok,
Kelopak bungamu berbaris melingkar dengan rapi,
Tak gentar kau mekar sendirian di tengah kolam yang luas,
Kaupun tak canggung bila harus mekar bersama teratai yang lain,
Tak takut kau oleh siraman air hujan dan terpaan matahari,
Dalam terik matahari, dalam hujan, dalam gelap, kau tetap memancarkan putihmu..

Ketika permukaan air naik, kau ikut naik,
Ketika permukaan air turun kau ikut turun,
Namun kau tetap mampu berada di atas permukaan air,
Tidak ikut tenggelam bersama naik turunnya permukaan air…

Teratai putih itu adalah Ibu Kisyani…
Dengan pantun dan lagu,
Kehadiran Ibu mampu mengubah suasana formal

menjadi cair,
Ketika semua orang menggunakan pikirannya Ibu Kis menggunakan hatinya,

Selamat bertugas, semoga sukses
Doa kami semoga Allah semakin sayang kepada Ibu dan keluarga….

Salam hormat
Agus JP (Ketua LPPM –UT)

KAPAL DARI TUNGKAL PERGI MENUJU SIANTAN
SINGGAH BERLABUH SEJENAK DI KUALA MARAS
SELAMA KITA BERSAMA PENUH PESAN DAN KESAN
NAMUN SEMENTARA KITA BERPISAH KARENA TUGAS

Selamat menunaikan Tugas barunya sebagai Pembantu Rektor I di Universitas Negeri Surabaya, semoga dengan pengalamannya selama ini di UPBJJ-UT Surabaya dapat menjadi Inspirasi yang luar biasa di tempat Tugas yang baru.

Paken Pandiangan
Ka.UPBJJ-UT Batam

Bu Kis itu energik, dinamis, ramah, pintar, dan santun

Ka UPBJJ-UT Malang (Prof. Gatot Muhsetyo)

http://www.google.co.id

Bu Kis itu energik, dinamis, ramah, pintar, dan santun, serta bersahabat

Ka UPBJJ-UT Jogyakarta (Dr. Tati Rajati)

Bu Kis adalah guru besar yang menyenangkan dalam berkomunikasi.

Ka UPBJJ-UT Pontianak (Eduard Zubir)

Walau sudah berada di tempat tugas yang baru,

UT tetap tempat yang tidak pernah dilupakan

Djahrudin, Ka UPBJJ-UT Gorontalo

http://www.google.co.id

Prof. Kisyani

Sosok yang menyenangkan, ramah, pandai bergaul, pintar

Sosok yang berloyalitas tinggi terhadap UT.

Sense of belonging UT yang begitu kuat dari dia

menjadikan UT disegani orang

Meskipun satmingkal dia di UNESA namun begitu merdu suara Ibu untuk menyuarakan hati kami

Sangat beruntung berkenalan dengan dia

Semangat yang begitu tinggi untuk memperjuangkan UT menjadi berprestasi

UPBJJ-UT Surabaya menjadi besar berkat kekerasan niat, kebesaran jiwa, ketehugan hati, dan ketulusan kerjanya

Selamat berjuang Ibu Kis dalam amanah yang baru

Semoga sukses selalu menyertai Ibu

Salam, Dina

Kepala UPBJJ-UT Bandung

Yang saya kenal Ibu Kis adalah pribadi yang berkarakter, pintar, bijaksana, rendah hati. Guru besar yang berkualitas sesuai dengan bidang ilmunya, bergaul dengan sangat menyenangkan karena sangat fleksibel. Kami UT sangat kehilangan dia atas loyalitas yang selama ini diberikan kepada UT.

Semoga Ibu lebih sukses lagi dan selalu berguna untuk dunia pendidikan.

Kepala UPBJJ-UT Medan (Ibu Asnah)

Tanpa  terasa sudah terlewati waktu 2 tahun saya mengagumi seseorang yang bernama Kisyani Laksono.Dia seorang wanita yang gagah, pemberani, disiplin dan taat beribadah. Dia satu-satunya kawan yang pernah saya kenal yang selalu menulis namanya diawal kalimat dalam SMS dengan Kis.

Pernah dalam perjalanan kami RTM di Batam saling menanyakan umur.Ternyata dengan umur yang lebih muda dari saya, saya rasakan dia berpikiran matang. Setiap acara resmi yang dilakukan UT dia selalu mengawali dengan sebuah puisi. Saya semakin kagum. Begitu ramah dan supelnya dia sehingga perkenalan saya yang baru berjalan 2 tahun serasa semakin dekat dan semakin akrab. Saya cukup banyak belajar dari dia dalam mengelola UPBJJ. Di setiap kesempatan bertemu, saya selalu banyak bertanya dan tidak bosan2nya dia memberikan masukan yang memang cukup berguna

Wajar saja kalau saat ini dia dipercaya menjadi seorang pimpinan sebuah perguruan tinggi terkenal di Surabaya. Saya yakin UT pun sebenarnya berat melepas dia dan masih ingin bergandengan tangan dengan dia dalam membesarkan UPBJJ.

Mbak Kisyani Laksono yang saya kagumi, saya bukan orang yang pandai membuat kata-kata, namun inilah kesan yang ada di batin saya tentang sosok seorang Kis. Sukses selalu di tempat yang baru dan harapan saya mudah-mudahan jalinan pertemanan kita tetap ada di hati kita masing-masing.

Salam hangat dari saya,

Purwaningdyah MW (Ka. UPBJJ-UT Padang)

BERPANTUN YANG PENUH MAKNA

Perjumpaan kami dipertengahan tahun 2004

Ketika kami bergabung di Universitas Terbuka

Berawal dari sebuah kebersamaan se Indonesia

Dalam temu Rakornas Nasional

Bu Kis demikian nama akrab panggilan saya

Dengan tampilan sederhana penuh wibawa

Gemar berpantun yang mengandung makna

Membuat suasana selalu ceria

Berani mengemukakan pandangan kritis, praktis

Selalu mempesona

Tak segan hidup berbagi

Patut diteladani

Berilmu, bertaqwa dan berkarya

Kunjungannya ke Ambon menambah kedekatan

Bukan sekedar pertemuan tetapi persaudaraan

Melaju terus berkarya bagi negeri tercinta

Bu Kis…Bu Kis….luar biasa

Pondok Cabe, 16 Desember 2010

Ka. UPBJJ-UT Ambon

PROF. KISYANI LAKSONO, M.HUM

DALAM BENAK KAMI

Kami pengelola Program Pendas UPBJJ Universitas Terbuka Surabaya Pokjar Kabupaten Gresik sangat terkesan dengan kinerja ibu yang sangat profesional. Ibu bekerja dengan semangat yang tinggi. Semua pekerjaan dilaksanakan secara bertahap, rapi, baik dengan keramahan dan kelembutan. Hal itulah yang menjadikan kami yang ada di daerah semakin bersemangat untuk selalu menjalin kerjasama dengan Universitas Terbuka, segala kesulitan dan kesukaran seakan bisa terhapus dengan senyuman dan keramahan.

Demikian pula ketika  berkata-kata, ibu selalu manis, positif thinking, kalimat yang terlontar selalu menyenangkan, dan menyemangatkan.  Tidak hanya itu, ternyata Ibu mampu menjadi tauladan bagi staf/karyawan yang ada di jajaran UPBJJ Surabaya. Dengan keramahan ibu mampu mengikatkan diri kami seakan-akan seperti keluarga sendiri.

Demikian juga ketika kami datang ke Surabaya, ibu selalu menyambut kami dengan penuh kehangatan sehingga kami merasa seakan seperti masuk di kantor sendiri. Padahal setiap kami akan datang ke UPBJJ UT Surabaya selalu  dihadapkan dengan setumpuk berkas permasalahan, nilai yang tidak keluar, data yang salah,  MoU yang tidak jelas dan masih banyak lagi. Kami ingin sekali marah, di mana banyak permasalahan tidak kunjung selesai,  karena banyaknya tugas kami yang di daerah tidak hanya dengan Program Pendas tapi berbagai kegiatan dan Program, belum lagi informasi dari UT tentang pendataan maupun kegiatan apa saja yang baru-baru ini selalu terkesan mendadak dan sepertinya tidak pernah dipikirkan kalau permintaan itu dalam menyelesaikannya kami membutuhkan waktu dan proses apalagi yang menyangkut mahasiswa, kita efektif bertemu dengan mahasiswa terbatas pada saat pertemuan tatap muka, bisa juga, kita telepon ke mahasiswa namun tetap saja butuh waktu dan tidak begitu saja dapat kami selesaikan dengan cepat, di samping itu juga kami masih banyak yang harus diselesaikan.

Mungkin ke depan bisa disesuaikan atau diprediksikan kebutuhan itu dengan menyesuaikan keterbatasan kami. Dalam benak kami meyakini, Ibu adalah seorang kartini masa kini, selalu profesional, tanggap, energik dan bersemangat serta ingin selalu yang terbaik bagi orang disekitarnya (keluarga, staf dan mitra kerja) serta selalu mendapatkan hasil yang terbaik sukses selalu untuk Ibu.

Pesan kami, dengan berbagai keberhasilan yang Ibu raih sekarang tidaklah menjadikan Ibu Kisyani yang berbeda tetaplah seperti Ibu Kisyani yang kami lihat, kami rasakan dan kami pikirkan, Ibu yang selalu dekat dengan siapapun tidak pandang siapa itu, dimana itu, tetaplah ibu menjadi tauladan kami, tetaplah Ibu tidak enggan menyapa kami.

Dan terima kasih kami yang tak terukur kepada ibu dengan segala bimbingan  dan arahan serta do’a kami senantiasa menyertai ibu. Mudah-mudahan dengan Jabatan dan di tempat yang berbeda ini kerja sama kita semakin tidak terbatas hanya pada program pendas saja tapi bisa diperluas dengan program-program lain yang terkait dengan tugas baru Ibu, semoga jalinan kekeluargaan yang selama ini sudah terikat bisa semakin erat lagi dan Mudah-mudahan setiap langkah Ibu senantiasa diberkahi Allah Swt. Serta yang paling akhir Jangan tutup hati Ibu untuk kami, bawalah kami selalu dan Maafkan semua kesalahan serta kekeliruan kami.  Goodluck Bu Kis.

Wassalamualaikum Wr.wb.

Pokjar Kabupaten Gresik

Sepotong  Badai Teratai Putih

Sepotong badai teratai putih,

Meneduhkan jiwa

Menyejukkan hati

Meneguhkan hati

Oh, sepotong badai teratai putih…

Kau yang mengabutkan, apa yang kupikirkan

Kau yang mengaburkan, apa yang kulihat

Kau yang menyamarkan, apa yang kukenal

Kau yang menyelindungkan, apa yang kuidamkan

Wahai sepotong badai teratai putih!

Semoga  dirimu menjadi Agape

Semoga  dirimu menjadi Agathon

Semoga  dirimu menjadi Agathos

Semoga  dirimu menjadi  Aitia

Semoga  dirimu menjadi Ajivika

untuk dan bagi semua manusia

Anas Ahmadi, M.Pd.

(Tutor UT, dari Bahasa dan Sastra Indonesia, Unesa)

Pemimpin yang Bersahaja

di Mata Mahasiswa

Menurut saya Bu Kis selaku Kepala UPBJJ UT – Surabaya adalah seorang pemimpin wanita yang bersahaja, cantik ,energik, selalu ramah dengan senyumnya dan segala kelebihan yang ada. Walaupun menjadi seorang pemimpin tetapi Bu Kis mau berbaur dengan yang lain, tanpa memandang apakah itu bawahan, dan saya sebagai mahasiswa UPBJJ-UT Surabaya merasa bangga memiliki Bu Kis,

Pengalaman saya  pada saat DISPORSENI (Diskusi Ilmiah Pekan Olahraga dan Seni) Se Indonesia Tengah Tahun 2010 yang diadakan bulan September 2010, Ibu Kis selalu memberikan support buat saya dan teman-taman, sehingga kami sebagai mahasiswa menjadi semangat, dan waktu saya tampil di lomba MC dan Pidato, kebetulan Ibu ada buat saya, sehingga saya mendapat juara pertama, itu juga karena berkat Bu Kis yang selalu mendampingi, dan memberikan support kepada saya dan teman teman lain. Bahkan, di waktu kami tampil pada lomba  Vokal Group Bu Kis ikut berjoget tanpa menghiraukan label sebagai Kepala UPBJJ-UT Surabaya. Bu Kis memang luar biasa, karena saya melihat Kepala UPBJJ UT yang lain tidak seperti Bu Kis yang mau berbaur dan memberikan semangat. Teman-teman mahasiswa dari UPBJJ lain, selalu iri kepada kami, karena kontogen UPBJJ-UT Surabaya begitu kompak dan dimanapun kami berlomba disitu Ibu selalu ada.

Berbagai kegiatan yang kami laksanakan, Ibu juga selalu mendukung dan memfasilitasinya. Meski tugas Bu Kis yang begitu padat, tetapi masih tetap menyempatkan untuk hadir memenuhi undangan kami dalam kegiatan “Pelatihan Broadcets dan Kunjungan Mahasiswa Ke TVRI Surabaya” tahun 2009”. Hal inilah yang  membuat kami untuk terus bersemangat dan merasa kami tidak berbeda dengan mahasiswa dari Universitas tatap muka lainnya.

Terimakasih Bu Kis, kami semua bangga memiliki Bu Kis, mudah-mudahan semua kebaikan dari Bu Kis mendapat balasan yang sempurna dari Sang Pencipta, dan kami semua berharap di tempat kerja yang baru Bu Kis tetap menjadi seorang pemimpin yang bersahaja, baik, ramah dengan senyumnya  dan dekat dengan semua orang, bagaikan bunga teratai putih yang menjadi kesukaan dari Bu Kis, biarlah menjadi lambang, buat Bu Kis, yang selalu menebar keharuman setiap saat.

Harapan kami sebagai Mahasiswa UT untuk Kepala UPBJJ UT – Surabaya yang baru, bisa memberikan warna yang baru, dan bisa lebih dekat lagi kepada kami selaku Mahasiswa.

Terimakasih untuk semuanya

Maju Terus Universitas Terbuka

Purwani

Mahasiswa Jurusan Komunikasi

UPBJJ UT – Surabaya Angkatan Tahun 2007.2

IBU..INDAH BAGIKU ADALAH UNTAIAN KATAMU

Bahasa antara ibu dan anak

adalah suatu keindahan

berjuta cara, beribu makna

tiap untaiannya melekat di hati

SAYANG

tak pernah absen diucapkan di akhir pesan

SEHAT

doa utama yang kau panjatkan untuk setiap orang

PANTUN BUNGA

ciri khasmu yang menarik perhatian

SEMPURNA

lagu yang kau dendangkan tuk penghargaan

PUISI GURATAN MEMORI

kau baca dengan sepenuh jiwa,

matapun berkaca,

ulang tahun, wisuda, pernikahan..

ibu..sekejap kami kembali pada masa kecil

lari dalam pelukmu

kau lelo lelo ledung

Ibuku..sosok panutanku

KREATIF

dongeng ‘Krama lan Ngoko’

kau ciptakan tiap malam sebagai pengantar mimpi,

MANDIRI

ayun langkah sampai tanah Eropa tuk gapai cita

TEGAR

percaya tiap peristiwa harus disyukuri

putihnya bunga teratai,

hijaunya alang-alang,

cermin putih kasihmu dan ‘ijo’ semangatmu

kami sungguh sayang ibu

tandanya..kolak buah labu

Raras-Arya-Ghofur

20 Des 2010 1:37

http://www.google.co.id

UNTUK IBU KISYANI

Ibu Kisyani….

Wajahmu ayu begitu mempesona

Pantun puisi mu selalu menjadi idola

Hasil kinerja mu begitu menggoda

Semua menggoreskan makna

Membangunkan rasa yang putus asa

Bahwa kami selalu perlu berkarya

Ibu Kisyani….

Enam tahun tujuh bulan Ibu mengabdi

Entah berapa juta helai teratai putih kau taburkan untuk kami

Entah berapa ratus pantun dan puisi kau goreskan untuk kami

Engkau selalu berani dan lantang tuk perjuangkan nasib kami

Esok hari kami harus tetap lestari demi anak dan cucu kami

Ibu Kisyani….

Selama menjabat sebagai Kepala UPBJJ-UT Surabaya

Suasana kantor terasa bersahaja

Kebersamaan dalam berbagai hal selalu dijaga

Hiruk pikuk diantara pegawai kau anggap hal biasa

Sebait pantun berisi motivasi selalu tersedia

Kebekuan hati pun mencair seketika

Ibu Kisyani….

Lewat jari manismu kita berarti

Berbagai prestasi selalu kita dapati

UPBJJ Award selalu menanti

Sertifikat ISO 9001:2000 sudah pasti

Konferensi AAOU di Iran dibiayai

Penelitian dosen didanai

Disporseni wilayah tengah kita juarai

Pimnas ke XXII menuai prestasi

Pegawai dan mahasiswa juga berprestasi

Membuat orang selalu iri hati

Tetapi kita tetap harus rendah hati

Ibu Kisyani….

Bagi kami, Ibu adalah teladan kami

Jujur kami bangga, menerima teratai putih dari Kisyani

Teratai hidup dalam kolam yang asri

Daunnya di atas air, tapi tidak pernah terbasahi

Keberadaannya selalu terjaga sepanjang hari

Demikian sifat yang perlu kami teladani

Ibu Kisyani…

Selamat melewati tugas di UPBJJ-UT Surabaya

Teratai putih telah menunggu giliran untuk ditanami kembali

Goresan pantun dan puisi perlu diperbaharui

Pembantu Rektor I pilihan bergengsi

Kemajuan Unesa itu sudah pasti

Ibu Kisyani….

Di UPBJJ-UT Surabaya, kami terus mengabdi

sebagai ”pekerja tangguh”  yang selalu Ibu juluki

Kami coba telanjangi lautan kata tuk ungkapkan rasa hati

Tapi tak ada untaian yang mampu ungkapan terima kasih kami

Kami hanya dapat mmpersembahkan ”Teratai Putih untuk Kisyani”

Daun dan tangkai berselimut doa tulus penuh makna dari kami

Semoga…rahmat Allah SWT selalu menyertai

Kebahagiaan selalu mengiringi

Rejeki yang halal selalu menghampiri

Kesehatan selalu menyertai

Salam “semanggi” selalu di hati

Silaturrahmi dengan kami terjaga sampai mati

Dan semoga Allah SWT selalu meridhoi

amal dan perbuatan Ibu selama ini.

Amin.

Pardamean Daulay

http://www.google.co.id

Selamat menempuh tugas baru Ibu

Kami selalu merindukan mu

UPBJJ-UT  Surabaya, Kampus C Unair,    Mulyorejo, Surabaya 60115,

:ut-surabaya.net

( 031.5961861–62, Ê031.596186

RIWAYAT HIDUP

RIWAYAT HIDUP

A. Nama : Prof. Dr. Kisyani-Laksono
B. Tempat/tgl. lahir : Solo, 25 Oktober 1962
C. Pangkat/Gol/NIP : Pembina Utama Muda/ IV c/ 131578612 atau 19621025 198601 2 001
D. Jab. Fungsional : Guru Besar (per   April 2007)
E. Instansi/Fakultas : Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Unesa
F. Alamat instansi : a. Jurusan Bahasa Indonesia, FBS, Unesa 

Kampus Lidah Wetan, Surabaya 60213

( 031.7527527; ( + Ê 031.7522876

b. Kampus Unesa, Ketintang, Surabaya 60231; ( + Ê 031.8280804

G. Alamat Rumah : Jalan Merpati14,Rewwin,Waru, 

Sidoarjo 61256,   ( 031-8536064,

: www.kisyani.wordpress.com,

kisyani44@yahoo.com,È0812.3167348

H. Ayah/Ibu : Soekisman/ Harini
Suami : Drs. P.A. Tri Budi Laksono (alm.  29 Maret 2006)
Anak : Raras Tyasnurita, S. Kom. (dosen SI, FTIf, ITS) 

Arya Anuraga (mahasiswa SI, FTIf, ITS)

I.   Pendidikan

SD Muhammadiyah XI  Surakarta,  1968—1973

SMPN I   Surakarta, 1974—1976

SMAN III Surakarta, 1977—1980

Sarjana (S-1 UNS Surakarta), 1980—1985, Bahasa Indonesia

Magister Humaniora (S-2 UGM Yogyakarta: cum laude), 1993—1995, Linguistik.

Pra-S-3 (menulis proposal disertasi), Frankfurt University, Germany, 1996–1997

Doktor (S-3 UGM Yogyakarta: cum laude) 1998—2002, linguistik/ilmu budaya.

J. Pekerjaan

1) 1985–sekarang : Dosen di Jrs. Bhs. Indonesia, FBS, Unesa
2) 1986–1989 : Dosen di Jrs. Bhs. Indonesia, FKIP, Unitomo
3) 1985–1992 : Dosen di Jrs. Bhs. Indonesia, FBS, Unipa
4) 1996—1997 (semester gasal) : Pengajar “Bahasa Jawa” di Südostasien wissenschaften, Johann Wolfgang Goethe-Universität, Frankfurt am Main, Germany.
5) 1999—sekarang : Penyunting  “Verba: Jurnal Ilmu Bahasa”
6) 2000—2003 : Penyunting Jurnal “Pendidikan Dasar”
7) 2000—sekarang : Sekretaris Masyarakat Linguistik   Indonesia (MLI) cabang Surabaya.
8) 2001—2003 : Sekretaris Pusat Studi Wanita, Unesa.
9) 2001–2003 : Penyusun soal need assassment, Fasilitator PTBK, Penulis Modul, Dit   PLP Jakarta.
10) 2002—2004 : Penyunting Majalah “Ajisai” (be a cross- 

culturalis: Indonesia—Jepang)

11) 2002—2005 : Penyunting Jurnal “Pendidikan Bhs Jepang”
12) 2003—2004 : Kepala  PSW, Unesa
13) 2003 : Anggota Tim Asasmen dan Tutorial Akademik Mahasiswa (ATAM), Ditjen Dikti
14) 2003—2004 : Ang Tim Studi Perluasan Mandat, Ditjen Dikti
15) 2004 : Ang Tim Pengembang Sistem Asesmen Ber- basis Kompetensi PGSMP/SMA, Ditjen Dikti
16) 2004–2005 : Koordinator dan Fasilitator PTBK dan Pelatihan CTL, Penulis Modul, Dit PLP  Jkt.
17) 26 Mei 2004 : Kepala UPBJJ UT Surabaya periode I: 

2004–2008

18) 2004 : Koordinator Pelatihan Pengembangan Pembelajaran Berbasis Kompetensi bagi Dosen LPTK, Ditjen Dikti.
19) 2005–2006 : Anggota Tim Pemetaan Keilmuan Pendidikan, Ditjen Dikti
20) 2005–sekarang : Konsultan Balai Bahasa Jawa Timur
21) 2006– sekarang : Anggota Tim Pemetaan Bahasa Daerah di Indonesia, Pusat Bahasa, Depdiknas
22) 2006–2007 : Anggota Tim Adhoc Standar Penilaian, 

BSNP

23) 2005—2006 : Anggota Tim Sertifikasi Guru, Ditjen Dikti
24) 2005—2007 : Anggota Tim PTK, Ditjen Dikti
25) 2006– sekarang : Dosen Program Pascasarjana Unesa, 

Dosen Program Pascasarjana UNS

26) 2007 : Koordinator Tim Penulis Buku CTL Bahasa Indonesia SMP, Dit PSMP.
27) 2007 : Pembimbing KTI Online, Dit PMPTK, 

Depdiknas

28) 1 April 2007 : Guru besar Unesa dalam bidang Linguistik
29) 2008 : Koord. tim PIPS/PTK dan PPKP Ditjen Dikti
30) 2008 

31)

: Kepala UPBJJ-UT Surabaya periode II: 2008—2012
32) 2009–sekarang : Annggota Tim Karakter, Ditjen Dikti
33) 2010 : Sekretaris Tim Detasering, Ditjen Dikti
34) 2010 : Dosen Program Pascasarjana Unair
35) 2010 : Pembantu Rektor I Unesa, 2010—2014 

(per 27 Oktober 2010)

K. Penghargaan yang Pernah Diperoleh

1.       Piagam (prestasi akademis terbaik), UNS: Juni 1981, Desember 1981, 1982, Desember 1983

2.       Piagam (juara lomba cerdas cermat kebahasaan), UNS: 14 November 1983

3.       Juara  lomba esai Jawa Pos, Kepala Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa a.n. Jawa Pos,  23 Oktober 1993

4.       Saat memimpin UPBJJ-UT Surabaya:

Pemenang Terbaik I dalam Manajemen UPBJJ-UT tahun 2004 (dari 37 UPBJJ di Indonesia)

Pemenang Harapan II Pengelolaan UPBJJ-UT tahun 2005

Pemenang Terbaik II Pengelolaan UPBJJ-UT tahun 2006

Pemenang Terbaik II Pengelolaan UPBJJ-UT tahun 2007

Peringkat Ketiga untuk Jumlah Mahasiswa Terbanyak  pada tahun 2007.1

ISO 9001:2000 dari SGS (3 September 2007—2 September 2010) dalam bidang layanan belajar jarak jauh (distance learning services)

Pemenang terbaik I dalam Pengelolaan (Prestasi Kerja) UPBJJ-UT tahun 2008

Peringkat Ketiga untuk Jumlah Mahasiswa Terbanyak  pada tahun 2008 (24.234 mahasiswa)

Peringkat Ketiga untuk Jumlah Mahasiswa Pendas Terbanyak  pada tahun 2008

Peringkat Harapan I untuk dalam Pengelolaan (Prestasi Kerja) UPBJJ-UT tahun 2010.

Piagam Penghargaan dari Rektor UT “atas pengabdian, ketekunan, dan prestasinya dalam melaksanakan tugas yang patut dijadikan teladan” saat acara pelantikan Kepala UPBJJ-UT Surabaya dan serah terima jabatan, 13 Desember 2010.

5.    Salah satu Kartini tangguh Surabaya (dari 16 Kartini) versi Radar Surabaya, 21 April 2008.

6.    Satya Lencana Karya Satya XX Tahun dari Presiden RI, 16 April 2010

L. Beasiswa yang Pernah Diperoleh

1.       Tunjangan Ikatan Dinas (TID) di UNS, 1981–1985 (S-1)

2.       Tim Manajemen Program Doktor (TMPD) di UGM, 1993–1995 (S-2)

3.       Deutscher Akademischer Austauschdienst (DAAD) di Johann Wolfgang Goethe Universität (Frankfurt University), 1996–1997

4.       Beasiswa Program Pascasarjana (BPPS) di UGM, 1997–2001 (S-3)

BUKU RUJUKAN

Kisyani-Laksono (ed.). 2003. Pernikahan Emas H. Soekisman Atmosoedarjo dan Hj. Harini (Boyolali, 9 Agustus 1953—Solo, 9 Agustus 2003).

__________. 2008. Bapak Pulang …: Peringatan Seribu hari berpulangnya P.A. Tri Budi Laksono (29 Maret 2006—21 Desember 2008).

__________. 2009. Mutiara Rasa dari Surabaya: persembahan untuk Atwi Suparman yang Superman. Surabaya: UPBJJ-UT Surabaya.

Kisyani-Laksono. 2010. Guratan Doa dan Kerja Kepala UPBJJ-UT Surabaya, Mei 2004—Desember 2010. Surabaya: UPBJJ-UT Surabaya.

foto

Saya wanita,
Jadi pakai simbol bunga,
bunganya pun istimewa,
teratai putih yang terbuka.

Teratai bagi saya

Simbol kehidupan yang penuh makna

keberadaannya selalu  terjaga

gairah  hidupnya  sungguh  luar  biasa

tuk pancarkan semangat pada sekelilingnya.

About these ads

4 Comments

  1. RARAS said,

    April 17, 2011 at 4:07 pm

    raras lupa tdk bawa buku ini ke taiwan, juni tolong dibawakan satu ya ibuku sayang :)

    • kisyani laksono said,

      April 17, 2011 at 4:39 pm

      Iya, anakku…Ibu sayang Raras…

      • kisyani said,

        April 17, 2011 at 4:46 pm

        Raras…. siaranmu jadi Kamis ini atau Kamis depan?

  2. Fitri said,

    July 10, 2014 at 5:22 am

    Amazing. Terharu, bangga, dan sangat terinspirasi membacanya. Jadi pengen baca karya-karya Ibu Kis. Tapi mungkin perlu sedikit perjuangan untuk mendapatkannya di kota Ngawi. Salam dari Pokjar Ngawi Bu, :-D


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: